CEO Speaks Soroti Ambidextrous Leadership di Era Disrupsi
BINUS Business School kembali mengadakan program CEO Speaks on Leadership sebagai ruang belajar langsung dari para pemimpin industri. Dalam edisi terbaru yang bertempat di BINUS @Senayan, JWC Campus pada 29 Januari 2026, CEO Speaks berkesempatan menghadirkan Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Jasa Raharja. Beliau membagikan pengalaman dan perspektif kepemimpinan dengan tema ambidextrous leadership.
Melalui CEO Speaks kali ini, BINUS Business School memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan wawasan tentang realitas kepemimpinan di tengah naik-turunnya dinamika bisnis dan disrupsi teknologi.
CEO Speaks sebagai Jembatan Akademisi dan Praktisi
CEO Speaks adalah salah satu program inisiatif BINUS Business School untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui pemaparan langsung dari para pemimpin industri. Dalam program ini, mahasiswa dapat lebih memahami implementasi teori kepemimpinan dalam praktik nyata, terutama saat berhadapan dengan tuntutan stabilitas sekaligus inovasi.
Pada edisi terbaru CEO Speaks, BINUS Business School berkesempatan mengundang Muhammad Awaluddin sebagai pembicara. Beliau adalah Direktur Utama PT Jasa Raharja yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Deputy CEO di PT Telkom Indonesia (Persero), President Commissioner di PT PELNI (Persero), serta President Director di PT Angkasa Pura II.
Muhammad Awaluddin membuka sesi CEO Speaks dengan gambaran digitalisasi yang telah mengubah cara organisasi beroperasi jadi lebih inklusif, masif, dan tanpa batas. Dalam situasi seperti ini, kecerdasan saja tidak lagi cukup. Pemimpin harus mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang sering kali saling bertentangan. Di sinilah peran ambidextrous leadership menjadi relevan. Konsep ini menekankan pendekatan kepemimpinan yang menjalankan eksploitasi dan eksplorasi bisnis secara bersamaan.
Menyeimbangkan Eksploitasi dan Eksplorasi dalam Praktisi Bisnis
Dalam paparannya di sesi CEO Speaks, Muhammad Awaluddin menjelaskan bahwa eksploitasi fokus pada penguatan bisnis yang sudah ada supaya tetap efisien, produktif, dan menguntungkan. Di sisi lain, eksplorasi bertujuan mencari peluang baru dan pertumbuhan jangka panjang melalui inovasi. Dalam praktiknya di dunia bisnis, kedua pendekatan tersebut sering kali tidak sejalan.
Tantangan itu jugalah yang dihadapi Muhammad Awaluddin dalam memimpin PT Jasa Raharja. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi sosial, Jasa Raharja harus memastikan aktivitas operasional inti berjalan optimal sambil terus bertransformasi. Kuncinya adalah memiliki matriks atau indikator kinerja yang jelas.
Pada eksploitasi, ukuran kinerja dinilai melalui pendekatan produktivitas; top line harus tumbuh, middle line terjaga, bottom line positif, dan margin meningkat. Sebaliknya, eksplorasi tidak bisa langsung dinilai dari margin atau laba. Area ini lebih fokus pada proses uji coba, belajar, dan pembukaan pasar baru. Pemimpin pun harus mampu memberikan arahan jelas supaya kedua area tersebut dapat berjalan berdampingan.
Bekali Mahasiswa Menjadi Pemimpin Ambidextrous
Melalui CEO Speaks, BINUS Business School mendorong mahasiswa untuk melatih mindset ambidextrous sedini mungkin. Muhammad Awaluddin menekankan bahwa ambidextrous leadership bukanlah bakat bawaan, melainkan kompetensi yang bisa dipelajari dan dilatih. Siapa pun dapat menguasai skill tersebut selama disiplin dalam menjalani prosesnya.
Untuk itu, mantan Director of Enterprise & Business Service di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. tersebut juga memotivasi mahasiswa BINUS Business School untuk mencari sebanyak mungkin kesempatan praktik, termasuk menghubungkan eksploitasi dan eksplorasi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh sederhananya adalah kuliah sambil bekerja, yang dapat melatih kemampuan tanggung jawab, adaptasi, dan mengatur prioritas.
Komitmen BINUS Business School Mencetak Pemimpin Kompeten
“CEO Speaks on Leadership” merupakan wujud komitmen BINUS Business School dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Program ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BINUS University dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, sekaligus siap menghadapi tantangan dunia profesional sebagai pemimpin yang kompeten.
BINUS Business School percaya bahwa untuk menjadi pemimpin masa depan yang dapat diandalkan, seseorang harus mampu menjaga performa kerja hari ini selagi menyiapkan pertumbuhan esok hari, menyeimbangkan stabilitas dan inovasi, serta rutin mengukur dampak dari setiap inisiatif.
Hal tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Muhammad Awaluddin dalam sesi CEO Speaks, “If you cannot measure, you cannot manage.” Mindset ambidextrous diharapkan dapat membekali mahasiswa BINUS Business School untuk menjadi pemimpin kompeten di era disrupsi.
Kehadiran Muhammad Awaluddin sebagai Direktur Utama PT Jasa Raharja memberikan perspektif nyata tentang kepemimpinan di era digital saat ini, yang menuntut kemampuan ambidextrous leadership untuk menyeimbangkan stabilitas dan inovasi.
Ke depannya, BINUS Business School akan terus mengadakan program pembelajaran berbasis industri seperti CEO Speaks. Dengan mempertemukan mahasiswa dan pemimpin industri secara langsung, BINUS Business School berupaya membentuk lulusan yang unggul secara akademis sekaligus adaptif dan siap memberi dampak positif bagi organisasi dan masyarakat.




