BINUS Business School

Belajar Tak Kenal Usia, Rahman Kurniawan Raih Summa Cumlaude

Bagi sebagian orang, masa menjelang pensiun adalah momen untuk memperlambat langkah. Namun, Rahman Kurniawan justru memiliki pendapat yang bertolak belakang. Baginya, fase tersebut justru memberinya ruang untuk melangkah lebih jauh. Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai praktisi profesional di berbagai industri, Rahman menyadari bahwa pengalaman saja belum cukup jika tidak dibekali pemahaman teoritis yang kuat.

Berangkat dari kesadaran tersebut, ia mengambil keputusan besar untuk kuliah S3 BINUS University dengan mengambil Program Doctor of Research in Management (DRM). Langkah berani ini membawa Rahman lulus Summa Cumlaude pada Wisuda 73 BINUS University. Perjalanan studi tersebut memberinya wawasan akademis mendalam, yang menjadi bekal kuat baginya dalam menjalankan praktik profesional di dunia nyata.

Memperkuat Pengalaman Lapangan dengan Wawasan Akademis

Sebagai seorang praktisi profesional, Rahman terbiasa mengambil keputusan berdasarkan pengalaman nyata di lapangan. Namun, di dunia yang semakin kompleks, ia menyadari bahwa pengalaman saja tidak selalu cukup. Perlu adanya pendekatan ilmiah dan pemahaman teoritis agar tiap keputusan memiliki basis yang kuat. 

Rahman merealisasikan kebutuhan tersebut dengan kuliah S3 BINUS University melalui Program Doctor of Research in Management (DRM). Perjalanan studi ini memberinya ruang untuk menyatukan dunia praktik dan teori. Jurnal ilmiah, literatur, dan pendekatan akademis menjadi alat penting untuk memvalidasi pengalaman praktis yang telah ia bangun selama bertahun-tahun. Dengan adanya rujukan akademis, kini Rahman merasa pengalaman profesionalnya jadi lebih kaya dan lengkap.

Tantangan Kuliah S3 Doctor of Research in Management

Kuliah S3 DRM BINUS merupakan perjalanan yang menantang bagi Rahman. Ia mengakui bahwa proses ini menuntut banyak kesabaran dan kerendahan hati untuk menata ego. Selain itu, mahasiswa doktoral juga sebaiknya memiliki tujuan hidup yang benar-benar solid sebagai motivasi menyelesaikan studi S3.

Tantangan lain harus dihadapi Rahman ketika rasa bosan muncul. Perasaan tersebut bahkan sempat membuatnya berhenti selama tiga bulan. Ia bercerita lebih lanjut, “Terkait masalah ego, sempat ada rasa bosan. Tiga bulan saya tinggal, itu baliknya lagi susah.”

Untungnya, Rahman dikelilingi oleh support system yang kuat selama kuliah S3 BINUS. Baik dosen pembimbing maupun lingkungan akademis yang suportif benar-benar membantu Rahman dalam menjalankan masa studi dan mengembangkan riset.

Proses Publikasi Jurnal yang Menguji Ketangguhan Mental

Selain rasa bosan, Rahman juga harus menghadapi tantangan lain saat publikasi jurnal ilmiah. Ia menyadari bahwa publikasi jurnal ilmiah merupakan salah satu kewajiban utama dalam studi doktoral. Namun, ia tidak menyangka bahwa prosesnya memakan waktu yang lama. 

Selama 9–10 bulan, Rahman harus menghadapi enam kali penolakan sebelum jurnal buatannya mendapat persetujuan publikasi. Di sinilah kesabaran benar-benar diuji. Ia belajar melihat penolakan dan revisi sebagai kesempatan untuk mengasah kualitas riset dan kedewasaan akademis. Pengalaman ini mengajarkannya tentang pentingnya ketekunan dalam mendalami suatu ilmu, dan ketekunan inilah yang juga akan ia aplikasikan dalam dunia praktik.

Belajar untuk Masa Depan, Bukan Sekadar Gelar

Setelah perjalanan panjang kuliah S3 BINUS, Rahman berhasil lulus Summa Cumlaude dengan IPK 3,93 dari program DRM. Meski begitu, ia menjalani studi doktoral bukan untuk mengejar gelar. Sejak awal, Rahman sudah memiliki tujuan jangka panjang yang solid, yakni berbagi ilmu dengan cara yang lebih utuh. Ia ingin bisa tetap berkontribusi saat memasuki masa pensiun nanti.

“Nanti di usia pensiun, saya ingin mengaplikasikan pengetahuan tidak hanya dalam karier, tapi juga bisa berbagi ilmu dengan lebih lengkap. Bukan hanya berbagi pengalaman, tapi juga ilmu yang mendasari pengalaman tersebut,” jelas Rahman.

Komitmen tersebut bahkan ia sampaikan sejak tahap assessment sebelum kuliah. Bagi Rahman, ilmu yang dibagikan akan lebih bernilai ketika ia mampu menggabungkan pengalaman praktis dengan landasan akademis. Dengan begitu, kontribusi yang ia berikan pun akan lebih relevan, sistematis, dan terstruktur.

 

Setelah menyelesaikan kuliah S3 BINUS University melalui Program Doctor of Research in Management, Rahman Kurniawan merasa dirinya menjadi pribadi yang lebih lengkap. Pengalaman praktis yang ia bangun selama bertahun-tahun dapat berjalan beriringan dengan pemahaman teoritis yang kuat. 

Di sisi lain, pengalaman akademis Rahman juga menegaskan bahwa belajar tidak mengenal usia. Bahkan di usia menjelang pensiun sekalipun, setiap orang dapat memperdalam ilmu dan menggunakan ilmu tersebut untuk memberikan kontribusi yang bermakna.

 

Whatsapp