BINUS Business School

Berani Hadapi Tantangan, Oktavia Dewi Raih Magister BINUS

Tidak semua mahasiswa memulai perjalanan akademis dengan rasa percaya diri utuh. Ada kalanya perjalanan tersebut diawali dengan keterkejutan. Pengalaman inilah yang dirasakan oleh Oktavia Dewi Sujanto saat pertama kali menjalani kuliah Magister Manajemen Blended Learning di BINUS BUSINESS SCHOOL. 

Ia harus berhadapan dengan mata kuliah yang menantang, tapi justru di situlah ia mengawali proses bertumbuh. Berkat kerja keras dan keberaniannya dalam menghadapi tantangan, Oktavia bahkan berhasil lulus dengan gelar Summa Cumlaude di Wisuda 73 BINUS University.

Hadapi Tantangan Awal Tanpa Background Akuntansi

Blended learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan sistem tatap muka di kelas dan jarak jauh (e-learning). Sebelum kuliah di Magister Manajemen BINUS BUSINESS SCHOOL, Oktavia sering mendengar anggapan bahwa blended learning hanyalah “sekolah online” yang mudah dijalani. Tugasnya ringan dan nilainya dapat diraih tanpa perjuangan berarti. Namun, pengalaman akademis yang dirasakan Oktavia justru sama sekali berbeda.

Sejak semester pertama mengikuti kuliah blended learning, ia sudah harus menghadapi fase adaptasi yang cukup mengejutkan. Tanpa latar belakang akuntansi, Oktavia harus berhadapan dengan mata kuliah Accounting yang memerlukan pemahaman konsep mendalam. Tantangan ini menjadi bukti bahwa Program Magister Manajemen – Blended Learning BINUS tetap menjunjung standar akademis tinggi walaupun diadakan secara fleksibel. Namun, Oktavia tidak lantas menyerah. Sebaliknya, ia justru menjadikan tantangan tersebut sebagai pemicu untuk belajar lebih giat, terutama dalam bidang Strategy and Executions yang menjadi peminatan kuliahnya. Ia menyadari bahwa keseriusan belajar merupakan kunci lebih penting daripada latar belakang pendidikan. 

 

 

Ritme Cepat dan Tuntutan Padat Jadi Tantangan Utama

Tantangan akademis yang dihadapi Oktavia tidak berhenti di situ saja. Memasuki mata kuliah Research Methodology, tantangan justru semakin meningkat. Mahasiswa tidak hanya harus mampu memahami metode penelitian, tapi juga menghasilkan publikasi ilmiah dalam waktu relatif singkat. Dengan proses riset yang intens, analisis data, serta penulisan ilmiah, Oktavia merasa ritme perkuliahan berjalan cepat.

Baru saja merampungkan riset, ia harus segera melangkah ke tahap berikutnya. Kali ini, ia langsung berhadapan dengan penyusunan tesis. Lebih lanjut, Oktavia membagikan ceritanya, “Baru selesai riset, langsung lanjut tesis. Jadi, salah banget kalau Magister Manajemen BINUS – Blended Learning sekadar dapat gelar dan kuliahnya mudah. Sama sekali tidak.”

Manajemen Waktu sebagai Kunci Keberhasilan

Selama perjalanan studi pascasarjana, Oktavia tidak hanya berhadapan dengan tantangan akademis. Di sisi lain, ia juga harus menjalani peran profesionalnya sebagai Planning and Optimization Manager di salah satu perusahaan swasta ternama di Indonesia. 

Peran ganda tersebut menuntut Oktavia untuk mengelola waktu secara strategis. Terlebih, fleksibilitas sistem blended learning justru membutuhkan kedisiplinan yang lebih tinggi. mahasiswa harus mampu mengatur jadwal kuliah, belajar, riset, dan mengerjakan tugas secara mandiri. Dari sinilah Oktavia berlatih untuk bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri, sekaligus memperkuat karakter profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.

Kuliah Lebih Relevan bersama Dosen Praktisi

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Oktavia menerima dukungan luar biasa dar lingkungan akademis BINUS University, terutama melalui peran dosen. Hal ini bahkan menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama kuliah blended learning di Magister Manajemen BINUS BUSINESS SCHOOL.

Jajaran dosen di BINUS BUSINESS SCHOOL tidak hanya berasal dari kalangan akademisi, tapi juga merupakan praktisi industri. Bagi Oktavia, hal ini membuat perkuliahan terasa lebih komplet dan relevan. Mahasiswa tidak hanya menguasai teori manajemen, tapi juga paham bagaimana konsep tersebut diimplementasikan dalam praktik dunia kerja. Alhasil, diskusi kelas menjadi lebih hidup dengan beragam studi kasus.

 

Setelah menjalani proses panjang dengan penuh konsistensi, Oktavia Dewi Sujanto berhasil lulus dengan IPK 3.91. Prestasi ini memberinya gelar Summa Cumlaude pada Wisuda 73 BINUS University beberapa waktu lalu. Menutup perjalanan S2-nya, Oktavia menyampaikan pesan sederhana penuh makna kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan studi.

“Tetaplah semangat dan percaya pada proses. Hari kelulusan pasti akan datang selama usaha tidak pernah berhenti,” ujar Oktavia. Pengalamannya di Magister Manajemen – Blended Learning BINUS BUSINESS SCHOOL menjadi bukti bahwa keberanian menghadapi tantangan dan kemauan untuk terus belajar dapat berujung pada pencapaian akademis yang bermakna.

Whatsapp