Dari CEO Jadi Dosen: Kisah Harry Mores di BINUS Business School
Bagaimana rasanya beralih dari kursi CEO perusahaan kecantikan yang sibuk ke ruang kelas untuk berbagi ilmu? Itulah yang dialami Harry Mores, S.Ds., M.M., seorang praktisi bisnis berpengalaman yang kini menjadi Associate Lecturer Specialist di BINUS Business School.
Dengan latar belakang lebih dari 20 tahun di industri kreatif dan retail, Harry membawa perspektif dunia nyata yang sangat berharga bagi para mahasiswa yang ingin menaklukkan pasar global. Seperti apa perjalanannya? Yuk, simak cerita beliau sampai tuntas!
Jejak Karier yang Mewarnai Dunia Retail
Sebelum berkarier sebagai dosen di BINUS Business School, Harry Mores telah melanglang buana di berbagai lini industri retail. Beliau pernah terjun di segmen menswear, womenswear, produk kecantikan, hingga industri makanan. Fleksibilitas ini membuatnya lebih memahami seluk-beluk bisnis dari berbagai sudut pandang.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Harry adalah saat menjabat sebagai Creative Director. Di posisi tersebut, beliau memegang kendali penuh mulai dari strategi promosi, desain interior toko, hingga pengembangan produk. Tidak hanya itu, Harry juga pernah menduduki posisi puncak sebagai CEO di sebuah perusahaan kecantikan.
“Bagaimana cara menangani perusahaan dari zero atau bahkan dari kondisi minus hingga menjadi plus, itu adalah tantangan yang luar biasa,” ungkap Harry mengenang masa kejayaannya di dunia korporat.
Menemukan Panggilan Hati di Dunia Pendidikan
Mungkin kamu bertanya-tanya mengapa seseorang dengan karier cemerlang di posisi direksi mau meluangkan waktunya untuk mengajar? Singkatnya, Harry merasakan adanya panggilan untuk berbagi.
Awalnya, beliau hanya mencoba memenuhi ajakan untuk mengajar. Namun, beliau justru menemukan keseruan tersendiri saat melihat perkembangan mahasiswanya. Terutama, ketika beliau berhasil membimbing mahasiswa yang awalnya kesulitan hingga menjadi lulusan yang membanggakan.
Harry bahkan pernah membimbing seorang mahasiswa berkebutuhan khusus hingga mampu menghasilkan karya yang lebih bagus daripada rekan-rekan lainnya. Baginya, setiap mahasiswa memiliki potensi unik yang hanya perlu dikelola dengan bimbingan yang tepat.
Pengalaman praktis inilah yang kemudian ia transformasikan menjadi kurikulum yang relevan di kelas-kelas BINUS Business School.
Tantangan Menjadi Dosen Favorit
Harry mengakui bahwa pada awal masa mengajarnya, beliau sempat merasa gaya penyampaiannya terlalu kaku. Bahkan, beliau pernah menerima surat dari mahasiswa yang jujur mengatakan bahwa cara mengajarnya sulit dipahami.
Bukannya menyerah, Harry justru menjadikan kritik tersebut sebagai batu loncatan. Setelah refleksi diri, beliau berusaha mendekati mahasiswa secara satu per satu agar materi yang disampaikan benar-benar mengena. Usahanya membuahkan hasil manis ketika beliau akhirnya terpilih menjadi dosen favorit mahasiswa.
Di BINUS Business School, Harry mengajar berbagai mata kuliah strategis seperti Design Thinking and Entrepreneurship, Digital Marketing, hingga Research Methodology. Ia memastikan setiap teori yang diajarkan selalu disertai dengan contoh nyata dari pengalamannya selama 20 tahun menjalankan Harry Mores Group.
Mengangkat Standar Mahasiswa ke Level Internasional
Selama mengajar, Harry ingin membantu setiap mahasiswa agar tidak sekadar lulus. Justru, beliau percaya bahwa mahasiswa BINUS University harus memiliki nilai lebih agar bisa lebih kompetitif saat terjun ke dunia kerja nantinya.
Karena itulah, beliau merasa sangat bangga ketika karya mahasiswanya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah saat hasil proyek mahasiswanya digunakan secara resmi oleh pihak kecamatan.
“Sebagai dosen, memang butuh usaha lebih untuk membimbing mereka hingga level itu. Tapi, ketika hasilnya keluar dan terpakai oleh publik, ada kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan angka,” jelasnya.
Pesan untuk Muda-mudi yang Sedang Berjuang
Sebagai sosok yang sukses menjalani peran ganda di dunia korporat dan akademis, Harry memiliki pesan penting bagi siapa pun yang ingin meraih karier impian: “Kunci utamanya adalah jangan pernah berhenti belajar. Pendidikan formal di kampus memang penting, namun pelajaran sesungguhnya sering kali ditemukan di luar ruang kelas.”
Harry menekankan bahwa dunia terus berkembang dengan sangat cepat. Jika kamu berhenti belajar setelah lulus kuliah, kamu akan tertinggal oleh perkembangan zaman. Bahkan Harry sendiri, meski sudah memiliki pengalaman puluhan tahun dan gelar magister, tetap menganggap dirinya sebagai pelajar abadi hingga hari ini.
Di BINUS Business School, semangat belajar sepanjang hayat inilah yang selalu ia tanamkan kepada setiap mahasiswanya.
Melalui perjalanan Harry Mores, kita belajar bahwa kesuksesan tak hanya terletak pada jabatan yang tinggi. Lebih penting dari itu, ada juga seberapa besar dampak yang bisa kita berikan kepada orang lain. Oleh sebab itulah, Harry terus berkomitmen untuk mencetak generasi pemimpin bisnis masa depan yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global bersama BINUS Business School.