BINUS Business School

Patricia, Mahasiswi BINUS Sukses Raih Emas Wushu

SEA Games 2025 jadi momen yang tak akan pernah dilupakan Patricia Geraldine alias Patrice. Mahasiswi Master of Management Business Management (Fast Track) BINUS Business School ini berhasil mengharumkan nama Indonesia lewat cabang olahraga Wushu Women’s Changquan, Jianshu, dan Qiangshu dengan meraih medali emas. Namun, di balik medali tersebut, ada perjalanan panjang yang penuh air mata dan kerja keras.

Awal Mula Menekuni Olahraga Wushu

“Aku mulai latihan wushu tahun 2011,” cerita Patrice sambil tersenyum kecil. Dua tahun kemudian, ia sudah debut di kejuaraan nasional. Langkahnya berlanjut ke ajang internasional junior pada 2018, lalu masuk level senior nasional di 2021.

Perjalanannya panjang, bertahap, dan jauh dari kata instan. Semua proses itu akhirnya bermuara di SEA Games 2025, panggung multi-event internasional pertamanya. 

“Walaupun sebelumnya pernah ikut turnamen internasional, rasanya beda banget kalau bawa nama Indonesia,” ungkapnya jujur.

Debut SEA Games 2025 yang Mendebarkan

SEA Games 2025 sendiri jadi ajang pembuktian besar untuk cabang wushu Indonesia. Dari target tiga emas, tim wushu justru melampaui ekspektasi dengan meraih lima medali emas dan keluar sebagai juara umum cabang ini. Bahkan, hingga akhirnya Indonesia menempati urutan kedua dalam urutan perolehan medali di SEA Games 2025. Nah, Patrice menjadi salah satu penyumbang emas lewat kombinasi jurus changquan, jianshu, dan qiangshu.

Patrice ingat betul saat tiba di BSD bersama kedua orang tua dan adiknya, ia memang merasa kelelahan, tapi matanya masih berbinar-binar. Tiga hari berturut-turut bertanding jelas bukan hal ringan. Ia pun sempat mengakui saat menerima medali emas di podium, ia langsung terpikir ingin pulang untuk istirahat.

Di saat yang bersamaan, emosinya juga campur aduk. Patrice mengaku dirinya pernah menangis paling kencang setelah semua pertandingan selesai karena ketegangan yang dipendam berhari-hari akhirnya tumpah juga.

Tekanan dalam pertandingan semakin terasa karena Patrice harus mempraktikkan tiga jurus sekaligus dalam satu nomor. Padahal, biasanya masing-masing jurus diperagakan secara terpisah. Artinya, kesalahan kecil bisa berdampak besar, sehingga ia harus menjaga fokus penuh dari awal sampai akhir.

“Kebayang kan, tiga jurus digabung. Tekanannya berat banget,” katanya. “Malaysia kuat. Tapi sebenarnya semua lawan berat.”

Di balik perkataan tersebut, Patrice telah belajar pentingnya untuk tidak pernah meremehkan lawan, bahkan dari kesan pertama yang bisa dilihat.

Kuliah dan Olahraga, Dua Dunia yang Sama Penting

Di tengah jadwal latihan yang padat, Patrice memilih untuk menempuh perkuliahan S1 di bidang Manajemen. Alasannya? “Aku pengen prestasi akademik dan non-akademik bisa jalan barengan,” ucapnya dengan jujur.

Komitmen itu berlanjut saat ia memutuskan masuk program Master of Management Business Management Fast Track di BINUS Business School. Padahal, program ini dikenal padat dan hanya bisa diikuti mahasiswa dengan kriteria tertentu. Sebab, dalam waktu 4,5 tahun, mahasiswa yang berhasil lulus bisa mendapatkan gelar Sarjana dan Magister.

Tubuhnya sering harus bekerja ekstra, terutama untuk latihan fisik di pagi hari, mengikuti kelas di siang hari, dan mengerjakan tugas di malam hari. “Aku jadi kurang waktu istirahat,” ungkap Patrice.

Dukungan Kampus yang Jadi Penopang

Meski demikian, Patrice tidak sendirian dalam upayanya menyeimbangkan kuliah dan latihan fisik untuk persiapan SEA Games 2025. Sebab, ia mendapat dukungan dari dosen dan jurusan untuk tetap bisa mengikuti pembelajaran secara daring.

“Dosen memperbolehkan aku ikut kelas online, jadi proses belajarnya tetap jalan,” jelasnya.

Saat berkuliah, ia juga menerima Beasiswa Widia dari BINUS University yang menanggung penuh biaya SKS dan semesternya hingga 4 tahun berkat prestasinya di bidang olahraga wushu. Bantuan itu jadi fondasi penting agar ia bisa lebih fokus mengembangkan diri, baik sebagai atlet maupun mahasiswa.

Setelah Lulus, Mimpi Belum Berhenti

Meski sudah sukses meraih medali emas di SEA Games 2025, bagi Patrice itu bukanlah akhir dari perjalanannya. Bahkan, ia membuktikannya dengan satu ucapan mantap: “Aku masih mau lanjut jadi atlet semampu aku.”

Di sisi lain, Patrice juga mulai memikirkan masa depan. Ia ingin mencoba membangun bisnis di bidang yang ia minati. Sebab, menurutnya hidup akan lebih berarti kalau ia berani menjalani keduanya.

 

Kejuaraan gemilang Patricia Geraldine di SEA Games 2025 menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang tegar, berani bermimpi, dan bertekad kuat. Memang, rasa lelah terkadang menghampiri hingga ia ingin menyerah, dan itu hal yang manusiawi. Namun, ia tetap memutuskan untuk melangkah, berusaha sebaik mungkin demi menyeimbangkan perkuliahan, latihan, serta memetakan masa depan, dan membagikan kisah inspiratifnya.

 

Whatsapp