BBS Rangkul Industri Bahas Dampak Geopolitik pada Bisnis Indonesia
Tahun 2026 diprediksi penuh tantangan, mulai dari ketidakpastian politik global hingga dampaknya pada ekonomi domestik. BINUS Business School (BBS) merespons dengan menggelar forum akhir tahun di Jakarta, Kamis (11/12), untuk memetakan risiko sekaligus peluang yang bisa dimanfaatkan oleh dunia usaha dan akademisi.
Jakarta, 11 Desember 2025 — BINUS Business School (BBS) menggelar forum strategis bertajuk BBS Year End 2025 and Outlook 2026 di BINUS @Senayan, Jakarta, Kamis (11/12). Mengusung tema ‘Dampak Geopolitik Terhadap Perkembangan Perekonomian di Indonesia’, acara ini menghadirkan pemimpin industri, akademisi, alumni, serta pakar untuk mengulas dinamika geopolitik global dan implikasinya bagi ekonomi nasional.
Dua pembicara utama hadir dalam forum ini. Letjen TNI (Purn) Muhammad Munir memaparkan perspektif geopolitik dan keamanan kawasan, sementara Dr. Hendri Satrio, M.Si., CIGS, pengamat politik, memberikan analisis mengenai kondisi politik global dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Sekitar 70 perwakilan industri yang selama ini menjadi mitra BBS turut hadir, termasuk perusahaan yang banyak menyerap lulusan BINUS Business School.
Dekan BINUS Business School Master Program, Dr. Asnan Furinto, menegaskan forum akhir tahun ini bukan sekadar refleksi, tetapi juga wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha. “Aspek geopolitik kini menjadi salah satu faktor penentu dalam bisnis. Banyak pelaku usaha masih bersikap wait and see karena ketidakpastian ekonomi global dan situasi politik yang dinamis. Melalui forum ini, BBS ingin menyediakan ruang dialog agar industri, akademisi, dan alumni memahami risiko dan peluang tahun 2026 sehingga mereka dapat menyusun strategi yang lebih adaptif,” ujarnya.
Acara ini mencakup tiga agenda utama: pemberian apresiasi kepada Advisory Board BBS periode 2023 yang telah menyelesaikan masa tugasnya, pemutakhiran hasil focus group discussion terkait pengembangan kurikulum—terutama untuk program S2—serta pembahasan outlook ekonomi dan geopolitik menuju 2026.
Selain memperkuat posisi BINUS University sebagai institusi berbasis industry-driven learning, forum ini juga membuka peluang kolaborasi riset aplikatif, pengembangan professional services, dan peningkatan serapan lulusan melalui kemitraan yang lebih erat dengan dunia usaha.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para peserta dari industri menyampaikan pandangan dan tantangan yang mereka hadapi menjelang 2026. Sesi Industry Insights menjadi puncak acara, menghadirkan analisis tentang ketegangan geopolitik global, rivalitas negara besar, serta dinamika aliansi internasional yang diperkirakan memengaruhi investasi, perdagangan, dan iklim bisnis Indonesia.
Melalui forum ini, BINUS Business School menegaskan komitmennya untuk menjaga relevansi pendidikan bisnis di tengah perubahan ekonomi yang cepat dan kompleks. Momentum akhir tahun ini juga menjadi langkah awal bagi BBS dan mitra industri untuk merumuskan strategi menghadapi dinamika bisnis 2026 dan seterusnya. **










