BINUS Business School

Menghadapi Perubahan Industri, BBS Bentuk Advisory Board 2026–2028

Menghadapi Perubahan Industri, BINUS Business School Gandeng 8 Pemimpin Bisnis dalam Advisory Board 2026–2028

BINUS Business School (BBS) memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri melalui pembentukan BINUS Business School Advisory Board periode 2026–2028. Melibatkan delapan pemimpin bisnis dari berbagai sektor, kehadiran Advisory Board ini menjadi langkah strategis BBS dalam memastikan pendidikan bisnis yang diberikan tetap relevan dengan perkembangan industri, teknologi, dan kebutuhan talenta masa depan.

Pembentukan Advisory Board ini hadir di tengah dinamika dunia bisnis yang mengalami perubahan sangat cepat. Perkembangan teknologi, transformasi digital, perubahan model bisnis, hingga tantangan global membuat institusi pendidikan bisnis perlu terus memperbarui perspektif dan pendekatan pembelajarannya.

Ditemui di kampus BINUS @Senayan pada Sabtu (26/9), Executive Dean BINUS Business School, Prof. Dezie Leonarda Warganegara, Ph.D., mengatakan bahwa kolaborasi dengan para pemimpin industri menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi pendidikan bisnis.

“Business school memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan pemimpin yang relevan dengan kebutuhan industri. Karena itu, kami perlu terus membangun engagement dengan dunia usaha dan para profesional agar mendapatkan perspektif langsung mengenai perkembangan industri. Advisory Board menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman praktis industri dengan proses pendidikan di kampus,” ujar Prof. Dezie.

Melalui keterlibatan para pemimpin industri, Advisory Board akan memberikan masukan strategis terkait pengembangan program akademik, penguatan kolaborasi industri, peningkatan pengalaman belajar mahasiswa, serta kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja masa depan.

Salah satu anggota Advisory Board, Danang Cahyono, yang juga merupakan alumni Doctor of Research in Management BINUS Business School dan saat ini menjabat sebagai Chief Operating Officer SIRCLO, menyampaikan apresiasinya dapat kembali berkontribusi bagi almamater.

“Sebagai alumni, saya merasa bangga dan terhormat dapat menjadi bagian dari Advisory Board ini. Selama menjadi mahasiswa, saya merasakan bagaimana ekosistem BINUS sangat mendukung perkembangan mahasiswa. Melalui peran ini, saya ingin memberikan masukan agar BINUS dapat terus mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang semakin relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Danang.

Menurut Danang, salah satu tantangan terbesar pendidikan bisnis saat ini adalah menjaga keseimbangan antara perkembangan industri yang bergerak cepat dengan proses akademik yang membutuhkan perencanaan matang.

“Dunia bergerak jauh lebih cepat daripada siklus akademik. Karena itu, business school perlu memahami perubahan lingkungan bisnis, kondisi geopolitik, serta menghadirkan inovasi agar lulusannya mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, anggota BINUS Business School Advisory Board periode 2026–2028 membawa perspektif dari berbagai sektor industri, mulai dari teknologi, logistik, kesehatan, perbankan, hingga sumber daya manusia. Keberagaman pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya diskusi strategis dalam pengembangan pendidikan bisnis yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Adapun anggota BINUS Business School Advisory Board periode 2026–2028 adalah:

  • Pranab Prakash – Director, Haryanto T. Budiman
  • Berty Argiyantari – Chief Executive Officer, MOSTRANS Logistic
  • Sutoto – Chief Executive, Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)
  • Danang Cahyono – Chief Operating Officer, SIRCLO
  • Gunawan Susanto – Managing Director, Microsoft Indonesia
  • Titis Yurina – HR Director, Sinar Mas Multiartha
  • Alistair Speirs – Chairman, Most Valued Business Indonesia
  • Haryanto T. Budiman – Managing Director, PT Bank Central Asia Tbk.

Dengan keterlibatan para pemimpin industri tersebut, BINUS Business School berharap dapat semakin mempertajam pengembangan akademik, menjaga relevansi kurikulum, serta menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan dinamika dunia usaha. Kehadiran Advisory Board juga menjadi bagian dari upaya BBS untuk menjaga daya saing pendidikan bisnis di tingkat nasional maupun global.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat melanjutkan momentum berbagai capaian internasional yang telah diraih BINUS Business School. Baru-baru ini, BBS kembali memperoleh pengakuan dalam QS Global MBA Rankings 2027 sebagai program MBA peringkat pertama di Indonesia selama enam edisi berturut-turut sejak 2022, berdasarkan overall score dari lima indikator: Employability, Return on Investment, Thought Leadership, Entrepreneurship & Alumni Outcomes, serta Diversity.

Dengan mempertemukan keunggulan akademik dan perspektif langsung dari para pemimpin industri, BINUS Business School berkomitmen untuk terus menjaga posisinya sebagai sekolah bisnis terdepan di Indonesia sekaligus mempersiapkan generasi pemimpin yang relevan dengan kebutuhan industri dan mampu bersaing di tingkat global.

Whatsapp