Inovasi Industri Perhotelan Tanggapi Covid-19

Masa pandemi telah menimbulkan dampak yang begitu luas dan menyeluruh sehingga beberapa sektor bahkan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya, misalnya saja industri perhotelan. Adanya penerapan kebijakan seperti PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mengakibatkan konsumen tidak dapat bepergian dan menggunakan layanan hotel.

Agar kerugian tidak semakin parah, maka harus segera dilakukan perubahan. Bisnis perhotelan tidak bisa lagi mengandalkan model operasional lama karena dapat menyalahi aturan terkait pencegahan penyebaran virus. Dalam Indonesia Business Outlook 2022: Conference, BINUS Business School menghadirkan John Safenson yang merupakan Vice President of Market Management, Accommodation dari Traveloka.com.

Pada kesempatan tersebut, beliau menjelaskan beberapa inovasi yang dilakukan oleh Traveloka dan mitra akomodasi mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19. Seperti apa?

Penginapan Sesuai dengan Standar Prokes

Jika dahulu konsumen memilih hotel berdasarkan lokasi atau kelengkapan fasilitas, di masa pandemi, indikatornya bertambah. Selain melihat lokasi dan fasilitas yang ditawarkan, konsumen juga memastikan penerapan protokol kesehatan atau prokes.

Di Traveloka sendiri, hal ini memang menjadi alasan utama konsumen. Sekitar 54% dari total pemesanan yang terjadi selama pandemi, menjadikan kebersihan dan penerapan prokes sebagai alasan utama transaksi pemesanan.

John menambahkan, untuk mendukung pihak pengelola akomodasi, Traveloka memberikan exposure lebih bagi mereka yang menerapkan prokes. Untuk memudahkan pelanggan, akomodasi yang melakukan prokes juga diberi tanda khusus.

Bisa Online Check-In

Untuk mencegah penularan dan penyebaran virus, pemerintah menerapkan kebijakan social distancing. Dalam kebijakan tersebut, masyarakat diminta meminimalisir kontak langsung.

Nah, pada proses check-in hotel konvensional, konsumen harus melakukan transaksi langsung dengan pihak pengelola. Transaksi tersebut tentu melibatkan kontak langsung. Misalnya, saat membayar, konsumen harus menyerahkan kartu kredit pada resepsionis. Hal ini tentu harus dihindari di masa pandemi.

Sebagai alternatif, Traveloka menerapkan online check-in. Dengan teknologi tersebut, tamu hotel tidak perlu melakukan check-in melalui resepsionis. Cukup lewat aplikasi saja, mereka sudah bisa melakukan check-in dan menikmati fasilitas hotel.

Memberikan Promo dan Diskon Menarik

Promo dan diskon selalu ampuh untuk menarik calon konsumen. Industri perhotelan pun bisa menerapkannya. John memberikan contoh aplikasi promo dan diskon di Traveloka.

Saat awal-awal masa pandemi, tepatnya pada Mei 2020, Traveloka membuat sebuah gebrakan dengan mengadakan Hotel Flash Sale Livestreaming. Promo tersebut dilakukan dalam waktu singkat sehingga minat konsumen pun semakin besar. Menariknya, tanggal booking yang disediakan sangat luas sehingga konsumen dapat menginap saat tidak ada lagi kebijakan pembatasan aktivitas.

Selain itu, Traveloka juga mengadakan EPIC Sale pada Oktober 2021. Pada event tersebut, Traveloka mengadakan promo diskon besar-besaran. Hasilnya, tingkat pemesanan hotel pun naik pada tanggal-tanggal sesudah promo.

Memastikan Pegawai Sudah Divaksin

Mirip dengan poin pertama, vaksin juga merupakan indikator yang memengaruhi tingkat pemesanan hotel. Menurut John, konsumen akan cenderung tertarik pada akomodasi yang seluruh pegawainya telah mengikuti program vaksinasi. Ini karena konsumen merasa bahwa hotel tersebut mampu memberikan perlindungan kesehatan.

Di samping itu, Traveloka juga mendukung program vaksinasi dari pemerintah. Inovasi lain yang dilakukan pun masih berhubungan dengan vaksin. Tepatnya, memberikan beragam penawaran untuk pengguna yang sudah selesai divaksin.

Mengembangkan Online Delivery

Di masa pandemi, industri perhotelan tak bisa lagi hanya mengandalkan layanan akomodasi. Sebagai alternatif, industri harus mampu menyediakan layanan lain. Agar tidak sulit, layanan yang dipilih sebaiknya masih pada koridor yang sama.

Traveloka sendiri menjadikan masa pandemi sebagai waktu untuk melakukan transformasi hingga menjadi “lifestyle super app”. Selain menawarkan layanan booking akomodasi, Traveloka kini menghadirkan Traveloka Mart, sebuah layanan belanja dan pengiriman online. Di sini, pengguna bisa membeli produk yang dibutuhkan tanpa harus keluar rumah sehingga bisa tetap menjaga prokes.

Bagaimana, BINUSIAN, apakah sudah terpikir inovasi yang cocok diterapkan pada industri perhotelan saat ini? Untuk memicu munculnya inovasi, sebaiknya lihatlah pandemi dari sudut pandang lain.

Alih-alih menganggapnya sebagai sebuah situasi yang merugikan, tanamkan mindset bahwa pandemi adalah saat yang tepat untuk mulai menerapkan perubahan. Terbukti, Traveloka berhasil membantu industri perhotelan Indonesia bertahan dan tak kehilangan pelanggan selama pandemi berkat pemikiran yang out of the box.