BINUS Business School

Sah! BINUS Business School Resmikan Advisory Board

Peresmian BINUS Business School Advisory Board: Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan

JAKARTA, 4 Agustus 2023 — Bukan hanya teknologi yang perlu untuk ditingkatkan, saat ini peningkatan kualitas pendidikan juga pentingnya. Sebagai salah satu upaya realisasi tujuan tersebut, BINUS Business School (BBS) memutuskan untuk membentuk Advisory Board yang beranggotakan para ahli bisnis dari berbagai sektor. Peresmian Advisory Board ini dilakukan pada Jumat, 4 Agustus 2023 di BINUS @Senayan, JWC Campus, Jakarta dan menjadi salah satu langkah penting BBS selaku Business School yang terakreditasi International.

Tantangan Pendidikan Bisnis di Tengah Dinamika Industri

Sama dengan institusi lainnya, BBS selaku institusi pendidikan bisnis tentunya sering menghadapi tantangan dinamika pendidikan. Namun, hal tersebut tak urung membuat BBS tumbang, justru dengan adanya tantangan dunia pendidikan bisnis tersebut, semakin menguatkan tekad institusi pendidikan ini untuk terus mengembangkan sistem pendidikannya.

Ada banyak sekali faktor eksternal yang dapat memunculkan tantangan-tantangan tersebut. Salah satunya adalah kondisi pasar global yang bergerak dinamis dari waktu ke waktu. Jadi, ada masanya materi pembelajaran yang diterapkan saat ini sudah cukup efektif tapi tidak relevan di masa mendatang. Oleh sebab itu, penyediaan kurikulum harus selalu up-to-date sehingga lulusan BBS bisa keep-up dengan perkembangan atau tren bisnis terbaru saat di dunia kerja.

Mengingat mayoritas tantangan tersebut berasal dari sektor industri yang merupakan faktor eksternal, BBS sangat aware dengan peran dari para ahli dari sektor industri terkait. Oleh sebab itu, untuk mengatasi tuntutan tersebut, BBS ingin terus berinovasi. Salah satunya dengan membentuk Advisory Board yang akan membantu meningkatkan kesiapan lulusannya di masa mendatang.

Peranan Solutif Advisory Board 

Sejak dulu, BBS selalu mengedepankan tujuan bahwa BINUS akan selalu jadi institusi pendidikan yang sesuai dengan industri bisnis terkini. Supaya mendapatkan acuan demand bisnis yang pasti dan tepat, maka peranan Advisory Board di sini akan sangat penting. Pasalnya, para Advisory Board beranggotakan jejeran praktisi dan alumni terbaik BBS yang saat ini sudah terjun langsung di industri bisnis.

Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M. selaku Rektor BINUS University secara langsung melantik kedelapan anggota Advisory Board yaitu Aloysius Budi Santoso (Head of HC Operation Astra Head Office, Group Sales Operation PT Astra International Tbk); Samuel A Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo); Dewi Suyenti Tio (Country Manager Global Reporting Initiative/GRI); Eddi Danusaputro (CEO PT BNI Modal Ventura); dr. Ediansyah (Direktur RS Annisa, Tangerang); Indra Utoyo (Direktur Utama Alo Bank Indonesia); Panca R. Sarungu (Vice Chairman Indonesia, Tourism Industry Board); Caroline Herlina (Direktur Procter and Gamble/P&G).

Peranan seperti apa yang dapat Advisory Board berikan? Ada banyak sekali, tapi salah satu fokus utamanya melalui pihak akademisi dengan memastikan kurikulum sudah cukup responsif dengan tuntutan industri. Evaluasi tersebut bisa dilakukan dengan rutin untuk memastikan informasi teoritis yang diterima mahasiswa dapat berdampak pada praktik di lapangan.

Tidak hanya pemberlakuan evaluasi dan hubungan langsung dengan akademisi. Advisory Board juga bisa berdampak langsung pada kegiatan mahasiswa dengan penyediaan berbagai fasilitas praktik, mulai dari magang, fasilitas pelatihan, workshop, seminar, dan lain-lain. Hal ini sejalan dengan salah satu misi BBS, yakni Fostering BINUSIAN through self-enrichment. 

Mendukung Mahasiswa dalam Menghadapi Tantangan Industri

Setiap industri bisnis memiliki tantangannya masing-masing. Tentunya bantuan secara teoritis dan praktikal dari Advisory Board dengan berbagai latar belakang bisnis akan berpengaruh sangat signifikan terhadap kesiapan BINUSIAN dalam menghadapi tantangan industri.

Jejeran Advisory Board berasal dari berbagai industri, mulai dari pemerintahan, perbankan, manufaktur, FCMG, venture capitalist, sustainability, healthcare, hingga tourism. Jadi, BINUSIAN akan mempunyai banyak kesempatan untuk mendapatkan wawasan bisnis dari berbagai bidang.

Nantinya, wawasan bisnis tersebut akan dibagikan secara langsung oleh para anggota advisory board di beberapa kesempatan. Contohnya, melalui kelas tamu. Kelas tamu ini pasti akan sangat mengesankan bagi BINUSIAN yang mendapatkan kesempatan di mata kuliah tersebut.

Tak hanya itu, nantinya juga akan ada acara-acara BBS yang secara khusus menghadirkan para Advisory Board sebagai narasumber. Oleh sebab itu, BINUSIAN harus secara aktif memantau informasi acara-acara BBS dengan rutin. Jadi, kesempatan untuk mendengar diskusi informatif dari para ahli yang sudah jatuh bangun menghadapi tantangan industri ini bisa lebih besar.

Dengan peresmian Advisory Board, BINUS Business School berharap peningkatan kualitas pendidikan akan semakin nyata. Keberadaan Advisory Board ini akan membentuk kolaborasi apik antara berbagai pemangku industri bisnis dengan para akademisi. Maka dari itu, kurikulum di BBS akan mampu mencetak alumni dengan keterampilan yang tepat untuk kebutuhan pasar industri terkini.

Dengan demikian, semangat sinergi para anggota Advisory Board dan akademisi BBS ini diyakini dapat menghasilkan BINUSIAN yang dapat mengembangkan komunitas bisnis. Hal ini sangat sejalan sesuai dengan visi dan misi BBS. **