The Rule of One, Prinsip Merintis Perusahaan (Startup) yang Sering Diabaikan

BINUS BUSINESS SCHOOL beberapa waktu lalu menyelenggarakan webinar Indonesia Business Outlook 2022 dengan tema “The Rise of Creative Economy“. Acara ini diisi oleh beragam narasumber keren dan kompeten, salah satunya adalah Richie Wirjan, seorang vice president di Kejora Kapital. Kejora Kapital bekerja dalam membina serta memberi saran dan arahan kepada para startup, bahkan pada startup yang baru. Selain itu, perusahaan ini juga bertugas membangun pendanaan dan ekosistem, sehingga Kejora Kapital dapat memberikan support yang utuh kepada para startup.

Saat ini, startup di Indonesia semakin bertambah dan berkembang. Beberapa di antaranya berdiri lantaran tergiur startup lain yang sudah ada lebih dahulu. Namun, tak sedikit pula yang sudah sejak lama ingin merintis bisnis meski belum tahu ilmunya. Niat yang kuat, strategi yang tepat, loyal, dan pantang menyerah menjadi kunci saat membangun sebuah perusahan.

Selain itu, ada hal penting lainnya yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan, yakni The Rule of One. Sayangnya, masih banyak perintis yang mengabaikan beberapa poin penting tersebut. Berikut adalah prinsip-prinsip merintis perusahaan (startup) yang sering diabaikan oleh para pemilik bisnis.

Apa Itu The Rule of One?

The Rule of One adalah sebuah aturan dan prinsip yang berfokus pada satu hal saja. Aturan ini menjadi aturan mendasar bagi para perintis startup. The Rule of One sendiri terdiri atas lima poin penting.

  1. One problem

Aturan pertama adalah solve one problem atau menyelesaikan satu masalah. Poin pertama ini termasuk poin penting dan pengingat bagi para perintis usaha karena biasanya para perintis ingin mengeluarkan langsung produk lebih dari satu. Ketika Anda punya ide untuk suatu bisnis, tentu akan melihat masalah yang ada di pasar. Hanya saja, kebanyakan dari perintis startup adalah ingin melaksanakan semuanya untuk menjawab semua permasalahan target pasar. 

Padahal, yang perlu diperhatikan adalah jika Anda ingin melaksanakan semuanya, solusi yang diberikan pun kemungkinan akan berbeda-beda dan itu tentu menyulitkan. Hal tersebut akan berbeda jika Anda memilih satu masalah yang akan diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini akan membuat bisnis menjadi lebih fokus. 

  1. One customer

Aturan kedua adalah for one customer atau untuk satu pelanggan. Aturan ini sangat menekankan tentang target pasar yang akan Anda bidik. Saat merintis suatu usaha, mulailah dari yang sederhana, yakni memilih target utama Anda. Tentukanlah demografi yang terdiri atas beberapa variabel, seperti gender, usia, domisili (perkotaan atau perdesaan, provinsi dan pulau apa), dan variabel lain yang masih berkaitan. Menentukan target pasar sesuai demografi tentu akan sangat memudahkan dalam membangun startup.

  1. One product

Aturan ketiga adalah with one product atau dengan satu produk. Setelah fokus pada satu masalah untuk dibuatkan solusinya, berikutnya fokuslah pada satu produk sebagai hasilnya. Customer pun akan fokus pada satu produk secara jelas. Jika dipromosikan secara tepat, produk yang Anda luncurkan secara perdana ini akan meningkatkan brand awareness. Produk akan menjadi wajah perusahaan Anda (company brand).

  1. One killer feature

Aturan keempat adalah and one killer feature. Jika hanya menawarkan produk yang biasa-biasa saja, sesuai kompetitor, dan tidak ada keunikan, usaha Anda bisa jadi akan tertinggal. Tipsnya adalah lihatlah brand-brand kompetitor Anda. Jika sudah mengenali kompetitor, lihatlah keperluan customer lalu tawarkan sesuatu yang berbeda dari kompetitor tersebut.  

  1. One revenue stream

Aturan kelima adalah with one revenue stream atau dengan satu aliran pendapatan. Perhatikan aliran pemasukan tetap untuk usaha Anda. Catat secara jelas dan detail setiap transaksi keuangan yang terjadi. Lalu, fokuslah pada satu atau dua sumber penghasilan yang persentasenya paling besar.

Mengapa The Rule of One Penting? 

Sering kali, para pendiri startup memiliki keinginan yang beragam dan tidak dieksekusi dengan baik. Dengan kondisi tersebut, umur startup tidak akan dapat berjalan lama. Hal ini seperti hasil riset yang menyatakan bahwa 90% startup akan gagal saat merintis. Bahkan, setahun saat startup telah menerima pendanaan pun, 70% kemungkinannya juga akan tutup. Membangun sebuah startup bukanlah sebuah hal yang mudah. Oleh karena itu, perlu menggunakan The Rule of One agar bisnis yang dijalankan terarah dengan baik.

Pertanyaan Saat Ingin Memulai Bisnis 

Saat hendak memulai bisnis, lontarkanlah beberapa pertanyaan berikut. Dapatkah bisnis bertahan selama 20 tahun? Dapatkah membuat 500 lapangan pekerjaan? Dapatkah mengubah satu juta nyawa menjadi lebih baik? Jika bisnis berhasil, siapa yang sebenarnya berhasil dan gagal? Apakah akan berkomitmen menjalankan bisnis ini selama 20 tahun ke depan?

Melangkah membuat sesuatu yang besar dimulai dari langkah yang kecil dan mendasar. Oleh karena itu, pahami aturan The Rule of One dan bertanyalah pada diri sendiri sebagai bentuk kesiapan dan komitmen dalam menbangun dan menjalani sebuah bisnis.