Menciptakan Future-Fit Organization Lewat Pemberdayaan Wanita di Bidang Teknologi

Di era serba cepat seperti saat ini, teknologi informasi menjadi modal untuk melakukan banyak hal, terutama bisnis. Itulah yang membawa Martha Simanjuntak untuk mendirikan Indonesia Women Information Technology Awareness (IWITA), sebuah organisasi perempuan indonesia untuk tanggap teknologi informasi. Tujuan utamanya sederhana, yaitu membantu mencerdaskan perempuan Indonesia melalui teknologi informasi.

Memiliki background sebagai wanita karier yang bekerja di bidang teknologi informasi sejak tahun 2009, Martha menilai bahwa ada gap besar antara laki-laki dan perempuan soal penggunaan teknologi informasi. Hal ini membuatnya tertarik untuk menjadikan teknologi informasi agar tidak hanya dipahami oleh wanita karier, khususnya yang bekerja di kantoran, namun juga semua perempuan pada umumnya yang membutuhkan keterampilan teknologi informasi untuk berbagai aspek kehidupan. 

Alumni BINUS BUSINESS SCHOOL tersebut membagikan kisah inspiratifnya dalam Business Talkshow bertema “The Rise of Creative Economy” yang diselenggarakan oleh BINUS BUSINESS SCHOOL beberapa waktu lalu. Berikut ulasannya.

Konsep future-fit organization

Konsep future-fit organization pada dasarnya sederhana, yaitu bagaimana membangun sesuatu, apa pun itu (bisnis, komunitas, dan sebagainya) dengan berorientasi masa depan. Mengingat teknologi selalu update, Martha menilai bahwa ada sustainability (keberlanjutan) pada bidang ini yang perlu dimanfaatkan. Itulah yang membuat IWITA langsung mendapatkan respons positif dari banyak pihak dengan tertarik melakukan berbagai kerja sama.

Punya keinginan besar untuk tumbuh semakin besar, IWITA pun pada tahun 2011 memutuskan untuk membuat legalitas. Hal ini juga berhubungan dengan tuntutan beberapa klien yang menginginkan kredibilitas. Setelah resmi menjadi komunitas legal, IWITA terus berupaya memperjuangkan kesetaraan gender dan memperkecil digital gap antara perempuan dan laki-laki di bidang teknologi informasi. Ia ingin mengubah kondisi di mana sangat jarang perempuan terlibat dalam proyek teknologi informasi sebagai tenaga ahli.

Membangun kesadaran wanita terhadap teknologi informasi

Gap antara pria dan wanita di bidang teknologi informasi menjadi kegelisahan terbesar Martha sehingga ia membangun IWITA. Namun, kondisi ini tentu bukannya tanpa alasan. Masih kurangnya kesadaran atau awareness yang dimiliki wanita soal bidang teknologi informasi merupakan kendala terbesar untuk mempersempit gap tersebut. Untuk mengatasinya, IWITA kini tidak hanya sudah mendapatkan legalitas pada 2011, namun juga ada di empat belas provinsi dan kabupaten.

Kesuksesan IWITA mungkin menjadi pertanyaan bagi sebagian orang. Namun, kunci kesuksesan IWITA sebenarnya sederhana, yaitu tim dan kolaborasi. Martha secara sistematis membuat sebuah tim yang memiliki satu visi dan misi serta selalu mencari peluang untuk melakukan kolaborasi. Dengan demikian, IWITA mendapatkan peluang untuk lebih dikenal luas.

Peluang bagi wanita Indonesia untuk melek terhadap teknologi informasi, menurut Martha, sangat terbuka lebar. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah membangun berbagai infrastruktur yang memudahkan ibu rumah tangga untuk berkarya, serta keinginan para wanita itu sendiri untuk maju bersama teknologi.

Urgensi mencerdaskan wanita Indonesia dari segi teknologi informasi

Martha dengan tegas mengatakan bahwa sampai kapan pun, wanita harus pintar. Alasannya juga sederhana, yaitu karena perempuan melahirkan generasi bangsa. Meskipun IWITA fokus pada pemberdayaan perempuan di bidang teknologi, IWITA tidak menutup pintu bagi para pria untuk ikut bergabung. 

Saat ini, minat wanita terhadap teknologi informasi pun semakin besar, terbukti dari banyaknya generasi X dan Y yang bergabung di IWITA dan memimpin komunitas di berbagai penjuru tanah air. Di samping generasi muda, generasi yang lebih tua juga mempunyai minat yang tidak kalah besarnya. IWITA pernah mengadakan program bersama ibu-ibu dharma wanita yang belajar membuat blog untuk menyalurkan cerita-cerita luar biasa sebagai seorang istri dan ibu.

IWITA ingin agar perempuan Indonesia menjadi lebih tanggap teknologi informasi sehingga bisa lebih maju dalam mempelajari dan mengimplementasikannya di kehidupan. Komunitas IWITA juga ingin agar perempuan dapat berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia dan membentuk generasi bangsa yang berakhlak mulia serta berprestasi. 

Berbagai pendidikan, pelatihan, seminar, lokakarya, sosialisasi, promosi, dan kegiatan yang berhubungan dengan bidang perempuan dan teknologi informasi lainnya pun diadakan. Tujuannya untuk membuat perempuan Indonesia lebih bisa menggunakan teknologi informasi secara maksimal dan menciptakan kesadaran perempuan Indonesia akan manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Terus memberikan masukan kepada pemerintah berkaitan regulasi bidang teknologi informasi, IWITA terus berupaya untuk mewujudkan pengembangan produktivitas pribadi di bidang TI dan peningkatan ekonomi keluarga di Indonesia.