Bisnis Game di Era Digital Tawarkan Keuntungan Legit

Sebelum keberadaan bisnis game digital, kelereng, congklak, dan layangan pernah menjadi gim (game) favorit di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, generasi muda tanah air kini lebih mengenal game digital yang bisa dimainkan di smartphone, PC, ataupun console. Kecenderungan manusia yang suka bermain memang alami, hanya saja yang berubah adalah tipe game yang dimainkan.

Bisnis game digital, terutama mobile game, memungkinkan pengguna untuk bermain kapan saja, di mana saja

Berbicara soal industri game tanah air di era digitalisasi, Ir. I Nyoman Adhiarma, M. Eng, Ph.D selaku Direktur Ekonomi Digital, Kementerian dan Informatika (KOMINFO) membagikan pengamatannya dalam talk show “The Rise of Creative Economy” Indonesia Business Outlook 2022 yang diselenggarakan oleh BINUS BUSINESS SCHOOL. Bagaimana game yang pernah dipandang sebelah mata ternyata bisa menggerakkan roda ekonomi nasional?

Gambaran Industri Game Saat Ini

Industri game menjadi salah satu yang terdampak positif oleh pandemi. Menurut data dari IBISWorld 2020, game mobile mendominasi pasar global, termasuk di Indonesia. Penyebabnya adalah maraknya penggunaan smartphone di Indonesia. Diperkirakan akan ada revenue sebesar USD125 miliar hanya dari game mobile saja, sebuah peluang bisnis yang sangat menarik. 

Sayangnya, industri game di Indonesia masih dikuasai oleh pengembang game (game developer) luar negeri. Bukan berarti Indonesia tidak memiliki pengembang game yang berprestasi, hanya saja masih ada hambatan-hambatan yang harus dilalui agar indutsri game tanah air tidak kalah saing. Pada 2025, pasar game Indonesia disinyalir akan mencapai nilai USD2,5 miliar. 

Akan tetapi, apa saja hambatan yang kini dihadapi? Beberapa di antaranya adalah kurangnya sumber daya manusia serta masalah infrastruktur dan distribusi. Hal ini meliputi hardware, software, dan konektivitas. Pengguna game terbesar masih berada di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. 

Tren Industri Game di Era Digital

Di industri ekonomi kreatif, musik dan film menjadi primadona dengan pendapatan yang sangat besar. Faktanya, pendapatan game naik pesat di era digital. Penjualan pun terbagi dua, yaitu penjualan game digital dan game fisik. Penjualan game bahkan naik 63% selama pandemi, mengalahkan industri film dan musik yang jatuh bangun akibat peraturan social distancing. Secara keseluruhan, pendapatan game delapan kali lebih tinggi dibandingkan musik dan film.

Sementara dalam profesi pengembang game, pertumbuhan pasar domestiknya pun meningkat dari tahun ke tahun, mencapai angka Rp10,6 miliar pada 2019. Para pengembang game  tanah air banyak yang bergabung dalam pengerjaan game luar negeri, mendatangkan revenue yang besar. Prospek industri ini pun sangat menjanjikan, apalagi dengan adanya bidang e-Sport yang sudah diakui seluruh dunia. Bahkan, perhelatan Asian Games 2022 secara resmi menjadikan e-Sport sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan. 

Cara Meningkatkan Geliat Industri Game

Benar adanya bahwa industri game terus bertumbuh secara global, namun Indonesia masih harus berbenah untuk mengejar peluang ini. KOMINFO pun sudah merencanakan dan menginplementasikan beberapa langkah untuk membantu perkembangan industri game tanah air.

  • Mengembangkan industri game lokal

Dalam aspek infrastruktur, pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas konektivitas di seluruh Indonesia. Dengan begitu, akan ada semakin banyak pengguna game dan mempermudah talenta-talenta Indonesia untuk berkiprah dalam industri game digital. Selain itu, KOMINFO juga berupaya meningkatkan literasi game terhadap orang tua dan tenaga pengajar agar bisa mengetahui cara berkomunikasi yang baik dan mencegah pengaruh buruk seperti adiksi game.

Satu lagi langkah besar yang menurut KOMINFO menjadi sebuah hambatan signifikan, yakni terkait regulasi perkembangan pasar. Menurut I Nyoman Adhiarna, harus ada level playing field atau kesetaraan antara pengembang game lokal dan asing. Contohnya seperti regulasi terkait pajak dan distribusi, serta rating system. KOMINFO telah menyiapkan Indonesia game rating system berupa  lima klasifikasi berdasarkan usia dan budaya demi menekankan kesesuaian konten dengan kelompok usia.

  • Mengembangan SDM di industri game

Tanpa tinggal diam, pengembang game tanah air sudah sepatutnya mendapat dukungan dari pemerintah. KOMINFO pernah memberikan dukungan berupa edukasi kepada pengembang game bertemakan Covid-19. Lebih dari itu, KOMINFO memiliki beberapa inisiatif program pembinaan startup, mulai dari level paling awal hingga yang advanced. 

Untuk pelajar, ada Sekolah Beta yang memberikan pemahaman dasar tentang apa itu startup digital agar menumbuhkan minat. Kemudian, ada Gerakan 1000 Startup agar para fresh graduates lebih paham tentang cara mendirikan startup. Setelah itu, mereka bisa mengembangkan startup binaan mereka di Startup Studio. Di level tertinggi, Hub.id berupaya membantu pengusaha untuk meningkatkan skala bisnis dan investasi. 

  • Membiayai industri game

Talenta saja masih belum cukup untuk mendongkrak Indonesia menjadi pusat industri game digital. Masalah promosi dan pembukaan pasar sangat penting sebab ini juga berkaitan dengan masalah pendanaan. Karenanya, KOMINFO membentuk Indonesia Game Developer Exchange yang menghubungkan pengembang game Indonesia dengan mitra dan investor asing. KOMINFO melaksanakan mentoring, pertemuan bisnis, serta promosi yang dapat meningkatkan pendanaan untuk proyek game yang tengah digarap. 

Menutup perbincangan ini, I Nyoman Adhiarna mengatakan bahwa upaya KOMINFO dalam infustri game digital sebenarnya dalam rangka mendorong transformasi digital pada bisnis dan ekonomi. game bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga termasuk gamifikasi yang bisa diterapkan dalam bisnis  dan pendidikan