Peningkatan Kinerja Kerja Melalui Keunggulan Modal Manusia: Studi Terhadap Generasi Milenial di Perusahan-perusahaan Start-Up Unicorn di Indonesia

Disertasi:

Peningkatan Kinerja Kerja Melalui Keunggulan Modal Manusia: Studi Terhadap Generasi Milenial di Perusahan-perusahaan Start-Up Unicorn di Indonesia

Oleh

Rizal Nangoy

ABSTRAK

Memasuki era revolusi 4.0, perusahaan dihadapkan pada tantangan bagaimana beradaptasi terhadap lingkungan yang cepat berubah, tidak pasti, kompleks, dan ambigu. Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi telah melahirkan generasi milenial yang memiliki karakteristik berbeda dengan generasi sebelumnya. Perusahaan perlu beradaptasi dengan karakteristik generasi milenial termasuk dalam perancangan strategi peningkatan kinerja karyawan. Kinerja kerja merupakan dasar kinerja perusahaan bahkan dasar dari ekonomi suatu negara. Namun demikian masih terdapat banyak kontroversi dan inkonsistensi dalam literatur yang berhubungan dengan penelitian kinerja kerja karyawan sehingga meninggalkan celah penelitian yang menarik untuk teliti lebih lanjut. Penelitian ini memanfaatkan paradigm psikologi dalam menanggapi masalah peningkatan kinerja kerja karyawan melalui keunggulan modal manusia sebagai basis daya saing perusahaan yang berkelanjutan. Interaksi antara Work Well-being, Commitment, Cognitive Flexibility, Psychological Capital, Person- Organization Fit, dan Self-Regulation dalam satu model penelitian diharapkan dapat menjelaskan tentang kinerja kerja karyawan. Data dikumpulkan melalui survei dengan menggunakan kuesioner terhadap 509 karyawan milenial yang telah bekerja lebih dari satu tahun di perusahaan-perusahaan start-up yang masuk kategori unicorn di Jakarta yang selanjutnya dianalisis dengan structural equation modeling. Hasil penelitian ini berhasil membuktikan bahwa Work Well-being berpengaruh positif terhadap Job Performance, kemudian Commitment dan Cognitive Flexibility dapat memperkuat besaran pengaruh Work Well-being terhadap Job Performance, Psychological Capital berpengaruh positif terhadap Job Performance melalui mediasi Work Well-being, serta Self-regulation memperkuat pengaruh positif Psychological Capital terhadap Work Well-being. Selanjutnya, penelitian ini memberikan berbagai kontribusi penting baik secara teoretis bagi pengembangan ilmu manajemen maupun secara praktis manajerial bagi pengembangan strategi perusahaan terutama dalam manajemen modal manusia strategis.