Tangerang, 14 Agustus 2026 – Mahasiswa program International Business Management dari Binus University mengikuti pelatihan ekspor-impor dengan simulasi yang diselenggarakan oleh PPEJP (Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan) pada 13 sampai 22 Juli 2026. Berjalan selama 9 hari, program ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mendalami dasar-dasar perdagangan internasional, mulai dari kebijakan ekspor-impor, prosedur bea cukai, hingga proses bisnis perdagangan global.

Pelatihan ini menghadirkan para ahli dan praktisi dari berbagai instansi, seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Pusdiklat Bea Cukai, serta para pakar industri. Selama program berlangsung, peserta menerima banyak materi teori, serta belajar menggunakan studi kasus hingga menggunakan simulasi atau roleplay negosiasi bisnis.

Program PPEJP dimulai dengan gambaran umum ekspor impor, serta proses bisnis ekspor impor dan pelaku yang terlibat di perdagangan internasional. Fasilitator Ditfas dari Kemendag mengajarkan mengenai kebijakan di bidang ekspor, yang setelah istirahat, dilanjutkan dengan kebijakan di bidang impor oleh direktorat impor kemendag sebagai fasilitator.

Di hari kedua, tanggal 14 Juli 2026, Pusdiklat BC mengajarkan mahasiswa tentang kepabeanan ekspor dan impor dan Latihan PEB DAN PIB, setelah itu dilanjutkan oleh fasilitator Hutkeri Malau dengan pembelajaran INCOTERMS 2020, manajamen transportasi, penangan kargo, dan diakhiri dengn studi kasus transportasi kargo ekspor.

Rangkaian materi dilanjutkan oleh fasilitator Nursyamsu Mahyuddin dan Maulana Ichsan, yang memberikan materi mengenai kalkulasi penetapan harga ekspor dan impor, serta latihan kepada peserta untuk meningkatkan pemahaman mengenai topik.

Untuk hari keempat, fasilitator Donny Aditiya Djamhur melatih peserta mengenai korespondensi bisnis dan pembuatan surat korespondensi bisnis. Setelah istirahat, fasilitator Priyo Purwoko memberikan pelatihan mengenai pembayaran dan pembiayaan ekspor impor.  Peserta juga belajar mengenai Letter of Credit dan pengisian Draft wesel.

Fokus pelatihan bergeser ke aspek negosiasi dan kontrak dagang di hari senin, 20 Juli. Peserta belajar mengenai negosiasi dengan buyer serta roleplay negosiasi dengan fasilitator Eriklex D Sahusilawane. Sementara itu, fasilitator Irwan Santo W. memberikan pengantaran, studi kasus, dan latihan mengenai topik kontrak dagang. Hari senin tersebut diakhiri dengan pengarahan simulasi ekspor, oleh fasilitator Krisdewanto.

Di tanggal 21 juli, Peserta mengunjungi lapangan kantor Bea dan Cukai untuk mempelajari proses kegiatan di kantor dalam pelayanan ekspor impor. Peserta juga mengunjungi unit pelayanan Peti Kemas untuk mempelajari proses kegiatan arus masuk & keluar barang di Pelabuhan.

Sebagai puncak dari program simulasi, pada tanggal 22 Juli, semua peserta memulai simulasi kegiatan ekspor impor dengan fasilitator, yang berjalan dari pagi sampai sore dengan tujuan agar peserta menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama pelatihan.

“Selama kunjungan, kami mempelajari bagaimana bea cukai tidak hanya berfungsi sebagai otoritas pengatur tetapi juga sebagai fasilitator utama perdagangan global,” ujar Jason Karuna Medy, salah satu peserta dari simulasi PPEJP. “Sesi tersebut memberikan perspektif berharga tentang prosedur bea cukai, kepatuhan perdagangan, dokumentasi impor dan ekspor, dan pentingnya menjaga arus barang yang efisien namun aman di seluruh perbatasan.”

Kolaborasi antara BINUS University dan PPEJP ini diharapkan mampu melahirkan talenta muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan praktis untuk terjun ke dalam industri perdagangan global.