Tangerang, 2 Oktober 2026 – Di Kampus Binus Alam Sutera, banyak UMKM, termasuk beberapa yang dibuat oleh Mahasiswa Binus International Business Management hadir di CampusPreneur “Scaling Business Without Borders” pada tanggal 25 September 2026. Acara ini, yang merupakan hasil kolaborasi antara Binus University, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan Futra Export, menunjukkan produk dan bisnis UMKM kepada semua pengunjung yang hadir di CampusPreneur, membangun koneksi dan mempersiapkan mereka untuk eksportir ke luar Indonesia. Satu pengunjung yang menarik, yang sekalian juga menjadi pembawa seminar tentang “Eskalasi Global: Membawa Produk Lokal ke Panggung Internasional” adalah Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si.

Kegiatan CampusPreneur menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan bisnis yang mampu menembus pasar global. Peran Kemendag dalam CampusPreneur adalah dengan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, inspirasi, dan jejaring yang membuka semakin banyak peluang untuk membawa ide dan bisnis Indonesia berkembang ke pasar global. Bergabungnya BINUS University dalam program CampusPreneur membuat jumlah perguruan tinggi yang telah menjadi bagian dari CampusPreneur mencapai 25 kampus.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga membawakan materi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam perdagangan global dan domestik. Beliau memaparkan kondisi neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026, fokus program Kementerian Perdagangan, serta langkah-langkah pengamanan pasar dalam negeri sepanjang 2026. Selain itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menunjukkan penerapan kebijakan perlindungan perdagangan dan berbagai perjanjian perdagangan yang telah dimiliki Indonesia sebagai bagian dari strategi memperluas akses pasar serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional.

Beliau juga menjelaskan optimalisasi peran perwakilan perdagangan dalam mendukung UMKM B.I.S.A (Berani Inovasi dan Siap Adaptasi) Ekspor, termasuk upaya membuka peluang pasar dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari luar negeri. Dalam pemaparannya, ia juga menyampaikan capaian UMKM BISA Ekspor sepanjang 2025 serta perkembangan pitching dan business matching UMKM Ekspor selama Januari sampai Agustus 2026. Materi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai dukungan pemerintah dalam membantu UMKM agar berani berinovasi, mampu beradaptasi terhadap perubahan pasar, dan lebih siap memanfaatkan peluang perdagangan internasional.

Pelaksanaan CampusPreneur di BINUS Alam Sutera menunjukkan bagaimana lingkungan kampus dapat menjadi ruang untuk menghubungkan pendidikan, kewirausahaan, industri, dan peluang perdagangan internasional. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan gambaran bahwa membangun bisnis tidak berhenti pada tahap menciptakan produk, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai pasar, strategi, regulasi, dan kesiapan untuk bersaing secara global.

Dengan bergabungnya BINUS University dalam CampusPreneur, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan dapat terus memberikan pengalaman serta pendampingan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha. Program ini juga menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu menjadi pelaku usaha yang tidak hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang untuk membawa produk Indonesia ke pasar internasional.