BINUS Memenangkan PPEJP Award sebagai Mitra Strategis dalam Pengembangan Ekspor Indonesia

Tangerang, 19 Oktober 2026 – Upaya memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional menjadi salah satu fokus pembahasan dalam seminar export coaching program (ECP,) yang diselenggarakan pada tanggal 15 Oktober 2026, di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kegiatan ini, yang berlangsung pada pukul 10.00–12.00 WIB di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, adalah hasil kolaborasi dari Kementrian perdagangan, UMKM Indonesia, dan mitra-mitra di Indonesia termasuk Binus, yang membantu pelaku usaha lokal untuk bisa mengekspor keluar negeri, meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Sebagai konteks, Export Coaching Program (ECP) merupakan program pendampingan yang komprehensif untuk pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Sudah ada sejak 2010, program ini dilaksanakan melalui 7 tahapan selama kurang lebih 8-10 bulan. Tujuan dari export coaching program adalah agar para pelaku usaha mampu menjalankan bisnis ekspornya secara efektif sehingga dapat melakukan ekspor secara mandiri. Peningkatan sumber daya manusia merupakan tujuan yang penting untuk kesejahteraan Indonesia melalui peningkatkan ekspor.
Acara dimulai dengan Drs. Abu Amar, kepala pusat perkembangan sumber daya manusia ekspor dan jasa perdagangan, yang menyatakan bahwa UMKM merupakan contributor besar dalam ekonomi Indonesia. Meskipun itu, jumlah UMKM yang berhasil ekspor ke luar negeri masih tidak sesuai dengan kontribusi UMKM didalam negeri. Beliau juga menyatakan bahwa keterbatasan ilmu ekspor adalah salah satu alasan mengapa tidak banyak UMKM berhasil ekspor ke luar negeri. Oleh karena itu, program – program yang membantu UMKM seperti program ECP adalah salah satu solusi pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.
Selanjutnya, Djatmiko Bris Witjaksono, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan, menyatakan beberapa tantangan yang dialami untuk meningkatkan kontribusi UMKM dalam ekspor ke luar negeri. Salah satu tantangan yang dirasakan, selain isu pendanaan untuk semua program yang dilakukan untuk mencapai tujuan, adalah jangkauan program yang tidak mencapai semua UMKM di Indonesia. Beliau juga menyatakan bahwa sebuah ekstensi atau lanjutan untuk program ECP bisa diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dan eskpor talent UMKM. Peran ECP merupakan bagian strategi dari rencana 20 tahun kedepan, dengan tujuan akhir menuju Indonesia emas 2045.

Setelah itu, pihak Kemendag menganugerahkan penghargaan PPEJP Award kepada mitra-mitra strategis yang telah mendukung program pendampingan serta pelatihan ekspor. Salah satu penerima penghargaan ini adalah BINUS Business School Undergraduate Program, diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Sevenpri Candra, S.Kom., S.E., M.M., ASEAN Eng. yang dinilai telah berkontribusi dalam mendukung program pelatihan ekspor.
Keterlibatan BINUS Business School Undergraduate Program dalam mendukung Export Coaching Program (ECP) juga sejalan dengan pembelajaran pada jurusan International Business Management (IBM). Jurusan IBM Binus membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai perdagangan internasional, strategi memasuki pasar global, serta pengelolaan bisnis lintas negara. Dengan kolaborasi bersama Kementerian Perdagangan untuk mendukung pendampingan dan pelatihan ekspor, BINUS turut berperan dalam mendorong kesiapan pelaku UMKM Indonesia untuk bersaing di pasar internasional melalui perluasan wawasan Mahasiswa IBM menuju sasaran Indonesia emas 2045.
Comments :