Mahasiswa BINUS University Ikut Diskusi Tentang Aksesi OECD Indonesia

Tangerang, 19 Agustus 2026 – Mahasiswa program International Business Management dari Binus University mengikuti acara “Future Prospects: Indonesia’s OECD Accession for Golden Indonesia 2045,” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, bekerja sama dengan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2026 di Erasmus Huis, Jakarta.
Acara ini akan mempertemukan mahasiswa, profesional muda, pembuat kebijakan, akademisi, perwakilan sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk membahas bagaimana aksesi Indonesia ke OECD dapat berkontribusi pada tata kelola yang lebih kuat, iklim investasi yang lebih kompetitif, transparansi yang lebih tinggi, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk Indonesia.

Sebagai konteks, Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD Adalah sebuah organisasi internasional yang berdiri pada tahun 1961 dan berpusat di Paris, Prancis. Tujuan OECD adalah merumuskan kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial global, Khususnya pada sektor-sektor strategis seperti perpajakan, perdagangan, pendidikan, lingkungan, dan pembangunan internasional. Kebijakan ini dibuat melalui melalui formulasi, standardisasi, serta diseminasi metodologi, analisis, dan praktik terbaik.
Beberapa momen penting yang terjadi saat acara adalah saat Dr. Edi Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, menyampaikan penilaian yang jernih mengenai kemajuan Indonesia dalam proses aksesi, milestone yang sudah tercapai dan reformasi tegas yang masih menanti di depan.
Selain itu, Shinta Kamdani, (CEO Sintesa Group dan Chairman APINDO) dan Ilham A. Habibie (Presiden Komisaris, PT ILTHABI Rekatama) memaparkan argumen yang kuat mengenai sektor swasta yang seharusnya menjadi kekuatan pendorong, dan tidak hanya sekadar menjadi penonton dalam perjalanan.
Duta Besar Republik Chile, Mario Ignacio Artaza juga ikut berbagi kisah nyata yang inspiratif mengenai perjalanan aksesi negaranya, Chile. Dimulai dari hambatan dan pelajaran yang didapat, hingga manfaat transformatif yang dihasilkan, khususnya bagi generasi muda. Ada juga Massimo Geloso Grosso, kepala Kantor OECD Jakarta, yang memanfaatkan pengalaman lapangan selama satu dekade untuk menunjukkan bagaimana reformasi struktural di bidang pendidikan dan ekonomi informal dapat memperluas basis pajak serta membangun Indonesia yang lebih tangguh dan inklusif.

Program International Business Management Binus bangga dapat berpartisipasi dalam diskusi ini untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan para pembicara. Sebagai mahasiswa yang hidup dalam era globalisasi dan digitalisasi, mahasiswa BINUS, terutama yang berjurusan International Business Management akan memasuki dunia kerja yang semakin terhubung dengan ekonomi internasional. Pemahaman terhadap isu seperti aksesi OECD Indonesia dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa. Pengalaman seperti ini terus membantu mahasiswa IBM untuk memperluas wawasan global serta menjadi peluang networking yang berharga melalui pertukaran gagasan yang terjadi antara Mahasiswa dan para pembicara.
Acara seperti “Future Prospects: OECD Accession for Golden Indonesia 2045” juga dapat mendorong mahasiswa untuk melihat dirinya sebagai bagian dari proses pembangunan nasional. Indonesia Emas 2045 bukan hanya target pemerintah, tetapi juga merupakan masa depan yang akan dijalani oleh generasi muda saat ini.
Comments :