Digitalisasi Perbankan di Indonesia: Menguak Keunggulan Kompetitif Melalui Kapabilitas Transformasi Digital

Perkembangan teknologi di berbagai sektor membuat transformasi digital menjadi sebuah keharusan. Tidak terkecuali bagi lembaga keuangan. Lembaga keuangan perlu melakukan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional, memberikan layanan yang lebih cepat dan efektif kepada nasabah, serta tetap bersaing dalam era teknologi yang terus berkembang.

Michael Tactria, BINUSIAN program Doctor of Research in Management di BINUS Business School, membahas tentang bagaimana peran kapabilitas transformasi digital terhadap keunggulan kompetitif lembaga perbankan. Simak selengkapnya rangkuman disertasinya yang berjudul “PERAN KAPABILITAS TRANSFORMASI DIGITAL TERHADAP KEUNGGULAN KOMPETITIF DIGITAL: STUDI EMPIRIK PADA INDUSTRI PERBANKAN DI INDONESIA” berikut ini!

Mengapa Lembaga Perbankan Penting Memiliki Keunggulan Kompetitif Digital?

Setiap perusahaan, bisnis atau lembaga yang bekerja untuk menghasilkan keuntungan, menjadi unggul dalam kompetisi adalah sebuah keharusan. Begitu juga lembaga perbankan yang harus memiliki keunggulan kompetitif digital. Ada beberapa alasan mengapa lembaga perbankan harus memiliki keunggulan kompetitif di ranah digital:

  • Efisiensi Operasional. Keunggulan kompetitif digital membantu perbankan meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi dan teknologi fintech, mengurangi biaya operasional
  • Inovasi Produk dan Layanan. Transformasi digital memungkinkan lembaga perbankan menciptakan produk dan layanan baru, meningkatkan pengalaman nasabah melalui platform digital
  • Pertumbuhan dan Pasar Baru. Dengan keunggulan kompetitif digital, perbankan dapat mengeksplorasi pasar baru secara online, mempercepat pertumbuhan dan diversifikasi
  • Keamanan dan Kepatuhan. Keunggulan kompetitif mencakup keamanan dan kepatuhan, dengan adopsi teknologi tinggi untuk melindungi data nasabah dan mematuhi regulasi keuangan
  • Daya Saing Industri. Persaingan ketat di industri perbankan mendorong perlunya keunggulan digital untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan tren teknologi
  • Responsif terhadap Konsumen. Keunggulan kompetitif digital memungkinkan perbankan untuk merespons dengan cepat perubahan kebutuhan dan preferensi nasabah melalui analisis data mendalam.

Apa Saja Elemen Kapabilitas Transformasi Digital?

Kapabilitas Transformasi Digital merujuk pada kemampuan sebuah organisasi, seperti lembaga perbankan, dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif untuk meningkatkan kinerja, inovasi, dan keunggulan kompetitif dalam lingkungan bisnis yang terus berubah.

Dalam disertasinya, Michael Tactria menyebutkan 6 elemen dari Kapabilitas Transformasi Digital yakni:

  • Kepemimpinan Ambideksteritas. Menunjukkan kemampuan organisasi untuk mengintegrasikan eksplorasi dan eksploitasi dalam strategi dan tindakan kepemimpinan
  • Ketangkasan Strategis. Merupakan kemampuan organisasi untuk dengan cepat dan efektif menyesuaikan strategi bisnisnya dengan perubahan lingkungan eksternal
  • Kultur Organisasi. Mencerminkan sejauh mana budaya organisasi mendukung dan mendorong transformasi digital, termasuk nilai, norma, dan keyakinan
  • Keunggulan Strategis. Menggambarkan kemampuan organisasi untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif melalui penerapan teknologi digital.
  • Kesiapan akan Perubahan. Menilai sejauh mana organisasi memiliki sikap dan kesiapan yang tinggi terhadap perubahan, khususnya dalam konteks transformasi digital
  • Fleksibilitas Perubahan. Mengacu pada kemampuan organisasi untuk secara efektif mengelola dan merespons perubahan, termasuk fleksibilitas dalam struktur, proses, dan budaya.

Bagaimana Peran Kapabilitas Transformasi Digital terhadap Keunggulan Kompetitif Digital Lembaga Perbankan? 

Dalam penelitian tersebut, Kapabilitas Transformasi Digital terbukti menjadi pilar utama dalam mencapai keunggulan kompetitif digital. Pengukuran kapabilitas ini melibatkan enam dimensi, termasuk kepemimpinan ambideksteritas, ketangkasan strategis, dan kultur organisasi, yang secara signifikan memengaruhi keunggulan kompetitif digital.

Kepemimpinan ambideksteritas khususnya, memainkan peran dominan dalam membangun kapabilitas transformasi digital. Penelitian juga menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam membangun kapabilitas tersebut, dengan faktor-faktor seperti keunggulan strategis, kesiapan akan perubahan, dan fleksibilitas perubahan juga memberikan kontribusi penting terhadap mencapai keunggulan kompetitif digital.

Sebagai hasilnya, dapat disimpulkan bahwa Kapabilitas Transformasi Digital adalah landasan krusial bagi lembaga perbankan untuk meraih keunggulan kompetitif di era digital.

Secara keseluruhan, transformasi digital menjadi kunci sukses bagi lembaga perbankan dalam menghadapi dinamika industri keuangan yang terus berkembang. Dengan mengoptimalkan Kapabilitas Transformasi Digital, lembaga perbankan dapat memperoleh keunggulan kompetitif digital yang optimal.

 

 

Kepemimpinan ambideksteritas, ketangkasan strategis, dan kultur organisasi membentuk fondasi kokoh, sementara keunggulan strategis, kesiapan akan perubahan, dan fleksibilitas perubahan melengkapi struktur tersebut. Dalam menghadapi tantangan pasar dan teknologi, lembaga perbankan perlu terus memperkuat kapabilitas transformasi digitalnya guna memastikan relevansi dan daya saing yang berkelanjutan di era digital ini.

Sebelum mengambil program Doctor in Research Management (DRM) di BINUS Business School, Michael Tactria merupakan lulusan Magister BINUS University dengan program double degree untuk Finance Investment dan Information Technology.

Memulai karier di PT. Bank Sinarmas Tbk tahun 2008 sebagai System Engineering and IT Services Division Head, Michael Tactria kini menjabat sebagai Group Head Information Technology.

Berbekal pengalamannya selama 15 tahun lebih di industri perbankan, Michael Tactria berharap penelitian doktoralnya ini tidak hanya akan memberikan dampak bagi industri perbankan tanah air dan kandidat DRM lainnya, tapi juga masyarakat secara umum.