Pernah nggak sih, awalnya cuma mau scrolling TikTok sebentar, tetapi malah berakhir mencari outfit yang dipakai kreator favoritmu? Mulai dari video Get Ready With Me (GRWM), Outfit of the Day (OOTD), sampai inspirasi mix and match, TikTok sering membuat kita menemukan gaya berpakaian baru yang akhirnya bikin penasaran untuk dicoba.

Bahkan, nggak jarang kita menemukan kolom komentar yang dipenuhi pertanyaan seperti “Where’s the jacket from?” atau “Where is the top from?”. Kelihatannya sederhana, tetapi pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa penonton bukan cuma tertarik dengan kontennya, melainkan juga ingin tahu produk apa yang digunakan kreator.

Dari yang awalnya sekadar mencari inspirasi, kita bisa berakhir mengecek harga, membaca ulasan, sampai memasukkan produk ke keranjang belanja. Lalu, bagaimana konten fashion di TikTok bisa memengaruhi cara Gen Z menemukan tren dan memutuskan untuk membeli sesuatu?

Awalnya Cuma Cari Inspirasi Outfit

Konten fashion membuat kita bisa melihat bagaimana pakaian dipadukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika gaya seorang kreator terasa cocok dengan selera kita, produk yang dikenakannya pun bisa terlihat semakin menarik.

Di sinilah influencer marketing berperan. Brand memanfaatkan kreator untuk memperkenalkan produk kepada audiens yang sesuai dengan target pasarnya. Bukan hanya jumlah pengikut, kepercayaan terhadap kreator dan kesamaan gaya juga dapat memengaruhi ketertarikan konsumen. Penelitian Handranata dan Kalila (2025) membahas bagaimana kredibilitas influencer fashion berkaitan dengan sikap konsumen serta perilaku pembelian.

Selain itu, ada fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari tren yang sedang ramai. Ketika produk yang sama terus muncul di FYP, kita bisa ikut penasaran dan ingin memilikinya. Tanpa disadari, keinginan membeli bisa muncul bukan hanya karena membutuhkan produk, tetapi juga karena sering melihatnya di media sosial.

Ketika Tren Fashion Jadi Peluang Bisnis

Bagi brand fashion, TikTok menjadi peluang untuk memperkenalkan produk melalui video styling, ulasan, hingga sesi LIVE. Peluang ini terlihat dari perkembangan perdagangan fashion berbasis konten.

Berdasarkan data perusahaan yang diberitakan Liputan6 (Riani, 2026), nilai transaksi fashion di TikTok Shop meningkat 70% pada Semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, jumlah kreator fashion juga meningkat 74%, sementara nilai transaksi yang dihasilkan kreator fashion naik 95%.

Angka ini menunjukkan besarnya peluang pemasaran fashion melalui konten digital. Meski begitu, peningkatan transaksi tersebut tidak berarti bahwa viralitas menjadi satu-satunya faktor yang mendorong pembelian. Brand tetap perlu menjaga kualitas produk, memahami selera konsumen, dan memilih kreator yang sesuai dengan target pasar agar konten bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga berpeluang membangun kepercayaan konsumen.

Nggak Semua yang Viral Harus Dibeli

Mengikuti tren fashion bisa menjadi cara menyenangkan untuk menemukan gaya baru. Namun, sebelum membeli produk yang sedang viral, coba tanyakan pada diri sendiri: “Aku memang suka produknya, atau cuma tertarik karena sering melihatnya di FYP?”

Pada akhirnya, TikTok bisa menjadi tempat bertemunya tren, konsumen, dan peluang bisnis. Bagi brand, tantangannya bukan sekadar membuat produk viral, tetapi juga memberikan nilai yang membuat konsumen ingin kembali. Sementara bagi konsumen, mengikuti tren nggak harus selalu berarti membeli sesuatu yang baru.

Referensi

Khotimah, F. N. (2026, October 1). Industri fesyen lokal tumbuh melalui perdagangan berbasis konten. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/5767500/industri-fesyen-lokal-tumbuh-melalui-perdagangan-berbasis-konten 

Riani, A. (2026, October 5). Tren Fashion 2026 di TikTok Makin Beragam, Gorpcore hingga OOTD Jadi Sorotan. liputan6.com. https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8305886/tren-fashion-2026-di-tiktok-makin-beragam-gorpcore-hingga-ootd-jadi-sorotan 

Handranata, Y. W., & Kalila, S. (2025). Attitude toward fashion influencers and its impact on purchase behavior: the roles of brand attitude and purchase intention. Frontiers in Communication, 10. https://doi.org/10.3389/fcomm.2025.1583602