BINUS University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands

Binus Bekasi| Januari 2026. BINUS University Kampus Bekasi menjadi tuan rumah lokasi penyelenggaraan Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL), sebuah forum kolaborasi internasional yang mempertemukan perwakilan akademisi, industri, dan pemerintah dari Indonesia maupun Belanda untuk menyusun arah dan strategi riset bersama di bidang logistik berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi Triple Helix, yaitu kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan sektor pemerintah dalam mendorong inovasi di bidang logistik. Pendekatan yang digunakan adalah konsep living lab, di mana proses penelitian dilakukan secara langsung dalam lingkungan nyata dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari pengembangan solusi yang aplikatif.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari BINUS University dan dilanjutkan dengan penyampaian keynote speech oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta HAN University of Applied Sciences. Dalam pemaparannya, BRIN menyoroti pentingnya implementasi konsep green logistics sebagai respons terhadap tingginya kontribusi sektor transportasi terhadap emisi karbon nasional yang mencapai sekitar 19,2 persen. Penerapan logistik berkelanjutan dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta SDG 13 terkait aksi terhadap perubahan iklim.
Pada kesempatan yang sama, Erik van Zanten dari HAN University of Applied Sciences menjelaskan berbagai peluang pendanaan riset melalui skema kerja sama EU–ASEAN yang mendukung pengembangan kolaborasi Triple Helix, terutama dalam bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET). Melalui skema tersebut, tersedia peluang pendanaan hingga €180.000 bagi proyek-proyek riset terapan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur logistik, logistik hijau, dan logistik cerdas.
Melalui sesi project mapping dan diskusi kelompok, para peserta berhasil merumuskan tiga tema besar yang akan menjadi fokus kolaborasi, yaitu Infrastructure Optimization, Green Logistics, dan Smart Logistics. Ketiga tema tersebut diharapkan menjadi landasan utama bagi pengembangan riset bersama selama periode 2026–2028, dengan perhatian khusus pada berbagai tantangan strategis seperti tingginya biaya logistik nasional, rendahnya tingkat adopsi teknologi, fragmentasi rantai pasok, serta isu keberlanjutan lingkungan dan pengurangan emisi karbon.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan signing ceremony yang menandai komitmen seluruh anggota konsorsium LLGCI-NL untuk mengimplementasikan peta jalan riset yang telah disusun secara bersama. Momentum ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem riset logistik berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia di tingkat internasional.
Melalui pendekatan living lab, LLGCI-NL tidak hanya berfokus pada pengembangan penelitian, tetapi juga memberikan ruang keterlibatan yang lebih luas bagi mahasiswa melalui kegiatan tesis, program magang, studi kasus, serta proyek-proyek terapan. Dengan demikian, program ini mampu menjembatani kebutuhan dunia industri dengan pembelajaran akademik secara lebih efektif dan relevan.
Tentang LLGCI-NL. Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL) merupakan inisiatif kolaboratif internasional yang bertujuan menghasilkan berbagai solusi inovatif dalam bidang logistik berkelanjutan melalui kerja sama antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah di Indonesia maupun Belanda. Fokus utama inisiatif ini mencakup penguatan infrastruktur logistik, percepatan transisi energi, digitalisasi rantai pasok, serta pengurangan emisi karbon.
LLGCI-NL didirikan oleh empat institusi utama, yaitu BINUS University melalui Program Business Management BINUS @Bekasi, HAN University of Applied Sciences, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Cikarang Dry Port. Seiring perkembangannya, berbagai institusi pendidikan, lembaga pemerintah, dan pelaku industri telah bergabung sebagai anggota living lab ini untuk bersama-sama mendorong terwujudnya sistem rantai pasok yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing di Indonesia.
Comments :