Rantai pasokan global saat ini sedang menghadapi badai ganda. Di satu sisi, kelangkaan bahan baku dan keterlambatan pengiriman terus menjadi masalah. Di sisi lain, fenomena “The Great Attrition” – lonjakan pengunduran diri karyawan secara sukarela – semakin memperparah situasi. Kombinasi dari kedua tren ini menimbulkan tantangan signifikan bagi perusahaan di berbagai industri, berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Krisis Keterampilan Mengancam Kelancaran Rantai Pasokan

Kelangkaan tenaga kerja terampil bukanlah hal baru dalam rantai pasokan. Namun, parahnya situasi saat ini membuat kelancaran rantai pasokan terancam. Survei terhadap 2.000 eksekutif rantai pasokan oleh MHI menunjukkan bahwa perekrutan dan mempertahankan pekerja terampil adalah tantangan utama (McKendrick, 2023). Kekurangan ini terjadi di semua titik rantai pasokan, mulai dari pengadaan hingga produksi, logistik, dan pengiriman barang dan jasa.

Industri manufaktur barang tahan lama, perdagangan grosir dan eceran, serta layanan kesehatan termasuk yang paling terdampak. Bahkan jika semua pengangguran dengan pengalaman di sektor-sektor ini dipekerjakan, kekosongan pekerjaan masih akan tetap tinggi (De Smet et al., 2021). Akibatnya, produksi terhambat, distribusi terganggu, dan penjualan melambat.

“The Great Attrition” Memperparah Kekurangan Tenaga Kerja

Melonjaknya pengunduran diri karyawan secara sukarela, yang dikenal sebagai “The Great Attrition”, semakin memperparah masalah kekurangan tenaga kerja. Banyak karyawan meninggalkan pekerjaan mereka karena berbagai alasan, termasuk kekecewaan, kelelahan, mencari peluang baru, atau memilih untuk pensiun dini, memulai bisnis, atau bergabung dengan gig economy.

Dampak dari tren ini sangat luas. Organisasi dihadapkan pada kenaikan gaji, inflasi, dan gangguan rantai pasokan dalam jangka pendek. Lebih lanjut, penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) dan resesi dapat terjadi dalam jangka panjang, terutama pada sektor-sektor yang didominasi oleh pekerja manual.

Menuju Solusi: Menarik dan Mempertahankan Talenta Terbaik

Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan perlu mengambil tindakan proaktif untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Investasi dalam teknologi seperti otomatisasi, robotika, dan kecerdasan buatan dapat membantu menangani sebagian tugas dan meningkatkan efisiensi. Namun, teknologi tetap membutuhkan manusia untuk membangun, mengoperasikan, dan mengelolanya.

Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja juga sangat penting. Pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan dapat membantu karyawan meningkatkan keahlian mereka dan beradaptasi dengan perubahan teknologi. Selain itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang menarik dengan menawarkan fleksibilitas dan otonomi, gaji dan tunjangan yang kompetitif, budaya kerja yang positif, serta peluang pengembangan profesional.

Komunikasi dan transparansi juga menjadi kunci. Membangun kepercayaan dan loyalitas karyawan dapat dicapai melalui komunikasi yang terbuka dan jujur antara manajemen dan karyawan. Dengan mengatasi kedua tantangan ini secara holistik, perusahaan dapat membangun rantai pasokan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Kelangkaan tenaga kerja terampil dan “The Great Attrition” merupakan tantangan besar yang dihadapi rantai pasokan global saat ini. Namun, dengan investasi dalam teknologi, pengembangan keterampilan tenaga kerja, dan pembangunan lingkungan kerja yang menarik, perusahaan dapat mengatasi tantangan ini dan memastikan kelancaran rantai pasokan serta pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Referensi

De Smet, A., Dowling, B., Mugayar-Baldocchi, M., & Talloen, J. (2021, December 6). The Great Attrition: Facing the labor shortage conundrum. Mckinsey . https://www.mckinsey.com/capabilities/people-and-organizational-performance/our-insights/the-organization-blog/the-great-attrition-facing-the-labor-shortage-conundrum

McKendrick, J. (2023, September 18). How to Address the Supply-Chain Staffing Crisis. Harvard Business Review. https://hbr.org/2023/09/how-to-address-the-supply-chain-staffing-crisis