Business and Organization in Gig Economy

Gig economy adalah sistem pasar tenaga kerja dimana pekerjaan suatu perusahaan fleksibel dan perusahaan cenderung memperkerjakan freelancer independent dalam jangka pendek daripada pekerja penuh waktu. Dengan adanya gig economy yang berbasis teknologi membuat pelayanan lebih murah dan efisien bagi penggunannya seperti Uber, Airbnb, Online shop, dll. Biasanya gig economy lebih berkembang di perkotaan sehingga manfaatnya lebih terasa seperti orang dapat melakukan pekerjaan secara mobile dan jarak jauh melalui platform digital. Selain itu, dengan digitalisasi dapat mengganti jenis pekerjaan dengan perangkat lunak sehingga lebih memaksimalkan efisiensi waktu kerja.

Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan Gig Economy:

  • Memulai bisnis dan pekerjaan baru khususnya berbasis teknologi seperti konten pemasaran, dll.
  • Meminimalkan pengeluaran pada bisnis konvensional.
  • Menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Keuntungan gig economy secara umum dan untuk bisnis:

  • Secara umum:
  • Fleksibel dan mobile sehingga pekerjaan dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
  • Pilihan untuk memilih pekerjaan lebih luas.
  • Peluang mendapatkan penghasilan lebih besar.
  • Bisnis:
  • Mengurangi fixed cost
  • Memfasilitasi efisiensi operasi
  • Dapat memilih pekerja dari seluruh bidang di seluruh dunia.

Kekurangan gig economy secara umum dan bisnis:

  • Umum:
  • Tidak memiliki pendapatan yang stabil.
  • Tidak mendapatkan tunjangan.
  • Bisnis:
  • Pekerja yang tidak berpengalaman.
  • Pekerja tidak dapat diandalkan.

References:

Dr. Maria Grace Herlina S.Sos.,MM. & Erica