Trend of Gig Economy

Gig economy adalah sebagai suatu kondisi perekonomian di mana terjadi pergeseran status tenaga kerja dari yang umumnya adalah pekerja tetap menjadi pekerja kontrak sementara (short-term contract), pekerja independen, maupun pekerja tidak tetap (temporary workers). Dan pekerjaan fleksibel adalah hal biasa dan perusahaan cenderung mempekerjakan kontraktor independen dan freelance daripada karyawan tetap. Bagi beberapa jenis pekerja yang memiliki keterampilan profesional, dunia kerja gig economy menawarkan fleksibilitas, serta penghasilan menggiurkan. Misalnya, para konsultan yang mematok sendiri tarif mereka, demikian juga desainer, hingga pemrogram perangkat lunak.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • peningkatan adopsi digital: orang beralih ke platform digital untuk kebutuhan sehari-hari
  • perubahan pola mobilitas: berkurangnya penggunaan angkutan umum
  • perubahan perilaku pembelian: pindah ke pembelian berbasis katup
  • peningkatan kesadaran kesehatan: pakai masker
  • perubahan perilaku interpersonal: peningkatan perceraian

Trend of Gig Economy

  • minat dari waktu ke waktu meningkat seiring dengan meningkatnya volume penelusuran selama 5 tahun terakhir
  • platform pasar berbasis teknologi

Berkembang karena pandemi

  • Pemahaman konsumen: pentingnya diberikan kepada departemen wawasan untuk mengetahui secara mendalam kebutuhan
  • Inovasi: perusahaan-perusahaan ini membutuhkan komitmen strategis untuk pengembangan dan inovasi
  • rantai pasokan: mereka mencari ketangkasan dalam logistik dan manajemen stok
  • manajemen risiko: mereka melakukan offshoring dan diversifikasi untuk mengurangi eksposur risiko

Reference:

https://tirto.id/eqxU

https://www.economica.id/2020/05/01/gig-economy-dinamika-ketenagakerjaan-di-indonesia/

Dr. Maria Grace Herlina S.Sos.,MM. & Rafi Auvito Deva