3 Pelaku Dalam Gig Economy
Gig economy adalah sebuah sistem dan kondisi dimana terjadinya status pergeseran para pekerja perusahaan, yang mana sebelumnya adalah pegawai atau pekerja teteap disuatu perusahaan, dimutasikan menjadi pegawai atau pekerja kontrak sementara maupun pegawai atau pekerja tidak tetap.
Gig economy merupakan sistem pasar tenaga kerja bebas dimana pihak perusahaan mengontrak pekerja independen untuk jangka waktu pendek. Mengapa keadaan ini disebut dengan ‘gig economy’? Hal ini merujuk pada kata ‘gig’ yang mana kata tersebut merupakan slang dalam istilah Bahasa Inggris yang dapat diartikan secara harfiah sebagai ‘manggung’. Di sisi lain, istilah ‘gig’ dalam istilah ‘gig economy’ berarti ‘pekerjaan untuk periode waktu tertentu’. Contoh pekerja dalam gig economy adalah pekerja paruh waktu atau freelancer, pekerja berbasis proyek, kontraktor independen, dan lain sebagainya.
Sistem ini merujuk pada istilah maraknya pekerja freelance, atau staf yang direkrut untuk proyek-proyek jangka pendek, atau pada saat dibutuhkan saja. Melihat dari sisi pekerja, fenomena Gig Economy juga memberikan dampak buruk bagi mereka yang tak pandai beradaptasi dan bereksplorasi. Bagi seorang freelancer yang terampil, mereka dapat dengan mudah bekerja di manapun dengan fleksibel dan memperoleh penghasilan yang baik.
Ada 3 aktor atau pelaku dalam gig economy. Tiga aktor tersebut adalah:
- Perusahaan
Perusahaan merupakan aktor yang menjadi kekuatan utama dalam gig economy. Tidak sembarang perusahaan yang dimaksud menjadi aktor dari gig economy. Perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan yang sejenis dengan Uber, Grab, Gojek, Lyft, Airbnb, Etsy, TaskRabbit, dan lainnya. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kesamaan ciri-ciri yaitu:
- Memfasilitasi transaksi langsung antara konsumen dan produsen.
- Jadwal kerja yang fleksibel untuk pekerja.
- Pembayaran online dari platform.
- Profil dan ulasan online dari produsen dan konsumen.
2. Pekerja
Pekerja dalam gig economy dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pekerja penyedia jasa dan pekerja penyedia barang. Yang termasuk dalam pekerja penyedia jasa adalah pengemudi, kurir, tukang, dan lain sebagainya. Sedangkan yang termasuk dalam pekerja penyedia barang adalah seniman, pengecer pakaian, pengrajin, dan lain sebagainya.
3. Konsumen
Seperti definisi konsumen pada umumnya, konsumen merupakan pihak yang menikmati barang atau jasa yang ditawarkan dalam pasar ekonomi. Konsumen merupakan salah satu aktor gig economy yang penting. Hal ini disebabkan tanpa adanya konsumen, maka transaksi tidak akan dapat berjalan.
Reference:
- https://www.simulasikredit.com/apa-itu-gig-economy/
- https://www.wartaekonomi.co.id/read221527/apa-itu-gig-economy