Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat dan Penurunan Suku Bunga Bank Sentral (Part 2)

            Pemangkasan bunga oleh Bank Sentral di setiap Negara dilakukan untuk mendorong atau memicu perekonomian kembali. Pada saat perekonomian melambat, orang cenderung enggan untuk meminjam uang di bank dan lebih memilih untuk menyimpannya. Bunga bank yang rendah diharapkan mendorong orang untuk lebih tertarik meminjam uang karena biayanya yang rendah sehingga uang berputar kembali. Prinsip mudahnya, saat ekonomi memburuk, orang akan lebih berhati-hati dalam meminjam uang (permintaan kredit menurun) sehingga mendorong bunga bank menjadi rendah. Sebaliknya jika keadaan ekonomi membaik maka orang cenderung lebih tertarik untuk melakukan pinjaman (permintaan kredit meningkat) sehingga bunga bank meningkat. Perubahan bunga bank sentral ini pun akan berdampak bagi seluruh bunga bank pemerintah dan swasta serta segala macam jenis pinjaman yang tersedia.

            Perubahan bunga bank ini akan berdampak suku bunga deposito & kredit, kredit yang disalurkan, harga Asset (Saham & Obligasi), nilai tukar dan ekpestasi inflasi. Suku bunga rendah yang memungkinkan orang Indonesia untuk lebih mudah memperoleh pinjaman usaha, pinjaman kepemilikan rumah, dan kredit kendaraan bermotor dengan biaya yang lebih murah. Namun ini juga berlaku untuk deposito di mana nilai investasi (untung) deposito akan terpangkas karena turunnya suku bunga bank. Satu hal yang perlu diingat bahwa bunga bank sentral hanya menjadi acuan untuk bank pemerintah dan bank swasta lainnya, bank-bank tersebut tidak wajib untuk mengikuti persis bunga bank sentral dan bisa terdapat perbedaan. Sebagai perbandingan lihat contoh bunga deposito dan bunga kredit berikut:

BI 7-day (Reverse) Repo Rate (Bunga Bank Indonesia per Oktober 2019) – 5.00%

Nama Bank

1 Bln (%) 3 Bln (%) 6 Bln (%) 1 Thn (%)
CITIBANK 3.9 4.7 5 5.2
DEUTSCHE BANK AG 2.5 2.7 2.8 3
STANDARD CHARTERED BANK 3.8 4.6 4.8 4.8
BANK HSBC INDONESIA 5.4 5.2 5.4 5.8
BANK ANZ INDONESIA 2.8 2.9 3.1 3.2
BANK BUKOPIN 6 6 6.3 6.3
BANK CENTRAL ASIA Tbk 4.5 4.5 4.5 4.6
BANK CIMB NIAGA 6 6.6 6 6.1
BANK COMMONWEALTH 4.9 5.5 5.9 5.9
BANK DANAMON INDONESIA 5.8 5.8 5.8 5.8
BANK DBS INDONESIA 4.6 5.8 5.6 6.2
BANK ICBC INDONESIA 6.6 6.6 5.8 5.8
BANK MANDIRI 4.5 6.4 5.3 5.1
BANK MAYBANK INDONESIA 5.4 5.4 5.4 5
BANK MAYORA 6.3 6.8 6.1 6.1
BANK MEGA 5.9 6.1 6 5.9
BANK NEGARA INDONESIA 1946 5.1 5.8 5.5 5.3
BANK OCBC NISP Tbk 4.3 5.8 5.8 5.4
BANK PANIN INDONESIA 4.6 5.6 5.8 5.6
BANK PERMATA Tbk 5.8 5.8 5.6 5.6
BANK RAKYAT INDONESIA 5.5 5.8 5.8 5.8
BANK TABUNGAN NEGARA 6.3 6.3 6.1 6
BANK UOB INDONESIA 5 5.3 4.8 4.1

Sumber: Kontan, 2019

            Dapat disimpulkan bahwa bank sentral setiap negara memiliki peran penting dalam menangani pertumbuhan ekonomi yang melambat. Bank Sentral harus cepat dalam menanggapi situasi ekonomi suatu negara dengan membuat kebijakan moneter yang tepat untuk mengatasinya. Di waktu yang akan datang, bank sentral di setiap negara harus mempertimbangkan setiap kebijakan dengan saksama. Ini karena perekonomian dunia yang semakin lambat dan ada bayang-bayang resesi di waktu yang akan datang. (MN206 – Business Management Laboratory)

 

Referensi:

https://www.investopedia.com/ask/answers/102015/do-interest-rates-increase-during-recession.asp

https://www.cnbcindonesia.com/market/20191109165613-17-113992/pertumbuhan-ekonomi-ri-terus-melambat-bisa-bangkit-gak

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191015211855-532-439795/imf-pangkas-lagi-proyeksi-laju-ekonomi-global-jadi-3-persen

https://katadata.co.id/infografik/2019/11/14/wabah-resesi-ancam-ekonomi-global

https://tradingeconomics.com/united-states/interest-rate