Goal Programming (Part 3)

5. Perumusan Goal Programming

Berikut ini 6 langkah dalam perumusan Goal Programming (Mulyono dalam Yuliani dan Pujiyanti, 2013:973):

  1. Menentukan variabel keputusan.

Untuk menentukan variabel keputusan dengan jelas terhadap variabel yang tidak diketahui untuk selanjutnya ke tahap pemodelan.

  1. Menyatakan sistem kendala.

Pertama menentukan nilai-nilai sisi kanan, kemudian menentukan koefisien teknologi yang sesuai dan variabel keputusan yang termasuk dalam kendala lalu perhatikan jenis penyimpangan yang diperbolehkan dari nilai RHS (kuantitas).

  1. Menentukan Prioritas.

Untuk menentukan prioritas dengan cara membuat urutan pada masing-masing tujuan. Tujuan tersebut diurutkan dimulai dari, tujuan tingkat kepentingan yang tinggi hingga rendah.

  1. Menentukan bobot.

Pada tahap ini membuat penilaian terhadap deviasi pada setiap tujuan yang telah ditetapkan dan diurutkan.

  1. Menyatakan fungsi tujuan.

Menentukan variabel simpangan yang akan dimasukkan ke dalam fungsi tujuan. Dalam menentukan variabel simpangan penggunaan nilai RHS (kuantitas) yang diinginkan harus konsisten dengan batasan-batasan yang ada dan pastikan prioritas dan bobot sudah tepat.

  1. Menyatakan keperluan non-negatif.

Langkah ini merupakan langkah yang paling utama dalam Goal Programming. Karena langkah ini merupakan langkah yang membedakan antara Goal Programming dengan Linear Programming.

 

Referensi

Devani, V. (2013). Optimasi Perencanaan Produksi dengan Menggunakan Metode Goal Programming. Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol. 11 No. 1.

Paath, P. C., & Dundu, J. T. (2015). Analisis Pengendalian Bahan Proyek Pembangunan Dengan Metode Goal Programming Prioritas (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Sekolah Eben Haezar). Jurnal Sipil Statik Vol. 3 No. 5, 351-360.

Render, B., Stair, R. M., & Hanna, E. M. (2012). Quantitative Analysis for Management. Global Edition. Twelfth Edition. England: Pearson Education Limited.

Dr. Sambudi Hamali