Loading
Loading...
Menu BINUS

Talkshow Global Trade Management Bahas Luasnya Peluang Perdagangan Internasional

 

Bagaimana perdagangan internasional dapat membuka peluang bagi bisnis dan generasi muda Indonesia? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam talkshow “The World in Motion: How Global Trade Connects Business, People, and Opportunities” yang menjadi bagian dari Grand Launching Program Global Trade Management (GTM) BINUS @Bekasi pada Rabu, 16 September 2026.

Talkshow ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai perspektif, yaitu Hilmi H. Kartasasmita, B.Sc. (Hons), M.Sc., selaku Deputy Head of the KADIN Global Engagement Office (GEO), Dr. Reza Pahlevi Chairul, S.Si., M.AS., selaku Direktur Pengamanan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Assistant Professor Dr. Bilal Khalid, Assistant Dean for International Education Standards Accreditation at King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand, serta Gyandev Timothy Pandori, S.E., Founder PT Ayo Makan Sayur dan Business Development PT Sumatran Organic Spice yang juga merupakan alumni dari BINUS University. 

Pembahasan diawali dengan Pak Hilmi H. Kartasasmita menjelaskan bahwa perdagangan tidak hanya berperan sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga semakin berkaitan dengan diplomasi. Ia turut membahas peran KADIN dalam menjembatani dunia usaha Indonesia dengan pemerintah dan trade chamber dari negara lain. Menurutnya, berbagai perjanjian perdagangan yang telah dimiliki Indonesia membuka akses ke pasar internasional yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan lebih lanjut oleh pelaku usaha.

Dari perspektif pemerintah, Dr. Reza Pahlevi Chairul membahas bagaimana perdagangan memiliki berbagai aturan untuk mengatur persaingan dan melindungi pasar. Beliau menjelaskan mengenai trade remedies, termasuk ketika produk dari negara lain masuk ke pasar Indonesia dengan praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Di sisi lain, beliau juga menekankan pentingnya membuka akses pasar agar pelaku usaha Indonesia dapat memperluas kegiatan ekspornya.

Dr. Reza juga menyoroti bahwa peluang karier dalam bidang perdagangan internasional tidak terbatas pada menjadi pelaku ekspor-impor. Generasi muda dapat mengeksplorasi berbagai peran, seperti trade consultant, profesional di perusahaan internasional, hingga organisasi internasional seperti WTO.

Sementara itu, Pak Gyandev Timothy Pandori membagikan pengalaman sebagai pelaku usaha yang bergerak di bidang ekspor produk rempah dan organik. Beliau menjelaskan bahwa permintaan dari pasar internasional dapat sangat besar, tetapi tantangan juga muncul dari sisi supply. Salah satu tantangan yang ia temui adalah keterbatasan produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan standar pasar internasional, termasuk produk organik.

 

 

Perspektif internasional turut disampaikan oleh Assistant Professor Dr. Bilal Khalid yang bergabung secara daring dari Thailand. Beliau menekankan pentingnya meningkatkan daya saing Indonesia melalui pengembangan pengetahuan, foreign direct investment, inovasi, dan produk dengan nilai tambah. Beliau juga menyoroti pentingnya kemampuan negosiasi, cross-cultural skills, networking, entrepreneurship, serta penguasaan bahasa asing bagi generasi muda yang ingin berkembang di lingkungan global.

Talkshow ini memberikan gambaran bahwa global trade memiliki ruang yang luas. Perdagangan internasional tidak hanya berkaitan dengan ekspor dan impor, tetapi juga membuka peluang di bidang bisnis, konsultasi, pemerintahan, perusahaan internasional, dan organisasi global dan generasi muda memiliki peran yang sangat penting guna mengembangkan aspek-aspek tersebut.

 

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.