Strategi Ritel Timberland

By: Gabriella (Student of Global Business Marketing)

Timbeland merupakan salah satu retailer dengan scale global yang menggunakan strategy omnichannel juga. Timberland sendiri berdiri pada tahun 1952 oleh Nathan Swartz. Produk yang ditawarkan Timberland sendiri seperti sepatu, jaket, kacamata, T-Shirt dan juga produk yang terkenalnya sendiri adalah sepatu boots. Timberland sendiri mempunyai their own philosophy yaitu REMADE, REDUCED,RECYCLED product creation. Dimana Timberland sendiri selain berbisnis retail juga peduli terhadap lingkungan. Untuk mengenal Timberland lebih lanjut kita akna membahas mengenai merchandise plans, pricing strategy dan juga promotional strategy Timberland sendiri.

Sumber: https://www.dsw.com/en/us/brands/timberland/N-1z141fl

 

Merchandise Plans
Merchandise plans adalah sebuah metode atau strategi di mana kita membuat unsur unsur yang ada sedemikian rupa yang dibuat untuk memuaskan keinginan konsumen sendiri. Timberland juga sudah menerapkan merchandise plan sendiri kedalam bagian Timberland sendiri. Dengan membuat brand Timberland sendiri dikenla oleh banyak orang banyak juga yang diperhatikan oleh Timberland ini untuk konsumennya. Dari mulai penentuan berapa jumlah banyak produk yang akan diproduksi hingga juga pembuatan design dari produk-produk Timberland sendiri dimana untuk menyesuaikan keinginan konsumen. Selain itu juga Timberland sendiri membangun brand yang kuat dengan kepeduliannya terhadap lingkungan dimana menggunakan bahan-bahan daur ulang serta ikut membuat event peduli tumbuhan. Semua dipikirkan sedemikian rumah dari kapan waktu yang tempat serta penempatan produk mereka sehingga bisa direach oleh konsumen. Merchandise plans ini sendiri dilakukan untuk mendapatkan keuntungan maka dari itu agar lebih mudah menjangkau konsumen, Timberland juga menyediakan belanja secara online maupun offline serta bekerja sama dengan beberapa e-commerce lainnya. Selanjutnya Timberland tidak berhenti namun juga memperkirakan kemajuan dan perkembangan dari penjualan produk-produk sendiri agar dimana bisa dilakukan yang Namanya evaluasi. Evaluasi sendiri sangat pentign untuk dilakukan dimana kita bisa mencegah kesalahan yang sama terjadi selain itu dengan evaluasi dan juga review konsumen akan mengembangkan inovasi dari produk Timberland sendiri.

Pricing Strategy
Pricing Strategy merupakan strategi penentuan harga yang dilakuka perusahaan atau sebuah bisnis saat sebelum menawarkan produknya kepada para kosnumen sendiri. Penentuan harga sendiri sangat pentign dilakukan karena saat kita melakukan penentuan harga akan berdampak terhadap laba perusahaan. Brand Timberland sendiri tergolong cukup competitive terhadap saingannya dalam permasalahan harga ini. Dengan kualitas serta brand yang Timberland miliki sendiri juga membuat harga yang dimiliki oleh Timberland cukup menjanjikan.
Pada harganya sendiri tergantung oleh jenis sepatu nya sendiri, rata rata harga yang diberikan oleh Timberland sendiri juga bervariasi sekitar $50 hingga mencapai $250 tergantung dengan jenis yang ditawarkan sendiri. Harga yang dimiliki oleh Timberland sendiri bisa tergolong cukup tinggi karena pada dasarnya target market brand Timberland snediri juga merupakan the upper middle class, dimana yang lebih mementingkan kualitas yang didapatkannya daripada harga itu sendiri. Jadi maka dari itu target market dari Timberland sendiri tidak terlalu sensitive terhadap harganya. Dengan begitu bisa dikatakan bahwa pricing strategy yang digunakan oleh Timberland sendiri merupakan Competition Oriented Pricing. Dimana bahwa Timberland sendiri bersaing dengan harga kompetitornya.

Promotional Strategy
Promotional Strategy atau juga bisa disebut dengan strategi pemasaran merupakan strategy yang direncanakan untuk membuat brand awareness kita naik sehingga akan meningkatkan sales dan juga profit. Timberland sendiri merupakan brand yang sudah ternama dan juga brand jadi Timberland sendiri memanfaatkan perputarannya yang tinggi untuk berinvestasi dalam tenaga penjualan yang baik dalam hal kualitas dan kuantitas. Itu juga dapat meningkatkan tampilan di dalam toko untuk menawarkan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Dengan begitu kita akan memiliki content yang bisa kita sajikan kepada para konsumen secara online sendiri. Timberland pada tahun 2017 juga membuat campaign dimana untuk mempromosikan produknya dinamakan dengan Flyroam. Sebelum membuat iklannya Timberland mementingkan pertama target audiencenya yang seusia dengan target market yang mereka miliki Ini memiliki kehadiran online yang layak, dengan konten yang menarik di platform media sosial, Setelah itu juga Timberland memikirkan sarana apa yang digunakan untuk mewujudkannya, pada Flyroam ini sendiri juga menggunakan social media marketing, dan memutuskan design dan value yang ingin disampaikan oleh Timberland. Timberland sendiri ingin meningkatkan brand awareness mereka melalui campaign Flyfoam ini.

Kesimpulan
Menurut saya pribadi brand Timberland sendiri merupakan salah satu brand retailer yang juga berhasil menerapkan omnichannel kedalam bisnisnya sendiri. Selain itu Timberland ini sendiri walaupun brand ternama dan juga terlihat exclusive namun brand ini sendiri sngat peduli terhadap linkungan. Bahkan Timberland sendiri pernah berpartisipasi dengan penanapan beribu-ribu pohon.
Salah satu tujuan Timberland menjadikan bisnisnya omnichannel juga ingin menciptakan pengalaman berbelanja yang mudah dan cepat bagi konsumen. Timberland sendiri membuat fitur dimana bernama “click and mortar” bertujuan focus kepada memberikan pilihan atau opsi tambahan dan lebih fleksibel bagi konsumen. Jadi Timberlan memberikan konsumennya tablets dimana untuk melihat, mencari produk serta membandingkan harga satu dengan yang lain. Maka dari itu brand Timberland beradaptasi dan menantang bagaimana ritel fisik berlangsung. Ini menyalurkan teknologi terbaru, seperti teknologi NFC, untuk menjembatani kesenjangan antara penjualan fisik dan penjualan online.

Referensi:
Insight, W. (n.d.). FutureStoreseast. Retrieved from FutureStore: https://futurestoreseast.wbresearch.com/timberland-omnichannel-retail-strategy-seamless-shopping-experience-ty-u
Marketing. (2017, April 30). Percolate. Retrieved from Percolate: https://blog.percolate.com/2017/10/timberland-content-marketing-strategy/#
Online, W. (2019, April 25). WartaEkonomi.co. Retrieved from WartaEkonomi.co: https://www.wartaekonomi.co.id/read225209/2020-timberland-targetkan-100-penggunaan-bahan-baku-daur-ulang
Orderhive. (2020, April 15). Orderhive. Retrieved from Orderhive: https://www.orderhive.com/knowledge-center/merchandise-planning
Team, M. S. (2020, April 19). mbaskool.com. Retrieved from mbaskool.com: https://www.mbaskool.com/marketing-mix/products/17739-timberland.html#:~:text=Timberland%20Price%2FPricing%20Strategy%3A&text=Timberland%20prices%20its%20products%20competitively,ranges%20as%20per%20the%20trends.