Cara Mengatasi Stres dan Menjalani Hidup Yang Lebih Bahagia
By: Sumarlan Wibawa, ST, MM.
BINUS Business School Executive Education Senior Facilitator
Dalam menjalani kehidupan kita sering mengalami stres atau tekanan baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari stress karena masalah pribadi, masalah keuangan, masalah hubungan dengan sesama, masalah Kesehatan dan lain-lain.
Untuk mengatasi dan mengelola stress bisa dilakukan dengan berbagai cara dan bisa dikelompokkan menjadi 2 cara, yang pertama adalah cara mengatasi stress yang berdampak negatif, temporer dan merugikan dan yang kedua adalah cara mengatasi dan mengelola stress yang bersifat permanen dan tidak merugikan.
Mari kita bahas kedua cara tersebut dan kita bisa memilih yang lebih sesuai dengan pilihan, karakter dan kebutuhan kita.
Cara Mengatasi Stress Temporer dan Berdampak NEGATIF:
- Menekan dan Menahan. Dalam proses ini kita menekan atau menahan perasaan-perasaan kita dan kita abaikan atau kesampingkan tanpa kita kelola dan selesaikan dengan baik. Perasaan-perasaan yang kita tekan dan kita tahan ini kalau kita biarkan semakin lama akan mengganggu suasana hati dan suasana batin kita dan tanpa sadar membuat kita mempunyai kecenderungan untuk mudah marah, mudah terpancing emosi, perubahan suasana hati atau mood yang tiba-tiba, ketegangan pada otot leher, bahu, sakit kepala, kram, colitis, insomnia dan kondisi-kondisi somatik lainnya yang dalam jangka panjang bisa membahayakan kesehatan fisik maupun mental kita dan bisa menganggu hubungan kita dengan orang lain.
- Mengekspresikan atau Meledakkan. Perasaan stress diekspresikan dengan kemarahan, dengan ucapan yang keras atau kasar atau dengan meledakkan perasaan kita dengan ekstrem bahkan bisa diikuti dengan penyerangan ke pihak lain yang dianggap sebagai penyebab stress. Akibat dari ekspresi ini bisa merugikan diri sendiri, pihak yang dianggap menjadi penyebab atau pemicu, orang-orang yang ada didekatnya bahkan kadang bisa memberi dampak negatif kepada keluarga dan orang-orang yang tidak terlibat secara langsung.
- Melarikan Diri. Melarikan diri adalah upaya menghindari perasaan melalui pengalihan. Pengalihan bisa dengan minuman keras, belanja berlebihan, makan berlebihan, berjudi, menonton TV berlebihan bahkan bisa melarikan diri ke obat-obat terlarang supaya bisa melupakan untuk sementara perasaan tidak nyaman atau perasaan stress yang kita alami. Cara ini hanya bersifat sementara, merugikan dan pada saat proses pelarian berakhir situasinya tetap tidak membaik bahkan bisa cenderung lebih parah atau lebih kronis.
Cara Melepaskan Stress Yang Bersifat Permanen dan POSITIF
Mekanisme pelepasan ini diawali dengan proses: menerima, menyadari, membiarkan perasaan itu muncul ke permukaan (jangan ditekan atau dihindari), bertahan menghadapi, merasakan sensasinya baik fisik maupun emosinya, dan membiarkannya pergi (letting go) tanpa ada penghakiman, tanpa ada keinginan mengubah atau melakukan apapun terhadapnya. Proses ini adalah dengan sekedar membiarkan perasaan itu berada di sana dan berfokus pada pelepasan energi di balik perasaan tersebut. Langkah pertama adalah membiarkan diri kita memiliki perasaan itu tanpa menolaknya, tanpa menghakimi, tanpa mengutuknya, tanpa takut terhadapnya, dan melihat bahwa ini hanyalah perasaan yang kita beri energi. Lepaskan keinginan untuk mengubahnya atau menolaknya, karena penolakan adalah perlawanan yang membuat perasaaan itu terus bertahan dan bekerja. Langkah selanjutnya adalah membiarkan perasaan itu apa adanya, berhenti melawan atau mencoba memodifikasinya, kita hanya mengamati perasaan itu. Pada saat perasaan itu tidak dilawan, dia akan lenyap begitu energi yang mendasarinya menguap, perasaan itu akan berubah menjadi perasaan berikutnya yaitu perasaan seperti ada energi yang mengalir, menguap dan pada akhirnya akan meninggalkan perasaan ringan, damai dan bahagia yang menjadi sifat dasar manusia sesungguhnya.
Setelah kita kembali ke perasaan yang damai, bahagia, sejahtera yang menjadi sifat dasar manusia, kita biasakan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mindful, lebih fokus ke perasaan saat ini (here and now) tanpa memikirkan masa lalu dan mengkawatirkan masa depan yang belum terjadi. Setelah kita secara konsisten menjalani dan menghargai saat sekarang secara sepenuh hati, semua ketidakbahagiaan, beban masa lalu dan ketakutan masa depan akan lenyap dan kehidupan mulai dialiri suka cita, kenyamanan dan kebahagiaan yang sejati.
References:
- Hawkins, David, R., “Letting Go: The Pathway of Surrender”, Veritas Publishing, 2012
- Tolle, Eckhart, “The Power of Now: A Guide to Spiritual Enlightment”, 1999
Comments :