{"id":905,"date":"2018-06-06T07:05:42","date_gmt":"2018-06-06T00:05:42","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=905"},"modified":"2018-06-06T07:05:42","modified_gmt":"2018-06-06T00:05:42","slug":"kunci-menjadi-seorang-pemimpin-yang-hebat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2018\/06\/kunci-menjadi-seorang-pemimpin-yang-hebat\/","title":{"rendered":"Kunci Menjadi Seorang Pemimpin Yang Hebat"},"content":{"rendered":"<p>by: <span style=\"color: #000000\"><span lang=\"EN-US\" style=\"margin: 0px;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">Theophilus Kevin <\/span><span lang=\"IN\" style=\"margin: 0px;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">(<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"margin: 0px;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">2001551340<\/span><span lang=\"IN\" style=\"margin: 0px;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">); <\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"margin: 0px;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">Vindy Liu <\/span><span lang=\"IN\" style=\"margin: 0px;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">(<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"margin: 0px;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">2001568820<\/span><span lang=\"IN\" style=\"margin: 0px;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">)<\/span><\/span><\/p>\n<p>Sebagai seorang pemimpin, kita harus mampu mengenal sisi luar maupun dalam dari diri kita. Kita harus mampu menghargai diri sendiri terlebih dahulu agar mampu menghargai orang lain. Tentu semua tidak terjadi dalam satu malam. Tetapi untuk menjadi seorang pemimpin yang baik membutuhkan proses dan kemauan. Pemimpin yang baik juga tidak memaksa anak buahnya untuk melakukan apa yang ia mau, melainkan ia mau mendukung karyawannya maju untuk mencapai tujuan bersama sehingga menjadi seorang yang lebih baik juga. Pemimpin yang baik tentu berbeda dengan bos. Secara garis besar memang pemimpin dengan bos memiliki kekuasaan yang sama. Tetapi yang membedakan adalah seorang <strong>Pemimpin<\/strong> dapat membantu serta mendorog anak buahnya untuk mencapai tujuan bersama dan mendukung anak buahnya untuk berhasil. Tetapi jika <strong>Boss<\/strong>, dia akan memaksakan anak buahnya untuk mencapai tujuan yang ia mau tanpa melihat cara dan tidak memperdulikan kendala yang dialami anak buahnya. Seorang boss juga melihat masalah hanya dari satu perspektif, sedangkan seorang pemimpin melihat suatu masalah dari beberapa perspektif.<\/p>\n<p>Pemimpin yang baik adalah mereka yang dapat memberikan perintah serta mendapat kepercayaan dan rasa hormat dari anak buahnya. Mungkin ada banyak cara yang harus dilakukan seorang pemimpin dalam mengenbangkan diri hingga mampu menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik tidak terlahir begitu saja. Tetapi melalui proses yang sangat mendalam hingga pada satu saat dia dapat menjadi pemimpin yang baik. Ada beberapa langkah yang dapat membuat pemimpin menjadi lebih baik. Dimulai dari:<\/p>\n<ol>\n<li>Bertukar pikiran dengan orang lain yang ingin Anda pengaruhi. Dengan melakukan tukar pikiran dengan orang yang ingin kita pengaruhi, maka orang tersebut lama kelamaan akan menjadi sejalan pemikirannya dengan kita. Pemimpin yang baik, tentu juga melihat dari yang orang lain lihat.<\/li>\n<li><strong>Berpikir untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan<\/strong>. Dalam konteks tersebut, kita tentu harus memiliki gaya kepemimpinan yang baik juga. Bukan memilih sebagai pemimpin yang diktator melainkan memilih sikap kepemimpinan yang mampu disegani banyak orang. Dengan gaya kepemimpinan yang berdemokrasi maka kita dapat melihat masalah dari banyak segi perspektif.<\/li>\n<li><strong>Berorientasi kedepan, percaya pada proses untuk maju dan memaksa untuk maju.<\/strong> Pemimpin yang baik mampu berorientasi kedepan, serta melihat masalah sebagai hal yang tidak menahan kemajuan. Serta seorang pemimpin percaya pada proses keberhasilan setiap orang. Pemimpin yang baik mendukung dan mensupport anak buahnya untuk berhasil.<\/li>\n<li><strong>Mengevaluasi diri dan mengintropeksi diri untuk memahami kekuatan berpikir kita.<\/strong> Setiap pemimpin yang baik dan hebat tentu telah meluangkan waktunya untuk mengintropeksi kemampuannya dan memahami dirinya dengan baik, sehingga ia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memimpin sebagai pemimpin maupun sebagai teman.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Diadaptasi dari \u201cSuper Leader from Earth,\u201d by Dewi Indra P<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : Indra,Dewi P. (2017). Super Leader From Earth. Jakarta: Anak Hebat Indonesia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>by: Theophilus Kevin (2001551340); Vindy Liu (2001568820) Sebagai seorang pemimpin, kita harus mampu mengenal sisi luar maupun dalam dari diri kita. Kita harus mampu menghargai diri sendiri terlebih dahulu agar mampu menghargai orang lain. Tentu semua tidak terjadi dalam satu malam. Tetapi untuk menjadi seorang pemimpin yang baik membutuhkan proses dan kemauan. Pemimpin yang baik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[7,44,42,8,41],"class_list":["post-905","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-bbs","tag-human-capital","tag-leadership","tag-management","tag-manajemen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=905"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":906,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/905\/revisions\/906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}