{"id":892,"date":"2018-05-31T07:07:23","date_gmt":"2018-05-31T00:07:23","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=892"},"modified":"2018-05-31T07:07:23","modified_gmt":"2018-05-31T00:07:23","slug":"memahami-diri-sendiri-dalam-memimpin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2018\/05\/memahami-diri-sendiri-dalam-memimpin\/","title":{"rendered":"Memahami diri sendiri dalam memimpin"},"content":{"rendered":"<p>by:\u00a0<span style=\"font-family: Calibri\"><span style=\"color: #000000\"><span lang=\"EN-US\">Tiara Nabilah (2001598634)<\/span><span lang=\"IN\">; <\/span><span lang=\"EN-US\">Camelia ( 2001625093)<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>Memahami diri sendiri merupakan hal yang penting untuk seorang pemimpin sebagai penentu keberhasilan suatu pimpinan. Untuk itu setiap pemimpin harus memahami apa saja yang dimiliki oleh dirinya baik kelebihan maupun kekurangannya sendiri. Setiap kelebihan yang dimilikinya mampu memberikan kemajuan didalam setiap perusahaan dan kekurangan yang dimilikinya menjadi bahan intropeksi untuk kedepannya sehingga seorang pemimpin dapat terus memperbaiki sikap dan perilakunya.<\/p>\n<p>Ketika seorang pemimpin sudah memahami diri sendiri dapat menjadikan contoh bagi setiap bawahannya. Dengan memahami kepribadian diri sendiri maka akan memahami cara berkomunikasi, cara mengelola konflik dan memotivasi orang lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di adaptasi dari Buku:<\/p>\n<p>Dewi Indra P. (2017). \u201c<em>Super Leader From Earth<\/em>\u201d , Jakarta: Penerbit Anak Hebat Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>by:\u00a0Tiara Nabilah (2001598634); Camelia ( 2001625093) Memahami diri sendiri merupakan hal yang penting untuk seorang pemimpin sebagai penentu keberhasilan suatu pimpinan. Untuk itu setiap pemimpin harus memahami apa saja yang dimiliki oleh dirinya baik kelebihan maupun kekurangannya sendiri. Setiap kelebihan yang dimilikinya mampu memberikan kemajuan didalam setiap perusahaan dan kekurangan yang dimilikinya menjadi bahan intropeksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[7,44,42,8,41],"class_list":["post-892","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-bbs","tag-human-capital","tag-leadership","tag-management","tag-manajemen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=892"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":893,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892\/revisions\/893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}