{"id":3156,"date":"2021-05-31T22:08:14","date_gmt":"2021-05-31T15:08:14","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=3156"},"modified":"2021-05-31T22:08:14","modified_gmt":"2021-05-31T15:08:14","slug":"manajemen-talenta-dan-mental-agility-dalam-pengembangan-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2021\/05\/manajemen-talenta-dan-mental-agility-dalam-pengembangan-perusahaan\/","title":{"rendered":"Manajemen Talenta dan Mental Agility Dalam Pengembangan Perusahaan"},"content":{"rendered":"<pre>shared by:\u00a0Tanaya Salsabila H (2440076974) and Nugroho J. Setiadi, PhD\r\n\r\nLinkedIn: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nugroho-j-setiadi-8b9b0116\/\">https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nugroho-j-setiadi-8b9b0116\/<\/a>\r\nGoogle citation index: <a href=\"https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=7kvetHUAAAAJ#%21\">https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=7kvetHUAAAAJ#%21<\/a><\/pre>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Talent management\u00a0atau manajemen talenta menjadi tren di perusahaan dan merupakan salah satu kebutuhan di lingkungan pekerjaan. Talenta adalah sumber daya manusia (SDM) yang merupakan aset terbesar bagi setiap individu dan juga perusahaan, karena jika dikelola dengan baik akan dapat memberi dampak yang positif pada pencapaian target yang ingin diraih.<\/p>\n<p><strong>Manajemen Talenta Dalam Perusahaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.qubisa.com\/microlearning\/practical-talent-management-framework-talent--business-part-2\">Talent management<\/a> adalah strategi atau proses yang dibentuk untuk mengelola, melatih, mendukung, dan mengembangkan sumber daya manusia yang ada untuk mencapai kapabilitas yang optimal. Proses ini tentu melibatkan identifikasi kemampuan karyawan sehingga bisa ditempatkan di posisi khusus. Selain itu, juga mempertahankan serta memotivasi karyawan dalam jangka waktu yang panjang, sekaligus membantu mengembangkan bakatnya untuk masa depan karir yang lebih baik.\u00a0Robert E. Lewis dan Robert J. Keckman menyebutkan bahwa\u00a0<a href=\"https:\/\/www.qubisa.com\/course\/manajemen-talenta-sistem-karir-dan-suksesi\">proses manajemen talenta<\/a>\u00a0ini dimulai dari\u00a0<a href=\"https:\/\/www.qubisa.com\/course\/melakukan-proses-rekrutmen\">perekrutan karyawan<\/a>, penempatan karyawan pada posisi yang sesuai, hingga mengoptimalkan keterampilan dan kekuatan agar karyawan tersebut tumbuh ke arah yang lebih positif.\u00a0Menurut survei yang dilakukan Nugrahani dan Wulansari tahun 2018 seperti yang dilansir Talenta Insight, hampir 60% dari 17.632 koresponden mengaku tidak memiliki kesempatan berkarir di perusahaannya, 73% merasa tidak puas dengan pekerjaannya, dan 54% memiliki\u00a0background\u00a0pendidikan yang berbeda dengan pekerjaan yang digelutinya.<\/p>\n<p><strong>Mental Agility dalam Manajemen Talenta dan Perencanaan Karir<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mental\u00a0agility\u00a0sering juga disebut dengan ketangkasan secara mental. Hal ini bukan hanya soal kecepatan berpikir solutif, namun lebih dari itu. Seseorang yang dikatakan memiliki\u00a0mental\u00a0agilityadalah yang mampu berpikir, memecahkan masalah, dan kreatif di tempat kerja. Untuk lebih memahami tentang mental\u00a0agility, Anda bisa mempelajari bahasan mengenai\u00a0<a href=\"https:\/\/www.qubisa.com\/microlearning\/pengukuran-mental-agility-dengan-pendekatan-hats-harrison-assessments-talent-solution\">Pengukuran Mental\u00a0Agility\u00a0dengan Pendekatan HATS (Harrison Assessments Talent Solution)<\/a>.\u00a0Agility\u00a0sendiri mengacu pada ketajaman dan kecepatan secara emosi dan intelektual. Ini juga berkaitan dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.qubisa.com\/microlearning\/5-cara-menghasilkan-ide-brilian\">ide-ide brilian<\/a>\u00a0yang bisa Anda berikan kepada perusahaan dan perjalanan karir Anda. Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk mengelola karyawan yang memiliki mental\u00a0agility\u00a0tinggi untuk kepentingan kemajuan perusahaan tanpa mengabaikan kenaikan karir karyawan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : Maulani, Gilang. Manajemen Talenta dan Mental Agility Dalam Pengembangan\u00a0Perusahaan. <em>QuBisa. <\/em>Dari : <a href=\"https:\/\/www.qubisa.com\/article\/manajemen-talenta-dan-mental-agility-dalam-pengembangan-perusahaan\">https:\/\/www.qubisa.com\/article\/manajemen-talenta-dan-mental-agility-dalam-pengembangan-perusahaan <\/a>Diakses pada 31 May 2021, 16:54<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>shared by:\u00a0Tanaya Salsabila H (2440076974) and Nugroho J. Setiadi, PhD LinkedIn: https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nugroho-j-setiadi-8b9b0116\/ Google citation index: https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=7kvetHUAAAAJ#%21 &nbsp; Talent management\u00a0atau manajemen talenta menjadi tren di perusahaan dan merupakan salah satu kebutuhan di lingkungan pekerjaan. Talenta adalah sumber daya manusia (SDM) yang merupakan aset terbesar bagi setiap individu dan juga perusahaan, karena jika dikelola dengan baik akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3157,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,60],"tags":[58,7,44,42,8],"class_list":["post-3156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-managerial-skills","tag-aacsb","tag-bbs","tag-human-capital","tag-leadership","tag-management"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3156"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3158,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3156\/revisions\/3158"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}