{"id":1905,"date":"2020-01-15T08:17:26","date_gmt":"2020-01-15T01:17:26","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=1905"},"modified":"2020-01-15T13:18:58","modified_gmt":"2020-01-15T06:18:58","slug":"perlambatan-penyaluran-kredit-perbankan-dalam-berbagai-sektor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2020\/01\/perlambatan-penyaluran-kredit-perbankan-dalam-berbagai-sektor\/","title":{"rendered":"Perlambatan Penyaluran Kredit Perbankan dalam Berbagai Sektor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Perbankan merupakan lembaga yang memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat yang menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito yang kemudian diedarkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Dalam peranannya, bank mengembangkan kegiatannya jika masyarakat menaruh kepercayaan untuk menempatkan uangnya dalam produk-produk perbankan tersebut yang nantinya akan disalurkan kembali uangnya ke masyarakat dalam bentuk kredit. Semakin tinggi penawaran kredit dari bank yang disalurkan ke masyarakat, maka kemungkinan timbulnya kredit bermasalah semakin besar. Jika kredit yang disalurkan mengalami masalah atau bahkan mengalami kemacetan, maka akan berdampak pada berkurangnya sebagian besar pendapatan bank.\u202f<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Dilansir dari\u00a0<\/span><a href=\"http:\/\/infobanknews.com\/penyaluran-kredit-perbankan-melambat\/\"><span data-contrast=\"none\">http:\/\/infobanknews.com\/penyaluran-kredit-perbankan-melambat\/<\/span><\/a><span data-contrast=\"none\">, penyaluran kredit perbankan terlihat melambat pada Agustus 2019 pada sektor Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi, Kredit Konsumsi, dan Kredit Properti.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">Untuk\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">penyaluran di\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">sektor Kredit Modal Kerja (KMK) melambat karena terjadinya perlambatan usaha kerja di sektor peternakan, pertanian, kehutanan, dan perikanan; industri pengolahan; pertambangan dan penggalian; serta konstruksi.\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">Selain itu,<\/span><span data-contrast=\"none\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">perlambatan penyaluran kredit di<\/span><span data-contrast=\"none\">sektor konstruksi serta perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) juga melambat masing-masing menjadi 20,5% dan 6,9%.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Untuk perlambatan<\/span><span data-contrast=\"none\">\u00a0penyaluran<\/span><span data-contrast=\"none\">\u00a0di sektor Kredit Investasi, disebabkan karena kemampuan dan ketertarikan investasi masyarakat dalam membuka atau mengembangkan us<\/span><span data-contrast=\"none\">aha mengalami penurunan. Penurunan kemampuan dan ketertarikan masyarakat<\/span><span data-contrast=\"none\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">dalam berinvestasi\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah gejolak ekonomi global yang sedang mengalami fluktuasi, sehingga masyarakat menghindari untuk melakukan investasi, dan lebih cenderung menyimpan uangnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Sedangkan untuk perlambatan\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">penyaluran kredit\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">di sektor Kredit Konsumsi,\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Multiguna, dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, mengungkapkan lambatnya laju kredit konsumsi, terutama KKB, tak lepas dari penjualan kendaraan bermotor yang belum sepenuhnya pulih p<\/span><span data-contrast=\"none\">ada enam bulan pertama tahun 2019<\/span><span data-contrast=\"none\">. Penurunan penjualan terutama terjadi di luar Jawa, mengingat aktivitas bisnis di Jawa masih relatif stabil.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Untuk perlambatan<\/span><span data-contrast=\"none\">\u00a0penyaluran<\/span><span data-contrast=\"none\">\u00a0Kredit Properti, dapat disebabkan karena menurunnya ketertarikan masyarakat untuk berinvestasi di sektor properti, karena sifatnya yang tidak likuid dan rawan kehilangan value di saat-saat kritis tertentu seperti perang, bencana bumi, dan lain-lain, sehingga kini masyarakat kurang tertarik berinvestasi di bidang properti.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Melihat situasi perlambatan penyaluran kredit ini<\/span><span data-contrast=\"none\">, solusi yang paling mungkin dapat dilakukan adalah menurunkan bunga kredit untuk menarik orang melakukan transaksi kredit, serta mendorong masyarakat untuk melakukan konsumsi dengan menaruh tarif uang muka yang kecil sehingga penyaluran dana oleh bank tetap dapat berlanjut.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Banyak kendala dan resiko yang dihadapi dalam kegiatan penyaluran kredit kepada masyarakat. Upaya meminimalkan risiko timbulnya kredit\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">yang\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">bermasalah dapat dilaksanakan dengan asas manajemen kredit dan prinsip kehati-hatian. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh bank dalam menekan atau mengurangi resiko pemberian kreditnya, antara lain: penilaian terhadap permohonan kredit, pemantauan penggunaan kredit dan jaminan kredit. Adapun cara penyelesaian kredit yang bermas<\/span><span data-contrast=\"none\">a<\/span><span data-contrast=\"none\">lah yaitu dengan\u00a0<\/span><i><span data-contrast=\"none\">rescheduling<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">,\u00a0<\/span><i><span data-contrast=\"none\">reconditioning<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">,\u00a0<\/span><i><span data-contrast=\"none\">restructuring,<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">\u00a0dan\u00a0<\/span><i><span data-contrast=\"none\">liquidation<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">. Dengan demikian, pernyaluran kredit oleh bank kepada masyarakat dapat terus berjalan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Penulis: Alberth Ferdinand Kristanto \u202f(2301937450); <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:3,&quot;335551620&quot;:3,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">Cornelia Jessica Victoria\u202f (2301945276)<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:2,&quot;335551550&quot;:3,&quot;335551620&quot;:3,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:432}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbankan merupakan lembaga yang memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat yang menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito yang kemudian diedarkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Dalam peranannya, bank mengembangkan kegiatannya jika masyarakat menaruh kepercayaan untuk menempatkan uangnya dalam produk-produk perbankan tersebut yang nantinya akan disalurkan kembali uangnya ke masyarakat dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,50],"tags":[],"class_list":["post-1905","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","category-economy"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1905"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1906,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1905\/revisions\/1906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}