{"id":186,"date":"2017-08-04T11:27:30","date_gmt":"2017-08-04T04:27:30","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=186"},"modified":"2017-08-04T11:27:30","modified_gmt":"2017-08-04T04:27:30","slug":"tahapan-pengukuran-kinerja-menggunakan-metode-performance-prism","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2017\/08\/tahapan-pengukuran-kinerja-menggunakan-metode-performance-prism\/","title":{"rendered":"Tahapan Pengukuran Kinerja menggunakan metode Performance Prism"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: \u00a0Yulifiyanto &amp; Haryadi Sarjono<\/p>\n<p><strong><em>Tahapan Pengukuran Kinerja menggunakan metode Performance Prism<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Dalam perspektif strategi ini Neely, et al. (2002) dalam <em>text book<\/em> Quitt (2010), mengungkapkan bahwa pengukuran memiliki beberapa peran, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Ukuran-ukuran tersebut dibutuhkan agar memungkinkan manajer menelusuri apakah strategi yang mereka pilih telah benar-benar diimplementasikan atau tidak.<\/li>\n<li>Ukuran-ukuran dapat digunakan untuk mengkomunikasikan strategi-strategi dalam perusahaan.<\/li>\n<li>Ukuran-ukuran dapat diaplikasikan, untuk mendorong dan merangsang implementasi strategi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah tersedia, data pengukuran dapat dianalisis dan digunakan untuk menguji apakah strategi berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak.<\/p>\n<p><em>Performance Prism<\/em> mempunyai tahapan dalam desain pengukuran kinerja sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Mengidentifikasi <em>stakeholder satisfaction<\/em> dan <em>stakeholder contribution<\/em> dari masing-masing <em>stakeholder<\/em> yang dimiliki perusahaan.<\/li>\n<li>Menetapkan tujuan (<em>objective<\/em>).<\/li>\n<li>Menyesuaikan strategi, proses dan kapabilitas yang dimiliki perusahaan dalam memenuhi tujuan.<\/li>\n<li>Mendefinisikan pengukuran (<em>measures<\/em>) yang digunakan untuk pencapaian tujuan tersebut.<\/li>\n<li>Mengecek (validasi) apakah ada pengukuran yang konflik.<\/li>\n<li>Menjabarkan spesifikasi masing-masing pengukuran.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-187\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/08\/gambar-prisma-640x415.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/08\/gambar-prisma-640x415.png 640w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/08\/gambar-prisma.png 863w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Sumber: Neely; Adams and Crowe (2001)<\/p>\n<p><strong>Gambar Ruang Lingkup <em>Performance Prism<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: \u00a0Yulifiyanto &amp; Haryadi Sarjono Tahapan Pengukuran Kinerja menggunakan metode Performance Prism Dalam perspektif strategi ini Neely, et al. (2002) dalam text book Quitt (2010), mengungkapkan bahwa pengukuran memiliki beberapa peran, yaitu: Ukuran-ukuran tersebut dibutuhkan agar memungkinkan manajer menelusuri apakah strategi yang mereka pilih telah benar-benar diimplementasikan atau tidak. Ukuran-ukuran dapat digunakan untuk mengkomunikasikan strategi-strategi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[7,16,15],"class_list":["post-186","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-bbs","tag-managemet","tag-performance"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":188,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186\/revisions\/188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}