{"id":182,"date":"2017-08-04T11:12:30","date_gmt":"2017-08-04T04:12:30","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=182"},"modified":"2017-08-04T11:12:30","modified_gmt":"2017-08-04T04:12:30","slug":"performance-prism-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2017\/08\/performance-prism-part-1\/","title":{"rendered":"Performance Prism (part 1)"},"content":{"rendered":"<p>Oleh :\u00a0Yulifiyanto &amp; Haryadi Sarjono<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Performance Prism<\/em> adalah pengukuran kinerja inovatif dan kerangka manajemen kinerja. Kelebihannya dari kerangka kerja yang lainnya adalah bahwa <em>Performance Prism <\/em>meliputi semua <em>stakeholder<\/em> organisasi atau perusahaan. Secara prinsip <em>stakeholder<\/em> tersebut meliputi investor, pelanggan, karyawan, supplier dan masyarakat. <em>Performance Prism<\/em> bekerja dengan dua cara yaitu menganggap bahwa keinginan dan kebutuhan adalah milik para <em>stakeholder<\/em>, dan secara khusus apa yang organisasi inginkan dan butuhkan dari para <em>stakeholder<\/em> (Neely dan Adams, 2000) dalam <em>text book<\/em> Quitt (2010). Dengan cara ini, hubungan timbal balik dengan tiap-tiap <em>stakeholder<\/em> dapat diteliti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa sisi <em>performance Prism<\/em> adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong><em>Stakeholder Satisfaction <\/em><\/strong><strong>(Kepuasan Pihak Terkait)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Kinerja suatu organisasi dipandang sebagai kemampuan organisasi tersebut memenuhi harapan <em>stakeholder<\/em>. Sehingga secara logis, indikator kinerja harus disesuaikan dengan harapan para <em>stakeholder<\/em> tersebut. Perspektif pertama yang mendasari metode <em>Performance Prism<\/em> adalah perspektif kepuasan <em>stakeholder (stakeholder satisfaction).<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepuasan <em>stakeholder<\/em> merupakan perwujudan dari apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh <em>stakeholder<\/em> dari perusahaan. Perspektif ini didahului dengan menentukan siapa sajakah <em>stakeholder<\/em> dalam perusahaan dan kemudian menentukan apa sajakah yang diinginkan dan dibutuhkan oleh para <em>stakeholder<\/em> tersebut. Pihak-pihak yang berkepentingan <em>(stakeholder)<\/em> yang dipertimbangkan di sini contohnya meliputi konsumen, <em>supplier<\/em>, tenaga kerja, investor, serta pemerintah dan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penting bagi perusahaan untuk berupaya memberikan kepuasan terhadap apa yang diinginkan dan dibutuhkan <em>stakeholder<\/em>-nya serta melakukan komunikasi yang baik dengan mereka. Memang benar bila dalm kenyataannya tetap ada <em>stakeholder<\/em> yang lebih penting dibandingkan dengan yang lainnya, namun hal itu tidak berarti mengabaikan <em>stakeholder<\/em> yang lainnya.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li><strong><em>Stakeholder Contribution <\/em><\/strong><strong>(Kontribusi Pihak Terkait)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam metode ini, selain mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan <em>stakeholder<\/em> perusahaan juga mengidentifikasi kontribusi apa yang dibutuhkan dan diinginkan dari para <em>stakeholder<\/em> untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki. <em>Stakeholder<\/em> <em>contribution<\/em> merepresentasikan sesuatu yang diberikan oleh <em>stakeholder<\/em> yang memberikan manfaat untuk perusahaan. Hal ini berkebalikan dengan <em>stakeholder<\/em> <em>satsifaction<\/em> yang merepresentasikan keinginan dan kebutuhan yang diharapkan akan dipenuhi oleh perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di satu sisi <em>stakeholder satisfaction<\/em> dan <em>stakeholder contribution<\/em> merupakan dua hal berkebalikan, namun di sisi lain kedua hal tersebut juga saling berkaitan. Hal ini menunjukkan sebuah hubungan timbal balik diantara keduanya, dimana perusahaan akan berharap mendapatkan kontribusi dari para <em>stakeholder<\/em>-nya sebaik para <em>stakeholder<\/em>-nya mengharapkan keinginan dan kebutuhannya dipenuhi oleh perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Organisasi mempunyai misi untuk memenuhi keinginan para <em>stakeholder<\/em>. Tetapi sebaliknya pula, <em>stakholder<\/em> juga dituntut untuk mempunyai kontribusi pada organisasi. Sehingga menurut konsep <em>performance prism<\/em>, kinerja juga dihubungkan dengan kemampuan organisasi untuk memaksimalkan kontribusi <em>stakeholder<\/em> dalam membantu operasi organisasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh :\u00a0Yulifiyanto &amp; Haryadi Sarjono Performance Prism adalah pengukuran kinerja inovatif dan kerangka manajemen kinerja. Kelebihannya dari kerangka kerja yang lainnya adalah bahwa Performance Prism meliputi semua stakeholder organisasi atau perusahaan. Secara prinsip stakeholder tersebut meliputi investor, pelanggan, karyawan, supplier dan masyarakat. Performance Prism bekerja dengan dua cara yaitu menganggap bahwa keinginan dan kebutuhan adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[7,8,15],"class_list":["post-182","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-bbs","tag-management","tag-performance"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":183,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182\/revisions\/183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}