{"id":1741,"date":"2019-11-28T08:01:46","date_gmt":"2019-11-28T01:01:46","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=1741"},"modified":"2019-12-28T05:07:51","modified_gmt":"2019-12-27T22:07:51","slug":"metode-six-sigma-part-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2019\/11\/metode-six-sigma-part-4\/","title":{"rendered":"METODE SIX SIGMA (Part 4)"},"content":{"rendered":"<h3>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tahap<em> Analyze<\/em><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah<em> analyze. <\/em>Proses ini dilakukan untuk menemukan berbagai formulasi untuk memecahkan masalah yang ada kemudian dirumuskan berbagai solusi. Dengan menggunakan data-data yang telah dikumpulkan dari tahap sebelumnya untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat di dalam aktivitas proses tersebut. Metode-metode pendekatan yang akan digunakan adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li><em>Pareto Chart<\/em><\/li>\n<li><em>Cause and Effect Diagram<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<h4>a.\u00a0 Pareto Chart<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Pareto chart<\/em> merupakan salah satu <em>quality tools<\/em> yang digunakan sebagai alat untuk melakukan kontrol pada data atribut. Data atribut merupakan data yang memiliki sifat <em>discrete distribution<\/em> yaitu data yang utuh dan bukan data pecahan. Contoh data atribut merupakan jumlah produk cacat pada satu kali produksi. <em>Pareto chart<\/em> digunakan untuk memastikan atau melihat jumlah produk cacat yang terdapat dalam suatu sampel produksi, <em>pareto<\/em> <em>chart<\/em> adalah proporsi unit-unit yang tidak sesuai (<em>noncomforming unit<\/em>) pada suatu sampel (Heizer &amp; Render, 2015)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1742 aligncenter\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/12\/six-sigma-4.jpg\" alt=\"\" width=\"495\" height=\"371\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Gambar Pareto Chart<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: <a href=\"http:\/\/www.sixsigmaindonesia.com\">www.sixsigmaindonesia.com<\/a><\/p>\n<h4>b.\u00a0 Cause and Effect Diagram<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Lighter (2000) yang dikutip di jurnal Yunita dan Adi (2019) menyatakan <em>cause and effect diagram <\/em>atau yang dikenal dengan<em> fishbone diagram <\/em>yang digunakan untuk mengidentifikasi sebab dan akibat dari suatu permasalahan. Faktor-faktor penyebab yang terjadi pada umumnya adalah mesin (<em>machine<\/em>), metode (<em>method<\/em>), manusia (<em>man<\/em>), bahan baku (<em>material)<\/em>, uang (<em>moneyt<\/em>) dan lingkungan (<em>environment). Fishbone diagram <\/em>sangat berguna dalam suatu perbaikan kualitas, hal ini dikarenakan dapat menggambarkan akar-akar permasalahan ke dalam format yang sederhana.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1743 aligncenter\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/12\/six-sigma-5.jpg\" alt=\"\" width=\"319\" height=\"306\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Gambar Cause and Effect Diagram<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: Yunita dan Adi (2019)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tahap Analyze Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah analyze. Proses ini dilakukan untuk menemukan berbagai formulasi untuk memecahkan masalah yang ada kemudian dirumuskan berbagai solusi. Dengan menggunakan data-data yang telah dikumpulkan dari tahap sebelumnya untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat di dalam aktivitas proses tersebut. Metode-metode pendekatan yang akan digunakan adalah sebagai berikut: Pareto Chart [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1741","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1741"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1744,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1741\/revisions\/1744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}