{"id":1733,"date":"2019-11-28T07:18:24","date_gmt":"2019-11-28T00:18:24","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=1733"},"modified":"2019-12-28T04:28:56","modified_gmt":"2019-12-27T21:28:56","slug":"metode-six-sigma-part-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2019\/11\/metode-six-sigma-part-2\/","title":{"rendered":"METODE SIX SIGMA (Part 2)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Berikut adalah tahap-tahap DMAIC (<em>Define<\/em>, <em>Measure<\/em>, <em>Analyze<\/em>, <em>Improve<\/em> dan <em>Control<\/em>).<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\">1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tahap<em> Define<\/em><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Montgomery (2009:52), <em>define<\/em> adalah langkah pertama yang dilakukan untuk meningkatkan metode <em>six sigma<\/em>. Tujuan dari langkah<em> define<\/em> adalah untuk menentukan permasalahan, tujuan penelitian dan lingkup pada prosesnya. Setelah itu maka akan ditentukan apa yang menjadi <em>Critical To Quality<\/em> (CTQ) bagi <em>customer<\/em> atau yang dianggap bermasalah oleh <em>customer. <\/em>Tahap <em>define<\/em> memiliki langkah di bawah ini :<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">a.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 SIPOC<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Anthony, Vinodh, &amp; Gijo (2015:83) dalam buku yang berjudul <em>Lean Six Sigma for Small and Medium Sized Entreprises<\/em>. SIPOC (<em>Supplier, Input, Process, Output, Customer<\/em>) merupakan sebuah alat improvisasi proses yang menyediakan ringkasan utama dari<em> input<\/em> dan <em>output <\/em>dari satu atau dalam format yang berkelanjutan. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menentukan SIPOC adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Step <\/em>1: Menentukan alur proses.<\/li>\n<li><em>Step<\/em> 2: Mengindikasikan awal dan akhir dari alur proses.<\/li>\n<li><em>Step<\/em> 3: Menggambarkan hasil <em>output<\/em>.<\/li>\n<li><em>Step <\/em>4: Mengindikasikan <em>customer<\/em> dari proses produksi.<\/li>\n<li><em>Step<\/em> 5: Mengindikasikan <em>supplier <\/em>dari proses produksi.<\/li>\n<li><em>Step<\/em> 6: Menetapkan input dari proses produksi.<\/li>\n<li><em>Step <\/em>7: Mengidentifikasi <em>level <\/em>tertinggi dari semua langkah proses produksi tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify\">b.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Critical to Quality (CTQ)<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Critical to Quality<\/em> (CTQ) adalah sebuah alat yang biasa digunakan untuk menguraikan kebutuhan konsumen yang cukup beragam menjadi kebutuhan yang bisa terkuantifikasi dan lebih mudah untuk diprosesnya. <em>Critical to Quality<\/em> (CTQ) merupakan kunci karakteristik yang dapat diukur dari sebuah produk atau sebuah proses yang harus mencapai suatu <em>standard<\/em> dari spesifikasinya agar dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan <em>customer<\/em>. <em>Critical to Quality<\/em> (CTQ) pada umumnya digambarkan sebagai berikut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1734 aligncenter\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/12\/six-sigma-1.jpg\" alt=\"\" width=\"309\" height=\"223\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: <a href=\"http:\/\/www.sixsigmaindonesia.com\">www.sixsigmaindonesia.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut adalah tahap-tahap DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). 1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tahap Define Menurut Montgomery (2009:52), define adalah langkah pertama yang dilakukan untuk meningkatkan metode six sigma. Tujuan dari langkah define adalah untuk menentukan permasalahan, tujuan penelitian dan lingkup pada prosesnya. Setelah itu maka akan ditentukan apa yang menjadi Critical To Quality (CTQ) bagi customer [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1733","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1733","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1733"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1733\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1735,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1733\/revisions\/1735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}