{"id":1623,"date":"2019-11-27T20:13:52","date_gmt":"2019-11-27T13:13:52","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=1623"},"modified":"2019-12-27T15:21:20","modified_gmt":"2019-12-27T08:21:20","slug":"metode-abc-class-based","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2019\/11\/metode-abc-class-based\/","title":{"rendered":"Metode ABC Class-Based"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Oleh: Sambudi Hamali*, Aisyah Widya Nur Shadrina, Astika Alivia Pramesti, Fransisca Fortunata Handoyo<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>*)Faculty Member Management Binus Business School Undergraduate Program<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>1. Pengertian <em>ABC Class-Based<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menurut Tippayawong, Sopadang, &amp; Patitad (2013), metode <em>ABC Class-Based<\/em> adalah metode yang paling efektif, membagi item ke dalam kelas-kelas dan menugaskan ke masing-masing kelas satu set area di mana produk tersebut berada. Kelas A mewakili kelas produk bergerak tercepat dan berkontribusi sekitar 60% dari omset, sedangkan produk bergerak paling lambat yang mencapai sekitar 10% dari omset diwakili oleh kelas C.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menurut Reid &amp; Sanders (2017), Analisis ABC adalah metode yang digunakan untuk menentukan tingkat kontrol dan frekuensi peninjauan persediaan barang. Barang dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas A yang mewakili 60%-80% biaya persediaan barang, kelas B yang mewakili 25%-35% dari biaya persediaan barang, dan kelas C yang mewakili 5-15% biaya persediaan barang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Mirabelli, Pizzuti, Macchione, &amp; Lagana (2015), analisis ABC mengklasifikasikan produk ke dalam tiga kategori utama (A, B dan C), tergantung pada estimasi kepentingannya. Klasifikasi produk dilakukan dengan mempertimbangkan volume penjualan yang dihasilkan oleh masing-masing kelas produk dan jumlah penanganan yang dilakukan oleh masing-masing kategori produk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Heizer, Render, &amp; Munson (2017), Analisis ABC adalah metode untuk membagi persediaan ke dalam tiga klasifikasi berdasarkan volume dolar tahunan. Kelas A adalah item yang volume dolar tahunannya tinggi. Kelas B adalah barang-barang inventaris volume dolar tahunan menengah. Barang-barang dengan volume dolar tahunan yang rendah diklasifikasikan ke dalam Kelas C.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sedangkan menurut Herjanto (2008), klasifikasi ABC adalah pembagian persediaan kedalam tiga kelas berdasarkan atas nilai persediaan. Dengan mengetahui kelas-kelas itu, dapat diketahui item persediaan tertentu yang harus mendapat perhatian lebih intensif atau serius dibandingkan item yang lain.<\/p>\n<p><strong>2. Kriteria Kelas dalam <em>ABC Class-Based<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kriteria masing-masing kelas dalam klasifikasi ABC menurut Reid &amp; Sanders (2017) adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Kelas A: <\/strong>Persediaan yang memiliki nilai volume tahunan rupiah yang tinggi. Kelas ini mewakili sekitar 60% &#8211; 80% biaya persediaan barang.<\/li>\n<li><strong>Kelas B:<\/strong> Persediaan dengan nilai volume tahunan rupiah yang menengah, kelas B yang mewakili 25% &#8211; 35% dari biaya persediaan barang.<\/li>\n<li><strong>Kelas C:<\/strong> Barang yang nilai volume tahunan rupiahnya rendah, yang hanya mewakili sekitar 5% &#8211; 15% biaya persediaan barang.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>3. Langkah-Langkah Metode <em>ABC Class-Based<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pengelompokan produk menggunakan metode <em>ABC Class-Based <\/em>dilakukan untuk mengetahui tingkat kepentingan dari masing-masing produk dengan mengelompokan produk menjadi 3 kelas, yaitu A, B, dan C. Tahapan yang dilakukan dalam pengklasifikasian berdasarkan metode ABC menurut Reid &amp; Sanders (2017) adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\">Membuat daftar produk, jumlah permintaan, dan harga masing-masing produk<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Menghitung total omzet dari masing-masing produk<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Mengurutkan produk dari total omzet dari yang terbesar hingga terkecil agar mempermudah pembagian kelas A, B, dan C. Kelas A merupakan kelas produk bergerak cepat yang memberikan kontribusi sekitar 60%-80% dari omzet, sedangkan produk bergerak paling lambat yang mencapai 5%-15% dari omzet diwakili oleh kelas C.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<p>Heizer, J., Render, B., &amp; Munson, C. (2017). <em>Operations management: sustainability and supply chain management, 12\/e<\/em>. Harlow: Pearson Education.<\/p>\n<p>Herjanto, E. (2008). <em>Manajemen operasi edisi ketiga<\/em>. Jakarta: PT. Grasindo<\/p>\n<p>Mirabelli, G., Pizzuti, T., &amp; Lagana, D. (2013). Adaptation of the multi-layer allocation problem for warehouse layout optimization: A case study.<em> In Intelligent Data Acquisition and Advanced Computing Systems (IDAACS), 2013 IEEE 7th International Conference on (Vol. 1, pp. 167-172)<\/em>.<\/p>\n<p>Reid, R. D., &amp; Sanders, N. R. (2017). <em>Operations management: an integrated approach<\/em>. Hoboken: John Wiley &amp; Sons.<\/p>\n<p>Tippayawong, K. Y., Sopadang, A., &amp; Patitad, P. (2013). Improving warehouse layout design of a chicken slaughterhouse using combined ABC class based and optimized allocation techniques. In <em>Proceedings of the World Congress on Engineering<\/em> (Vol. 1).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sambudi Hamali*, Aisyah Widya Nur Shadrina, Astika Alivia Pramesti, Fransisca Fortunata Handoyo *)Faculty Member Management Binus Business School Undergraduate Program \u00a0 1. Pengertian ABC Class-Based \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menurut Tippayawong, Sopadang, &amp; Patitad (2013), metode ABC Class-Based adalah metode yang paling efektif, membagi item ke dalam kelas-kelas dan menugaskan ke masing-masing kelas satu set area di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1623","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1623"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1623\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1627,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1623\/revisions\/1627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}