{"id":1581,"date":"2019-12-12T11:12:05","date_gmt":"2019-12-12T04:12:05","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=1581"},"modified":"2019-12-27T14:35:52","modified_gmt":"2019-12-27T07:35:52","slug":"goal-programming-part-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2019\/12\/goal-programming-part-3\/","title":{"rendered":"Goal Programming (Part 3)"},"content":{"rendered":"<p><strong>5. Perumusan <em>Goal Programming<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Berikut ini 6 langkah dalam perumusan <em>Goal Programming <\/em>(Mulyono dalam Yuliani dan Pujiyanti, 2013:973):<\/p>\n<ol>\n<li>Menentukan variabel keputusan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;text-align: justify\">Untuk menentukan variabel keputusan dengan jelas terhadap variabel yang tidak diketahui untuk selanjutnya ke tahap pemodelan.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li>Menyatakan sistem kendala.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;text-align: justify\">Pertama menentukan nilai-nilai sisi kanan, kemudian menentukan koefisien teknologi yang sesuai dan variabel keputusan yang termasuk dalam kendala lalu perhatikan jenis penyimpangan yang diperbolehkan dari nilai RHS (kuantitas).<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li>Menentukan Prioritas.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Untuk menentukan prioritas dengan cara membuat urutan pada masing-masing tujuan. Tujuan tersebut diurutkan dimulai dari, tujuan tingkat kepentingan yang tinggi hingga rendah.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"4\">\n<li>Menentukan bobot.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Pada tahap ini membuat penilaian terhadap deviasi pada setiap tujuan yang telah ditetapkan dan diurutkan.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"5\">\n<li>Menyatakan fungsi tujuan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Menentukan variabel simpangan yang akan dimasukkan ke dalam fungsi tujuan. Dalam menentukan variabel simpangan penggunaan nilai RHS (kuantitas) yang diinginkan harus konsisten dengan batasan-batasan yang ada dan pastikan prioritas dan bobot sudah tepat.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"6\">\n<li>Menyatakan keperluan non-negatif.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Langkah ini merupakan langkah yang paling utama dalam Goal Programming. Karena langkah ini merupakan langkah yang membedakan antara <em>Goal Programming <\/em>dengan Linear Programming.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<p>Devani, V. (2013). Optimasi Perencanaan Produksi dengan Menggunakan Metode Goal Programming. Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol. 11 No. 1.<\/p>\n<p>Paath, P. C., &amp; Dundu, J. T. (2015). Analisis Pengendalian Bahan Proyek Pembangunan Dengan Metode Goal Programming Prioritas (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Sekolah Eben Haezar). Jurnal Sipil Statik Vol. 3 No. 5, 351-360.<\/p>\n<p>Render, B., Stair, R. M., &amp; Hanna, E. M. (2012). Quantitative Analysis for Management. Global Edition. Twelfth Edition. England: Pearson Education Limited.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>5. Perumusan Goal Programming Berikut ini 6 langkah dalam perumusan Goal Programming (Mulyono dalam Yuliani dan Pujiyanti, 2013:973): Menentukan variabel keputusan. Untuk menentukan variabel keputusan dengan jelas terhadap variabel yang tidak diketahui untuk selanjutnya ke tahap pemodelan. Menyatakan sistem kendala. Pertama menentukan nilai-nilai sisi kanan, kemudian menentukan koefisien teknologi yang sesuai dan variabel keputusan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1581","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1581"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1584,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581\/revisions\/1584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}