{"id":1499,"date":"2019-12-15T07:25:34","date_gmt":"2019-12-15T00:25:34","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=1499"},"modified":"2019-12-27T11:10:48","modified_gmt":"2019-12-27T04:10:48","slug":"pertumbuhan-ekonomi-dunia-melambat-dan-penurunan-suku-bunga-bank-sentral-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2019\/12\/pertumbuhan-ekonomi-dunia-melambat-dan-penurunan-suku-bunga-bank-sentral-part-1\/","title":{"rendered":"Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat dan Penurunan Suku Bunga Bank Sentral (Part 1)"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1500 aligncenter\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/12\/suku-bunga.jpg\" alt=\"\" width=\"341\" height=\"192\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ekonomi dunia saat ini sedang dalam keadaan yang kurang baik, berbagai negara di dunia mulai merasakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia mereka melambat. International Monetary Fund (IMF) sudah 2 kali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi. Awalnya IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2019 mencapai 3.5%, namun pada bulan April 2019 proyeksi ini diturunkan menjadi 3.3% dan pada Oktober 2019 proyeksi pertumbuhan dipangkas menjadi 3%. Pertumbuhan yang melambat disebabkan terutama antara perang dagang AS \u2013 China sejak awal tahun 2019 yang membuat perdagangan di seluruh dunia menjadi semakin lambat. Terdapat pula faktor-faktor lainnya yang membuat pertumbuhan masing-masing negara melambat seperti pertumbuhan produktivitas yang rendah dan usia penduduk yang semakin tua di negara maju. Baik negara maju atau berkembang semuanya mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Negara maju seperti Amerika Serikat (AS) pun mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat, selama 2 kuartal di tahun 2019 pertumbuhan ekonomi AS adalah 3.1% dan 2%. China pun juga mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di mana pertumbuhan ekonomi mereka pada 2 kuartal tahun 2019 ini adalah sebesar 6.4% dan 6.2%. Di Eropa pun tidak jauh berbeda di mana berbagai negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Indonesia pun juga mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yakni sebesar 5.07% pada Q1 dan 5.05% pada Q2. Pemerintahan di setiap negara pun harus tangan untuk mengatasi melambatnya pertumbuhan ekonomi ini dan hal ini pun telah dilakukan melalui Bank Sentral di setiap negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kebijakan Bank Sentral yang memiliki dampak paling besar tentu adalah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau <em>the Fed<\/em>. <em>The Fed<\/em> pada tahun ini telah 3 kali memangkas suku bunga bank mereka. Pemangkasan suku bunga dilakukan pada bulan Juli 2019 di mana suku bunga turun dari 2.5% menjadi 2.25% kemudian pada bulan September 2019 di mana suku bunga turun dari 2.25% menjadi 2% dan terakhir pada bulan Oktober 2019 di mana suku bunga turun dari 2% menjadi 1.75%. Bank Indonesia pun juga melakukan hal serupa di mana BI telah memangkas suku bunga-nya sebanyak 4 kali pada tahun ini. Penurunan suku bunga BI dilakukan pada bulan Juli, Agustus, September dan Oktober, di mana besar penurunan tiap kali adalah 0.25% sehingga suku bunga BI turun dari 6% menjadi 5%. Bank Sentral di negara \u2013Eropa dan berbagai negara di Asia juga melakukan hal yang sama. Lantas mengapa pemotongan suku bunga menjadi respond terhadap perlambatan ekonomi?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekonomi dunia saat ini sedang dalam keadaan yang kurang baik, berbagai negara di dunia mulai merasakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia mereka melambat. International Monetary Fund (IMF) sudah 2 kali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi. Awalnya IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2019 mencapai 3.5%, namun pada bulan April 2019 proyeksi ini diturunkan menjadi 3.3% dan pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1499","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1499"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1502,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1499\/revisions\/1502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}