{"id":1165,"date":"2018-12-27T10:28:01","date_gmt":"2018-12-27T03:28:01","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=1165"},"modified":"2018-12-27T10:28:01","modified_gmt":"2018-12-27T03:28:01","slug":"penerapan-failure-mode-and-effect-analysis-fmea-dan-diagram-fishbone-pada-percetakan-pt-pandji-media-gemilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2018\/12\/penerapan-failure-mode-and-effect-analysis-fmea-dan-diagram-fishbone-pada-percetakan-pt-pandji-media-gemilang\/","title":{"rendered":"PENERAPAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN DIAGRAM FISHBONE PADA PERCETAKAN  PT. PANDJI MEDIA GEMILANG"},"content":{"rendered":"<p>PT. Pandji Media Gemilang dengan nama perusahaan Harian Umum BERITAPAGI salah satu media cetak di Sumatera Selatan yang berdiri pada 5 Mei 2005, terbit tujuh hari dalam seminggu dengan motto \u201cUntuk Kemajuan Masyarakat Sumsel\u201d, BERITAPAGI dipercaya oleh para pelaku bisnis sebagai media promosi dan publikasi, sejalan dengan penerapan strategi bisnis melalui iklan media cetak.<\/p>\n<p>Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu :<\/p>\n<p>1. Untuk mengetahui faktor \u2013 faktor potensial yang menyebabkan kecacatan produksi pada percetakan koran di PT. Pandji Media Gemilang.<\/p>\n<p>2. Untuk mengetahui solusi terbaik yang dapat direkomendasikan kepada PT. Pandji Media Gemilang dalam mengurangi kecacatan produksi.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Diagram Fishbone. Fungsi dari FMEA sendiri adalah mengidentifikasi kegagalan dalam proses produksi yang bertujuan untuk menghitung RPN (Risk Priority Number) yang di dapat dari hasil perhitungan Severity x Occurance x Detectability dan kegagalan yang ada. (Krityanto, Sugiono, Yuniarti, 2015),<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1B-640x253.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"253\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1166\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1B-640x253.jpg 640w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1B.jpg 904w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Keterangan Gambar:<\/p>\n<p>1. Process Description<\/p>\n<p>Merupakan hal-hal dalam proses prokdusi.<\/p>\n<p>2. Potential Failure Mode<\/p>\n<p>Potensi kegagalan dari proses produksi yang bisa terjadi.<\/p>\n<p>3. Potential Effect of Failure<\/p>\n<p>Akibat yang di timbulkan dari kegagalan yang terjadi.<\/p>\n<p>4. Severity<\/p>\n<p>Merupakan penilaian yang berhubungan dengan seberapa besar kemungkinan terjadinya dampak yang timbul akibat adanya kegagalan atau kecacatan yang terjadi, nilai severity di hasilkan melalui kuisioner yang sudah di lakukan terhadap seluruh karyawan bagian produksi.<\/p>\n<p>Potential Cause<\/p>\n<p>Kegagalan yang di dapat dari potensi kegagalan-kegagalan pada proses tersebut terjadi.<\/p>\n<p>6. Occurrence<\/p>\n<p>Seberapa sering kemungkinan penyebab kegagalan terjadi. Nilai occurrence ini di berikan untuk setiap penyebab kegagalan. Terdiri dari rating 1-10, makin sering penyebab kegagalan terjadi,makin tinggi nilai rating yang di berikan.<\/p>\n<p>7. Potential Cause<\/p>\n<p>Kegagalan yang di dapat dari potensi kegagalan-kegagalan pada proses tersebut terjadi.<\/p>\n<p>8. Occurrence<\/p>\n<p>Seberapa sering kemungkinan penyebab kegagalan terjadi. Nilai occurrence ini di berikan untuk setiap penyebab kegagalan. Terdiri dari rating 1-10, makin sering penyebab kegagalan terjadi,makin tinggi nilai rating yang di berikan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1B-640x253.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"253\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1166\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1B-640x253.jpg 640w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1B.jpg 904w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Potential Cause<\/p>\n<p>Kegagalan yang di dapat dari potensi kegagalan-kegagalan pada proses tersebut terjadi.<\/p>\n<p>10. Occurrence<\/p>\n<p>Seberapa sering kemungkinan penyebab kegagalan terjadi. Nilai occurrence ini di berikan untuk setiap penyebab kegagalan. Terdiri dari rating 1-10, makin sering penyebab kegagalan terjadi,makin tinggi nilai rating yang di berikan<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1D-640x142.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"142\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1167\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1D-640x142.jpg 640w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1D.jpg 867w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>11. Current Control Prevention<\/p>\n<p>Kontrol yang di lakukan unutk mendeteksi penyebab kegagalan yang terjadi.<\/p>\n<p>12. Detection<\/p>\n<p>Seberapa jauh penyebab kegagalan dapat di deteksi.terdiri dari rating dari 1-10, semakin sulit mendeteksi penyebab kegagalan yang terjadi makin tinggi nilai rating yang di berikan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1E-640x412.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"412\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1168\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1E-640x412.jpg 640w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1E.jpg 866w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>13. Risk Priority Number (RPN)<\/p>\n<p>RPN merupakan perkalian dari rating Occurrence (O), Severity (S) dan Detectability (D).Rumus RPN: RPN = O x S x D<\/p>\n<p>Angka ini di gunakan sebagai panduan untuk mengtahui masalah yang paling serius dengan indikasi angka yang paling tinggi memerlukan prioritas penanganan serius.<\/p>\n<p>Diagram Fishbone sendiri merupakan salah satu alat untuk mengidentifikasi dan menginspeksi masalah \u2013 masalah. Terdapat empat kategori utama dalam diagram fishbone yaitu (1) Man Power, (2) Machinery, (3) Material, dan (4) Methods, yang dimana dikenal sebagai 4 M, 4 M ini merupakan penyebab \u2013 penyebab terjadi nya sebuah karakteristik kualitas. Dari 4 M tersebut nanti akan terbagi lagi menjadi penyebab \u2013 penyebab yang lebih merinci. (Heizer dan Render, 2014).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1F-640x376.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"376\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1169\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1F-640x376.jpg 640w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/12\/1F.jpg 933w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Author :<br \/>\nM. Audriyan Gambino A. &#8211; 1701335890<\/p>\n<p>Muhamad Ikbal &#8211; 1701331021<\/p>\n<p>Muhamad Wijoyo Santoso &#8211; 1701363591<\/p>\n<p>Haryadi Sarjono &#8211; D1574<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT. Pandji Media Gemilang dengan nama perusahaan Harian Umum BERITAPAGI salah satu media cetak di Sumatera Selatan yang berdiri pada 5 Mei 2005, terbit tujuh hari dalam seminggu dengan motto \u201cUntuk Kemajuan Masyarakat Sumsel\u201d, BERITAPAGI dipercaya oleh para pelaku bisnis sebagai media promosi dan publikasi, sejalan dengan penerapan strategi bisnis melalui iklan media cetak. Penelitian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1165","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1170,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1165\/revisions\/1170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}