{"id":1002,"date":"2018-06-26T09:08:33","date_gmt":"2018-06-26T02:08:33","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/?p=1002"},"modified":"2018-06-26T09:08:33","modified_gmt":"2018-06-26T02:08:33","slug":"menjadi-pemimpinan-sejati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/2018\/06\/menjadi-pemimpinan-sejati\/","title":{"rendered":"MENJADI PEMIMPINAN SEJATI"},"content":{"rendered":"<p>by:\u00a0<strong>NUR ANNISA MAGFIRA (2001618844); NOVICA SARI (2001595973); FARA FISABILLA (2001582951)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).<br \/>\nKetika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab:<br \/>\n\u201cAs for the best leaders, the people do not notice their existence. The next best, the people honour and praise. The next, the people fear, And the next the people hate. When the best leader\u2019s work is done, the people say, \u2018we did it ourselves\u2019.\u201d<\/p>\n<p>Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.<\/p>\n<p><strong><u>Karakter Seorang Pemimpin Sejati<\/u><\/strong><\/p>\n<p>Merupakan jenis kepemimpinan yang \u00a0disebut dengan Q Leader. Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence \u2013 quality \u2013 qi \u2014 qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kepemimpinan Q dalam tiga aspek (3C) penting, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Perubahan karakter dari dalam diri (character change)<\/li>\n<li>Visi yang jelas (clear vision)<\/li>\n<li>Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Sumber <\/em>:\u00a0<a href=\"http:\/\/brg-artikel.blogspot.com\/2008\/08\/kepemimpinan-sejati.html?m=1\">http:\/\/brg-artikel.blogspot.com\/2008\/08\/kepemimpinan-sejati.html?m=1<\/a><\/p>\n<p><em>Received on 31 Mei 2018, Thursday<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>by:\u00a0NUR ANNISA MAGFIRA (2001618844); NOVICA SARI (2001595973); FARA FISABILLA (2001582951) &nbsp; Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out). Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab: \u201cAs for the best leaders, the people do not notice their existence. The next [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[7,44,42,8,41],"class_list":["post-1002","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-bbs","tag-human-capital","tag-leadership","tag-management","tag-manajemen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1002"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1003,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1002\/revisions\/1003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}