{"id":420,"date":"2018-05-30T16:37:24","date_gmt":"2018-05-30T09:37:24","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/?p=420"},"modified":"2018-05-30T16:37:24","modified_gmt":"2018-05-30T09:37:24","slug":"menggali-ide-unik-dengan-metode-challenge-based-learning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/2018\/05\/menggali-ide-unik-dengan-metode-challenge-based-learning\/","title":{"rendered":"\u201cMenggali Ide Unik Dengan Metode Challenge-Based Learning\u201d"},"content":{"rendered":"<p>\u201cMenggali Ide Unik Dengan Metode Challenge-Based Learning\u201d<\/p>\n<p>Oleh: Rhesa Febrin Saputra &#8211; 1901472511<\/p>\n<p>Dewasa ini, teknologi berkembang pesat. Teknologi semakin canggih dan rumit. Hampir semua pekerjaan manusia dapat digantikan dengan teknologi. Pekerjaan manusia dibuat semakin mudah dan lebih sederhana. Semua dapat diakses dalam satu genggaman saja. Namun, dengan adanya teknologi tak membuat permasalahan yang ada semakin mudah pula untuk dipecahkan.<\/p>\n<p>Teknologi semakin canggih memunculkan pula permasalahan \u2013 permasalahan baru di dunia, mulai dari kesenjangan, dampak lingkungan, dan masih banyak hal lainnya. Manusia dituntut untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif dengan adanya teknologi. Terkadang, ide \u2013 ide yang muncul sangat kreatif, namun tidak terlalu memikirkan aspek lingkungan dan keadaan sekitar, hanya sebatas kesenangan saja.<\/p>\n<p>Metode challenge based learning mengombinasikan antara analytical thinking, problem solving, dan menciptakan ide \u2013 ide kreatif yang bisa diterapkan untuk memecahkan permasalahan \u2013 permasalahan yang ada. Metode ini memiliki beberapa tahap hingga akhirnya bisa menghasilkan sesuatu yang berguna dan unik. Metode ini dipakai diberbagai institusi, salah satunya di Apple Developer Academy.<\/p>\n<p>Langkah pertama adalah dengan menganalisa dan mengidentifikasi masalah \u2013 masalah yang ada. Masalah yang akan dipecahkan, diharapkan sebuah masalah yang konkrit dan kompleks, serta berpotensi untuk bermanfaat bagi orang banyak. Setiap masalah yang ada, dibuat guiding questions, atau pertanyaan \u2013 pertanyaan pembimbing. Pertanyaan ini berfungsi untuk mengkritisi permasalahan yang ada, mulai dari dasar hingga hal yang spesifik dan kompleks.<\/p>\n<p>Menentukan big idea, essential question, dan challenge yang akan dibuat dan dipecahkan dari masalah tersebut. Semua dibuat berdasarkan guiding questions dan dari permasalahan yang ada. Setiap aspek menentukan bagaimana hasil project akan ditentukan. Kinerja, koordinasi, dan komunikasi dalam tim juga menentukan bagaimana challenge based learning ini berlangsung.<\/p>\n<p>Hasil dari ide \u2013 ide tersebut kemudian dikritis kembali oleh para fasilitator dan disempurnakan kembali. Hasil dari ide yang telah dikritisi, dengan bantuan tim dan fasilitator, diwujudkan dalam suatu apps yang unik dan kreatif, dan dapat dipublikasikan di app store. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.<\/p>\n<p>Dari contoh \u2013 contoh metode challenge based learning yang diterapkan di Apple Developer Academy tersebut, dapat terceminkan bagaimana sisi positif dari metode tersebut dan mampu mengembangkan potensi dari masing \u2013 masing individu dan tim. Metode ini sangat efektif dalam hal pendidikan yang mampu mengembangkan konsep berpikir dari setiap individu, tidak hanya bagi pelajar maupun para pengajar sebagai fasilitator.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cMenggali Ide Unik Dengan Metode Challenge-Based Learning\u201d Oleh: Rhesa Febrin Saputra &#8211; 1901472511 Dewasa ini, teknologi berkembang pesat. Teknologi semakin canggih dan rumit. Hampir semua pekerjaan manusia dapat digantikan dengan teknologi. Pekerjaan manusia dibuat semakin mudah dan lebih sederhana. Semua dapat diakses dalam satu genggaman saja. Namun, dengan adanya teknologi tak membuat permasalahan yang ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[8],"class_list":["post-420","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-ibmbinus-univbinus-binusuniv-bbsbinus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=420"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":421,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420\/revisions\/421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}