{"id":3899,"date":"2026-10-09T14:02:52","date_gmt":"2026-10-09T07:02:52","guid":{"rendered":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/?p=3899"},"modified":"2026-10-09T14:03:27","modified_gmt":"2026-10-09T07:03:27","slug":"mengapa-produk-lokal-kalah-bersaing-menjelaskan-akar-masalah-dari-psikologi-hingga-kebijakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/2026\/10\/mengapa-produk-lokal-kalah-bersaing-menjelaskan-akar-masalah-dari-psikologi-hingga-kebijakan\/","title":{"rendered":"Mengapa Produk Lokal Kalah Bersaing? Menjelaskan Akar Masalah dari Psikologi hingga Kebijakan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3902 aligncenter\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-aseprich-8102606.jpg\" alt=\"\" width=\"810\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-aseprich-8102606.jpg 1920w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-aseprich-8102606-640x427.jpg 640w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-aseprich-8102606-960x640.jpg 960w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-aseprich-8102606-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-aseprich-8102606-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-aseprich-8102606-480x320.jpg 480w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-aseprich-8102606-768x512.jpg 768w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-aseprich-8102606-1024x683.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 810px) 100vw, 810px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: Pexels<\/p>\n<p>Tangerang, 7 Oktober 2026 \u2013 Persaingan antara produk lokal dan produk impor di pasar Indonesia merupakan persoalan kompleks yang melingkupi berbagai dimensi industri. Meskipun perekonomian nasional mencatatkan pertumbuhan positif, sektor manufaktur dalam negeri justru menghadapi tekanan berat yang memicu penurunan kinerja di berbagai subsektor. Fenomena ini tidak semata &#8211; mata dipicu oleh masalah harga atau permodalan, melainkan akibat dari interaksi antara persepsi psikologis konsumen, kebiasaan internal produsen, kenyamanan penggunaan, hingga ketidakselarasan regulasi dan struktur ekonomi nasional.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3900\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-muhammad-dzaki-zaidan-23516854-6670043.jpg\" alt=\"\" width=\"790\" height=\"1185\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-muhammad-dzaki-zaidan-23516854-6670043.jpg 1920w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-muhammad-dzaki-zaidan-23516854-6670043-640x960.jpg 640w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-muhammad-dzaki-zaidan-23516854-6670043-960x1440.jpg 960w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-muhammad-dzaki-zaidan-23516854-6670043-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-muhammad-dzaki-zaidan-23516854-6670043-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-muhammad-dzaki-zaidan-23516854-6670043-480x720.jpg 480w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-muhammad-dzaki-zaidan-23516854-6670043-768x1152.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 790px) 100vw, 790px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: Pexels<\/p>\n<p>Dari sudut pandang konsumen, mereka cenderung mengutamakan produk luar negeri karena dipengaruhi oleh persepsi sosial dan peninggalan pola pikir pascakolonial. Masyarakat dari negara bekas jajahan sering kali memposisikan nilai \u2013 nilai Masyarakat barat atau luar negeri sebagai simbol kemajuan, modernitas, dan status sosial yang tinggi. Kondisi ini diperkuat oleh fenomena \u201cCountry of Origin Effect\u201d, di mana konsumen secara otomatis menganggap barang buatan negara maju pasti mempunyai kualitas yang lebih unggul. Efek media sosial dan gaya hidup para influencer juga turut membentuk selera publik yang mengabaikan identitas lokal, bahkan mendorong sebagian produsen dalam negeri melakukan peniruan (Mimicry) desain dan merek asing yang merusak identitas asli Indonesia.<\/p>\n<p>Selain faktor gengsi dan pencitraan diri, daya saing produk lokal juga terhambat oleh kebiasaan penggunaan yang terbentuk sejak masa pendidikan. Ketika para calon profesional terbiasa menggunakan alat &#8211; alat atau perangkat buatan luar negeri selama masa studi, mereka membangun zona kenyamanan penggunaan yang sulit diubah saat masuk ke dunia kerja. Akibatnya, meskipun produsen lokal telah memenuhi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), produk tersebut sering kali gagal menarik perhatian pembeli di pasar domestik. Situasi ini pada akhirnya menyebabkan keengganan produsen lokal untuk memperbarui sertifikasi akibat kurangnya permintaan nyata dari masyarakat maupun instansi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3901\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-noel-snpr-2148726663-30433081.jpg\" alt=\"\" width=\"790\" height=\"1185\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-noel-snpr-2148726663-30433081.jpg 1920w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-noel-snpr-2148726663-30433081-640x960.jpg 640w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-noel-snpr-2148726663-30433081-960x1440.jpg 960w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-noel-snpr-2148726663-30433081-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-noel-snpr-2148726663-30433081-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-noel-snpr-2148726663-30433081-480x720.jpg 480w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/10\/pexels-noel-snpr-2148726663-30433081-768x1152.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 790px) 100vw, 790px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: Pexels<\/p>\n<p>Di tingkat produsen, kelemahan internal berasal dari kerangka berfikir produksi dan kurangnya ketelitian, jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand, Myanmar, maupun Jepang. Pelaku usaha lokal umumnya berfokus pada penyelesaian pekerjaan tepat waktu dan pengiriman barang tanpa membiasakan proses peninjauan ulang atas hasil kerja. Tanpa adanya evaluasi dan iterasi perbaikan yang berkesinambungan, kualitas produk lokal justru sering merosot ketika kebanjiran pesanan atau mendadak viral. Selain itu, produsen lokal cenderung kurang percaya diri untuk menerapkan harga yang premium dengan basis kualitas lebih bagus dan produksi terbatas, melainkan lebih memilih mengejar volume penjualan massal tanpa didukung dengan sistem kontrol kualitas yang mumpuni.<\/p>\n<p>Dari perspektif ekonomi makro, industri dalam negeri sangat rentan karena tingginya ketergantungan pada bahan baku impor yang menaikkan biaya produksi saat terjadi gangguan rantai pasok global. Masalah ini diperparah oleh lonjakan impor barang jadi yang siap pakai, yang diberikan kemudahan izin masuk. Sementara itu, regulasi bagi industri manufaktur lokal terkesan rumit dan kurang harmonis antarkementerian. Sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) menjadi salah satu korban paling terdampak, ditandai dengan gelombang penutupan pabrik dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang mengganggu perekonomian rumah tangga.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi ketimpangan ini, diperlukan reformasi ekosistem industri secara menyeluruh pada sisi penawaran (supply), permintaan (demand), dan kebijakan. Pemerintah perlu menyinkronkan regulasi antarkementerian, memperketat tata kelola impor barang jadi, serta menyederhanakan birokrasi demi melindungi industri domestik. Di saat yang sama, produsen lokal harus berani membangun kepercayaan diri dengan menyoroti identitas autentik Indonesia, memperketat kontrol kualitas, dan harus konsisten dalam melakukan perbaikan produk. Dari sisi masyarakat, penumbuhan kesadaran kritis untuk melepaskan diri dari ketergantungan budaya konsumsi asing menjadi kunci utama agar produk dalam negeri dihargai sebagai sumber kebanggaan nasional.<\/p>\n<p>Referensi<br \/>\nAnwar, M. C. (2022, June 12). Kenapa Produk Lokal Kalah Bersaing dengan Produk Impor? KOMPAS.Com; Kompas.com. https:\/\/money.kompas.com\/read\/2022\/06\/12\/160528126\/kenapa-produk-lokal-kalah-bersaing-dengan-produk-impor<\/p>\n<p>ZainalAbidin, A. (2026, January 10). Mengapa produk lokal di anggap kalah dengan produk luar? &#8211; Kompasiana.com. Kompasiana; Kompasiana.com. https:\/\/www.kompasiana.com\/ahmad31976\/69611489c925c47c7375be82\/mengapa-produk-lokal-di-anggap-kalah-dengan-produk-luar<\/p>\n<p>Produk Lokal Merana Kalah Saing Dengan Produk Impor Yang Semakin Mewabah. (2024, July 7). Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis. https:\/\/iweb.or.id\/news\/produk-lokal-merana-kalah-saing-dengan-produk-impor-yang-semakin-mewabah\/<\/p>\n<p>Hardi, E. (2025, October 5). Penyebab Produk Indonesia (Seringkali) Kalah Saing. Medium; Komunitas Blogger M. https:\/\/medium.com\/komunitas-blogger-m\/penyebab-produk-indonesia-seringkali-kalah-saing-76f5e96f6a15<\/p>\n<p>Bahri, A. S. (2021, May 31). Pria Berdiri di Depan Lapak Buah \u00b7 Foto Stok Gratis. Pexels. https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/makanan-pria-laki-laki-lelaki-8102606\/<\/p>\n<p>Zaidan, M. D. (2021, February 2). Laki-laki Berpose di Jalan \u00b7 Foto Stok Gratis. Pexels. https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/jalan-laki-laki-pria-lelaki-6670043\/<\/p>\n<p>Snpr, N. (2026, February 3). Kerajinan Tangan Pembuatan Sepatu Di Bengkel Indonesia \u00b7 Foto Stok Gratis. Pexels. https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/kerajinan-tangan-pembuatan-sepatu-di-bengkel-indonesia-30433081\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: Pexels Tangerang, 7 Oktober 2026 \u2013 Persaingan antara produk lokal dan produk impor di pasar Indonesia merupakan persoalan kompleks yang melingkupi berbagai dimensi industri. Meskipun perekonomian nasional mencatatkan pertumbuhan positif, sektor manufaktur dalam negeri justru menghadapi tekanan berat yang memicu penurunan kinerja di berbagai subsektor. Fenomena ini tidak semata &#8211; mata dipicu oleh masalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3902,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3899"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3903,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3899\/revisions\/3903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3902"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}