{"id":3864,"date":"2026-09-09T17:05:43","date_gmt":"2026-09-09T10:05:43","guid":{"rendered":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/?p=3864"},"modified":"2026-09-10T17:18:28","modified_gmt":"2026-09-10T10:18:28","slug":"mengapa-matcha-menjadi-tren-global-dalam-industri-food-and-beverage-fb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/2026\/09\/mengapa-matcha-menjadi-tren-global-dalam-industri-food-and-beverage-fb\/","title":{"rendered":"Mengapa Matcha Menjadi Tren Global dalam Industri Food and Beverage (F&amp;B)"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3865 aligncenter\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/pexels-ivan-s-8952815.jpg\" alt=\"\" width=\"589\" height=\"393\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: Pexels<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam beberapa tahun terakhir, matcha telah berkembang dari minuman tradisional Jepang menjadi salah satu tren terbesar dalam industri food and <\/span><span style=\"font-weight: 400\">beverage (F&amp;B) global. Popularitasnya tidak hanya terbatas sebagai teh, tetapi juga hadir dalam berbagai inovasi produk seperti matcha latte, dessert, es krim, pastry, hingga minuman kekinian yang banyak dijual di caf\u00e9 modern. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan preferensi konsumen yang mulai tertarik pada produk yang dianggap lebih sehat, autentik, dan menarik secara visual. Pertumbuhan pasar matcha juga meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya permintaan global terhadap minuman berbasis kesehatan dan wellness. Menurut laporan dari Probity Market Insights, tren matcha berkembang karena adanya \u201crising global interest in functional and antioxidant-rich beverages\u201d atau meningkatnya minat masyarakat terhadap minuman fungsional yang kaya antioksidan (Probity Market Insights, 2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu faktor utama yang membuat matcha menjadi tren global adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Matcha dikenal memiliki kandungan antioksidan tinggi, terutama katekin, serta L-theanine yang dipercaya mampu membantu meningkatkan fokus sekaligus memberikan efek relaksasi. Banyak konsumen mulai mencari alternatif minuman selain kopi yang tetap dapat memberikan energi tetapi dianggap lebih ringan bagi tubuh. Oleh karena itu, matcha diposisikan sebagai pilihan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern. Economic Times menyebutkan bahwa matcha kini menjadi bagian dari \u201cglobal wellness trend\u201d karena dianggap sebagai minuman yang mendukung pola hidup sehat dan mindful living (Economic Times, 2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain faktor kesehatan, media sosial juga memiliki peran besar dalam mempercepat popularitas matcha di berbagai negara. Warna hijau cerah yang khas membuat produk berbahan matcha terlihat menarik untuk difoto dan dibagikan melalui platform seperti Instagram dan TikTok. Media sosial kemudian membentuk persepsi bahwa matcha bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern. Le Monde menjelaskan bahwa popularitas matcha meningkat pesat karena media sosial mempromosikannya sebagai alternatif kopi yang lebih sehat dan estetik untuk dikonsumsi sehari-hari (Le Monde, 2025). Bahkan, Washington Post melaporkan bahwa tingginya permintaan matcha global dipicu oleh \u201csocial media frenzy\u2014particularly on TikTok\u201d atau kegilaan media sosial, khususnya TikTok, yang membuat matcha semakin viral di kalangan generasi muda (Washington Post, 2025).<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3866 aligncenter\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/pexels-masudriguez-17190058.jpg\" alt=\"\" width=\"488\" height=\"651\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: Pexels<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perkembangan budaya caf\u00e9 modern juga turut mendorong tren matcha dalam industri F&amp;B. Banyak caf\u00e9 dan restoran mulai menambahkan menu berbahan dasar matcha untuk memenuhi permintaan konsumen yang menginginkan variasi minuman selain kopi. Matcha kini diolah menjadi berbagai produk inovatif seperti dirty matcha, matcha bubble tea, matcha cheesecake, dan matcha soft serve. Inovasi tersebut membuat matcha mampu menjangkau lebih banyak segmen pasar, mulai dari pecinta teh tradisional hingga konsumen muda yang mengikuti tren minuman kekinian. Penelitian dalam Journal of Global Business menyebutkan bahwa \u201cmatcha caf\u00e9s have gained popularity among traditional tea enthusiasts and health-conscious consumers\u201d atau caf\u00e9 matcha semakin populer di kalangan pecinta teh dan konsumen yang peduli terhadap kesehatan (Journal of Global Business, 2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sisi lain, daya tarik matcha juga berasal dari nilai budaya yang dimilikinya. Matcha merupakan bagian dari tradisi upacara minum teh Jepang yang telah berlangsung selama berabad-abad. Namun, di era modern, matcha berhasil dipadukan dengan gaya hidup kontemporer tanpa kehilangan identitas budayanya. Konsumen tidak hanya membeli produk matcha karena rasanya, tetapi juga karena adanya pengalaman budaya dan kesan autentik yang melekat pada produk tersebut. Vogue menyatakan bahwa meningkatnya minat terhadap matcha premium menunjukkan bahwa konsumen mencari \u201cauthenticity, craftsmanship, and intentionality\u201d atau autentisitas, keterampilan tradisional, dan nilai budaya dalam produk yang mereka konsumsi (Vogue, 2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan berbagai faktor tersebut, matcha berhasil berkembang menjadi salah satu tren global terbesar dalam industri F&amp;B. Kombinasi antara manfaat kesehatan, pengaruh media sosial, inovasi produk, budaya caf\u00e9 modern, dan nilai tradisional Jepang membuat matcha memiliki daya tarik yang kuat bagi konsumen di seluruh dunia. Oleh karena itu, matcha diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan dan tetap menjadi bagian penting dari tren makanan dan minuman global di masa mendatang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Daftar Pustaka<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Economic Times. (2025). Matcha is now a global wellness trend, but what makes this Japanese tea ceremony drink different from regular green tea? Retrieved from https:\/\/economictimes.indiatimes.com<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Grand View Research. (2025). Matcha Market Size, Share &amp; Trends Analysis Report. Retrieved from https:\/\/www.grandviewresearch.com<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Le Monde. (2025). Matcha&#8217;s popularity risks causing shortages. Retrieved from https:\/\/www.lemonde.fr<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Probity Market Insights. (2025). Matcha Market Size, Growth Trends &amp; Forecast 2025\u20132033. Retrieved from https:\/\/www.probitymarketinsights.com<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">The Washington Post. (2025). Supplies of matcha are dwindling, thanks to lattes and TikTok videos. Retrieved from https:\/\/www.washingtonpost.com<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Vogue. (2025). The new wave of matcha sweeping the country. Retrieved from https:\/\/www.vogue.com<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: Pexels Dalam beberapa tahun terakhir, matcha telah berkembang dari minuman tradisional Jepang menjadi salah satu tren terbesar dalam industri food and beverage (F&amp;B) global. Popularitasnya tidak hanya terbatas sebagai teh, tetapi juga hadir dalam berbagai inovasi produk seperti matcha latte, dessert, es krim, pastry, hingga minuman kekinian yang banyak dijual di caf\u00e9 modern. Fenomena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3865,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3864"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3872,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3864\/revisions\/3872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}