{"id":365,"date":"2018-04-10T21:23:21","date_gmt":"2018-04-10T14:23:21","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/?p=365"},"modified":"2018-04-10T21:23:21","modified_gmt":"2018-04-10T14:23:21","slug":"international-capitalism","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/2018\/04\/international-capitalism\/","title":{"rendered":"International Capitalism"},"content":{"rendered":"<p><strong>International Capitalism<\/strong><\/p>\n<p>By: De Kalimana &amp; Rizky Arie<\/p>\n<p>Kapitalisme\u00a0atau\u00a0Kapital\u00a0adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal dalam melakukan usahanya berusaha untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dengan prinsip tersebut, pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna memperoleh keuntungan bersama, tetapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.<\/p>\n<p>Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di\u00a0Eropa\u00a0pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan\u00a0perbankan\u00a0komersial\u00a0Eropa\u00a0di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang\u00a0modal, seperti\u00a0tanah\u00a0dan\u00a0manusia\u00a0guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin terlebih dahulu, kemudian buruh yang berperan sebagai operator mesin guna mendapatkan nilai dari bahan baku yang diolah.<\/p>\n<p>Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem\u00a0perniagaan\u00a0yang dilakukan oleh pihak swasta. Di\u00a0Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan\u00a0guild\u00a0sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengan\u00a0sosialisme\u00a0tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu.<\/p>\n<p>Istilah\u00a0kapitalisme, dalam arti modern, sering dikaitkan dengan\u00a0Karl Marx. Dalam magnum opus\u00a0Das Kapital, Marx menulis tentang cara produksi kapitalis dengan menggunakan metode pemahaman yang sekarang dikenal sebagai\u00a0Marxisme. Namun, sementara Marx jarang menggunakan istilah kapitalisme, namun digunakan dua kali dalam interpretasi karyanya yang lebih politik, terutama ditulis oleh kolaborator\u00a0Friedrich Engels. Pada abad ke-20 pembela sistem kapitalis sering menggantikan kapitalisme jangka panjang dengan frasa seperti\u00a0perusahaan bebas\u00a0dan\u00a0perusahaan swasta\u00a0dan diganti dengan kapitalis rente dan\u00a0investor\u00a0sebagai reaksi terhadap konotasi negatif yang terkait dengan kapitalisme.<\/p>\n<p>Reference:<\/p>\n<p>https:\/\/www.kompasiana.com\/kalimana\/kapitalisme-sosialisme-paradigma-islam_5804dd1a8423bd1720a8f269<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>International Capitalism By: De Kalimana &amp; Rizky Arie Kapitalisme\u00a0atau\u00a0Kapital\u00a0adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal dalam melakukan usahanya berusaha untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dengan prinsip tersebut, pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna memperoleh keuntungan bersama, tetapi intervensi pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[8],"class_list":["post-365","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-ibmbinus-univbinus-binusuniv-bbsbinus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=365"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/365\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":366,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/365\/revisions\/366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/ibm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}