{"id":973,"date":"2026-09-12T07:31:42","date_gmt":"2026-09-12T07:31:42","guid":{"rendered":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/?p=973"},"modified":"2026-09-12T07:34:09","modified_gmt":"2026-09-12T07:34:09","slug":"kenapa-barang-dari-china-bisa-ada-di-mana-mana-ini-rahasia-global-supply-chain-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/2026\/09\/12\/kenapa-barang-dari-china-bisa-ada-di-mana-mana-ini-rahasia-global-supply-chain-mereka\/","title":{"rendered":"Kenapa Barang dari China Bisa Ada di Mana-Mana? Ini Rahasia Global Supply Chain Mereka"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-974\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2026\/09\/images-2.jpeg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Coba lihat barang-barang di sekitar kita. Mulai dari pakaian, elektronik, sampai berbagai produk yang kita beli secara online, banyak yang punya satu kesamaan: Made in China.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tapi, sebenarnya apa yang membuat produk dari China bisa tersebar hampir ke seluruh dunia, termasuk Indonesia?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu kekuatan China adalah kemampuannya membangun global supply chain yang terhubung, mulai dari produsen, pemasok, teknologi, hingga distribusi.<\/span><\/p>\n<h3><b>Alasannya bukan sekadar produksi murah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Harga jual barang-barang produksi China bisa sangat murah dan mudah untuk didapatkan oleh masyarakat di seluruh dunia bukan hanya dikarenakan biaya produksi yang rendah. China sudah membentuk ekosistem manufaktur yang besar dan saling terhubung. Ketika sebuah perusahaan ingin memproduksi barang, mereka tidak hanya mendapatkan akses ke pabrik, tetapi juga ke banyak pemasok bahan baku, komponen, packaging, hingga layanan logistik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Artinya, proses dari produksi sampai barang sampai ke tangan konsumen bisa berjalan lebih cepat dan efisien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dan sekarang, kekuatan tersebut semakin berkembang karena teknologi digital.<\/span><\/p>\n<h3><b>Contohnya? SHEIN dan Temu<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalau ngomongin perusahaan yang berhasil memanfaatkan supply chain China, <\/span><b>SHEIN<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><b>Temu<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> adalah contoh yang dekat dengan kehidupan anak muda sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">SHEIN menggunakan model on-demand production, yaitu memproduksi barang berdasarkan permintaan konsumen. Produk baru dapat diproduksi dalam jumlah kecil terlebih dahulu, kemudian produksinya ditambah jika ternyata banyak diminati. Model ini didukung oleh sistem digital yang menghubungkan data permintaan konsumen dengan pemasok dan proses produksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, Temu menggunakan model yang menghubungkan konsumen dengan jutaan merchant, produsen, dan brand. Temu juga mengandalkan jaringan logistik dan konsep Consumer-to-Manufacturer (C2M) untuk menghubungkan kebutuhan konsumen dengan produsen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, yang membuat produk-produk tersebut bisa dijual ke berbagai negara bukan hanya karena barangnya dibuat di China. Ada sistem yang menghubungkan data, produsen, inventory, platform digital, dan logistik dalam satu rantai yang terintegrasi.<\/span><\/p>\n<h3><b>Peran Global Trade Management\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari contoh SHEIN dan Temu, kita bisa melihat bahwa perdagangan internasional sekarang sudah jauh lebih kompleks daripada sekadar mengirim barang dari satu negara ke negara lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan perlu memahami bagaimana memilih supplier, mengelola inventory, membaca permintaan pasar, mengatur distribusi, hingga menghadapi risiko dalam supply chain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semakin terintegrasi sistemnya, semakin besar juga kebutuhan terhadap orang yang mampu mengelola proses tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><b>Jadi, Apa yang Bisa Kita Pelajari?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">China menunjukkan bahwa kekuatan dalam global trade bukan hanya tentang <\/span><b>siapa yang bisa memproduksi barang paling murah<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, tetapi juga siapa yang mampu membangun supply chain yang cepat, terhubung, dan responsif terhadap perubahan pasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">SHEIN dan Temu hanyalah dua contoh bagaimana teknologi dapat mengubah cara produk dibuat, dijual, dan dikirim ke konsumen di berbagai negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dan di balik semua itu, ada satu hal yang sering tidak terlihat oleh konsumen: <\/span><b>global supply chain<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>Daftar Pustaka<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">SHEIN. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">About SHEIN: Digitally empowered agile supply chain<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from<\/span><a href=\"https:\/\/www.sheingroup.com\/our-group?utm_source=chatgpt.com\"><span style=\"font-weight: 400\"> https:\/\/www.sheingroup.com\/our-group<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Temu. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">About Temu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from https:\/\/www.temu.com\/about_temu\/<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">World Bank. (2016). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">How has China moved-up the global value chains?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Retrieved from<\/span><a href=\"https:\/\/blogs.worldbank.org\/en\/developmenttalk\/how-has-china-moved-global-value-chains?utm_source=chatgpt.com\"><span style=\"font-weight: 400\"> https:\/\/blogs.worldbank.org\/en\/developmenttalk\/how-has-china-moved-global-value-chains<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">World Bank. (2016). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The essentials of a manufacturing ecosystem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from<\/span><a href=\"https:\/\/blogs.worldbank.org\/en\/psd\/essentials-manufacturing-ecosystem?utm_source=chatgpt.com\"><span style=\"font-weight: 400\"> https:\/\/blogs.worldbank.org\/en\/psd\/essentials-manufacturing-ecosystem<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Coba lihat barang-barang di sekitar kita. Mulai dari pakaian, elektronik, sampai berbagai produk yang kita beli secara online, banyak yang punya satu kesamaan: Made in China. Tapi, sebenarnya apa yang membuat produk dari China bisa tersebar hampir ke seluruh dunia, termasuk Indonesia?\u00a0 Salah satu kekuatan China adalah kemampuannya membangun global supply chain yang terhubung, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":975,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=973"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/973\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":977,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/973\/revisions\/977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/media\/975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/global-trade-management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}