{"id":807,"date":"2020-04-13T21:36:44","date_gmt":"2020-04-13T14:36:44","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/?p=807"},"modified":"2020-04-13T21:36:44","modified_gmt":"2020-04-13T14:36:44","slug":"pengukuran-kinerja-televisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/2020\/04\/13\/pengukuran-kinerja-televisi\/","title":{"rendered":"PENGUKURAN KINERJA TELEVISI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Rita, SE., M.Si (Faculty Member of Global Business Marketing)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Rating<\/em> adalah metrik pengukuran pangsa pemirsa televisi baik yang ditayangkan secara gratis atau <em>teresterial <\/em>maupun berbayar yang dikeluarkan oleh Nielsen Audience Measurement. Populasi televisi yang masuk dalam cakupan area survei Nielsen di Indonesia adalah sekitar 52 juta penonton dan tersebar di 11 kota (The Nielsen Company, 2015).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Fachrudin (2016) metode pengukuran yang digunakan adalah memantau performa kepemirsaan menit per menit (<em>Peoplemeter<\/em>) dengan pengumpulan data secara <em>on-line<\/em> (harian) dan <em>off-line <\/em>(mingguan), sampel penonton yang diambil adalah mulai usia lima tahun keatas. Riset dengan <em>Peoplemeter<\/em> ini terbatas pada pengukuran pemirsa di rumah dengan menggunakan <em>Base Unit<\/em> yang terpasang pada seperangkat televisi tersebut. Kemudian data akan diolah oleh <em>software<\/em> yang diinstal pada komputer terpisah. <em>Software <\/em>yang digunakan oleh Nielsen mengalami banyak kemajuan, yang semula <em>Software Telescope<\/em>, <em>Adwatch\u00b8 <\/em>dan saat ini menggunakan <em>Arianna Viewing Behaviour<\/em> untuk analisis program dan <em>Arianna Post Evaluation<\/em> untuk analisa iklan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Universe<\/em> dalam pengertian Nielsen adalah total individu\/rumah pada populasi, yaitu rumah tangga pemirsa televisi, sedangkan target penonton merupakan kelompok individu didalam komunitas yang terpilih sebagai target atau kelompok individu yang paling cocok untuk jadwal atau kampanye iklan tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Adapun cara menghitung <em>Rating<\/em> <em>Program<\/em> adalah rata-rata jumlah penonton selama berlangsungnya program televisi yang dinyatakan dalam persentase dari total potensi atau kelompok sampel. Poin <em>Rating<\/em> <em>Program<\/em> didasarkan atas unit waktu terkecil, yaitu 1 menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-809\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-content\/uploads\/sites\/18\/2020\/04\/rita1-1.png\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"165\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara untuk menghitung <em>Rating Iklan<\/em> yaitu rata-rata jumlah penonton selama jeda iklan yang dinyatakan dalam persentase dari total potensi atau kelompok sampel. <em>Rating Iklan<\/em> juga didasarkan atas unit waktu terkecil, yaitu 1 menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-810\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-content\/uploads\/sites\/18\/2020\/04\/rita2-640x131.png\" alt=\"\" width=\"493\" height=\"101\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Share<\/em> (kepemirsaan) adalah persentase yang menonton program tertentu dari penonton potensial pada periode waktu tertentu. <em>\u00a0<\/em>Agar lebih lengkap mencari <em>Share<\/em>, pembilang merupakan jumlah penonton suatu program televisi (misalkan program A), pada waktu tertentu dibagi jumlah penonton program televisi lainnya (selain televisi program A), pada waktu yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-811\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-content\/uploads\/sites\/18\/2020\/04\/rita3-640x131.png\" alt=\"\" width=\"477\" height=\"97\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Cara menghitung biaya yang diperlukan untuk menjangkau 1.000 individu pada target penoton disebut <em>Cost Per Thousand <\/em>(<em>CPM<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-812\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-content\/uploads\/sites\/18\/2020\/04\/rita4-640x131.png\" alt=\"\" width=\"489\" height=\"100\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Cara menghitung biaya yang diperlukan untuk menjangkau satu persen individu pada target penonton tertentu disebut <em>Cost Per Rating Point <\/em>(<em>CPRP<\/em>).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-813\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-content\/uploads\/sites\/18\/2020\/04\/rita5-640x131.png\" alt=\"\" width=\"498\" height=\"102\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan demikian, setiap pengiklan dan agen periklanan dapat mengetahui berapa nilai rupiah yang dikeluarkan untuk membeli setiap <em>spot<\/em> iklan di stasiun televisi per satu penonton. Semakin kecil nilai CPRP-nya akan semakin efisien pengeluaran iklan yang dibelanjakan. (Berbagai Sumber)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Rita, SE., M.Si (Faculty Member of Global Business Marketing) &nbsp; Rating adalah metrik pengukuran pangsa pemirsa televisi baik yang ditayangkan secara gratis atau teresterial maupun berbayar yang dikeluarkan oleh Nielsen Audience Measurement. Populasi televisi yang masuk dalam cakupan area survei Nielsen di Indonesia adalah sekitar 52 juta penonton dan tersebar di 11 kota (The [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-807","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=807"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/807\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}