{"id":785,"date":"2019-10-15T12:54:06","date_gmt":"2019-10-15T05:54:06","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/?p=785"},"modified":"2019-10-15T12:54:06","modified_gmt":"2019-10-15T05:54:06","slug":"new-way-of-customer-buying-behavior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/2019\/10\/15\/new-way-of-customer-buying-behavior\/","title":{"rendered":"New Way of Customer Buying Behavior"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Pinkan Olivia (Student of Global Business Marketing)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Persaingan harga yang tak berkesudahan di antara perusahaan e-commerce Indonesia tidak menghasilkan sesuatu yang baik dan malah membahayakan masing-masing pemainnya. Pertanyaan sederhana, bagaimana para pemain e-commerce dapat memenangkan hati konsumen Indonesia tanpa membahayakan, dan membakar uang perusahaan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Chan, Cheung, &amp; Lee (2017) \u201c<strong><em>Shopping online frees consumers from the constraints that they might experience in physical stores, which in turn increases the likelihood of impulse buying.\u201d<\/em><\/strong><em>. <\/em>Maka dengan maraknya aktivitas e-commerce, pembelian impulsif secara daring akan semakin lazim di kalangan konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dan fakta mengatakan bahwa sekitar 70% pembeli mengatakan mereka pernah membuat keputusan pembelian secara impulsif dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, di mana 54% konsumen mengeluarkan sebesar $100 dalam pembelian secara impuls, 20% lainnya mengeluarkan lebih dari $1000. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi perusahaan dalam memberikan pemicu konsumen Indonesia dalam berbelanja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><em>Lalu apa yang harus dilakukan perusahaan untuk dapat membuat konsumen berperilaku belanja secara impulsif?<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berawal dari teori <strong><em>herding behavior, <\/em><\/strong>sebagai individu karakteristik terpenting dalam diri manusia adalah berkelompok, mengutip Earls (2003) <em>\u201c<\/em><em>The most important characteristic of mankind is that of a herd animal, not a lone individual. We are who we are and do what we do as a herd, not as individuals.\u201d<\/em> (Earls, 2003). Hal inilah yang membentuk klaim popularitas, dimana perilaku kelompok individu yang memberikan perhatian lebih terhadap suatu produk, yang mengindikasikan tingkat permintaan konsumen yang tinggi akan produk tersebut. Seperti contohnya :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><em>\u201c8 dari 10 orang sudah puas dengan produk ini.\u201d<\/em><\/li>\n<li><em>\u201cProduk ini sedang dilihat 10 orang lainnya.\u201d<\/em><\/li>\n<li><em>\u201c300 orang sudah membeli produk ini.\u201d<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Dan kesempatan inilah yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menarik perilaku belanja konsumen tanpa biaya pemasaran seperti iklan, billboard, dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">#binusuniversity #marketingisntallaboutselling #imers #binusian<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><em>\u00a0<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Pinkan Olivia (Student of Global Business Marketing) Persaingan harga yang tak berkesudahan di antara perusahaan e-commerce Indonesia tidak menghasilkan sesuatu yang baik dan malah membahayakan masing-masing pemainnya. Pertanyaan sederhana, bagaimana para pemain e-commerce dapat memenangkan hati konsumen Indonesia tanpa membahayakan, dan membakar uang perusahaan? Menurut Chan, Cheung, &amp; Lee (2017) \u201cShopping online frees consumers [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-785","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=785"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/785\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}