{"id":73,"date":"2017-03-08T15:47:36","date_gmt":"2017-03-08T08:47:36","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/?p=73"},"modified":"2017-03-08T15:47:36","modified_gmt":"2017-03-08T08:47:36","slug":"peran-hastag-dalam-dunia-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/2017\/03\/08\/peran-hastag-dalam-dunia-marketing\/","title":{"rendered":"PERAN HASTAG DALAM DUNIA MARKETING"},"content":{"rendered":"<header class=\"header-block\">\n<h1 class=\"the-h1 multi-line\"><\/h1>\n<\/header>\n<div class=\"wp-content clear main-read the-640\">\n<p><strong>Oleh: Freddy Simbolon SE, MM (Faculty Member of International Marketing Program)<\/strong><\/p>\n<p>Pada era sebelum internet, <em>marketer<\/em> menggunakan taktik dari mulut ke mulut untuk meningkatkan <em>brand awareness<\/em> serta penjualan dari produk mereka. Saat ini, cara tersebut berevolusi menjadi marketing media sosial. Di media sosial seperti <em>Twitter, Instagram<\/em> bahkan <em>Facebook<\/em>. pengguna sosial media hanya menuliskan kata setelah tanda pagar(#). Penggunaan <em>hashtag<\/em> adalah salah satu cara untuk menarik seseorang agar membagikan hal tersebut ke orang-orang sekitarnya. menggunakan <em>hashtag<\/em> memberikan manfaat yang sangat banyak untuk meningkatkan popularitas di sosial media. Ketika banyak pengguna menggunakan hashtag tertentu dalam posting mereka, topik ini telah menjadi tren sosial di platform media sosial.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sbm.binus.ac.id\/files\/2017\/01\/hashtag.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8312\" src=\"http:\/\/sbm.binus.ac.id\/files\/2017\/01\/hashtag.png\" alt=\"\" width=\"475\" height=\"221\" \/><\/a><\/p>\n<p>Fitur <em>hashtag<\/em> di <em>Facebook<\/em> ini pun memiliki fungsi yang hampir sama di <em>Twitter<\/em>, yaitu sebagai sarana promosi produk lewat <em>content strategy<\/em>. <em>Hashtag<\/em> pada <em>Facebook<\/em> juga bisa membantu untuk mengetahui tren apa saja yang sedang dibicarakan oleh banyak orang. Lebih lagi, pemasar juga bisa mengetahui siapa saja yang membicarakan tren tersebut melalui profil target pasar atau konsumen dengan demografis (<em>demography segmentation<\/em>), perilaku (<em>behavioral segmentation<\/em>) dan gaya hidup (<em>lifestyle segmentation<\/em>) terkait dengan merek yang telah dibeli. Selain itu <em>hastag<\/em> juga dapat digunakan untuk meningkatkan eksposur bisnis, bahkan sering kali digunakan untuk berkomunikasi dengan para konsumen yang sedang membicarakan topik yang sesuai dengan merek atau <em>brand<\/em> tersebut.<\/p>\n<p><em>Hashtag<\/em> merek dapat menciptakan customer engagement dengan cara seorang pengguna merek tersebut membagikan pengalaman pada komunitas media sosial lainnya sehingga mereka mengetahui apa yang ingin diketahui tentang merek yang sedang tren dan bahkan mereka dapat mempromosikan merek tersebut. Penggunaan pemasaran <em>hastag<\/em> melibatkan beberapa unsur diantaranya <em>hashtag<\/em> harus unik, singkat, jelas dan konsisten pada topik produk yang dijual di pasar. Sebagai imbalan pengguna <em>hashtag<\/em>, pemasar dapat menjalankan kontes promosi. Misalnya, seseorang yang paling sering melakukan <em>posting<\/em> dengan <em>hashtag<\/em> maka orang tersebut akan memenangkan hadiah pada akhir setiap bulan.<\/p>\n<p>(Berbagai Sumber)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Freddy Simbolon SE, MM (Faculty Member of International Marketing Program) Pada era sebelum internet, marketer menggunakan taktik dari mulut ke mulut untuk meningkatkan brand awareness serta penjualan dari produk mereka. Saat ini, cara tersebut berevolusi menjadi marketing media sosial. Di media sosial seperti Twitter, Instagram bahkan Facebook. pengguna sosial media hanya menuliskan kata setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":48,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,1],"tags":[],"class_list":["post-73","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}